Tradisi Perhitungan Weton dalam Pernikahan Jawa: Perspektif Sosial dan Keagamaan
DOI:
https://doi.org/10.30651/mms.v4i2.33108Keywords:
budaya Jawa, weton, pernikahan, perspektif sosial, masyarakat Jawa., perspektif keagamaanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi perhitungan weton dalam masyarakat Jawa dari perspektif sosial dan agama. Weton merupakan salah satu warisan budaya Jawa yang masih digunakan sebagai pertimbangan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan observasi terhadap praktik serta pandangan masyarakat mengenai weton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa weton tidak hanya dipahami sebagai tradisi turun-temurun, tetapi juga sebagai bagian dari interaksi sosial yang berfungsi menjaga keharmonisan keluarga dan masyarakat. Dari perspektif agama, praktik weton dipandang beragam, mulai dari yang menganggapnya sebagai tradisi budaya yang dapat dijalankan selama tidak bertentangan dengan ajaran agama, hingga yang menolaknya karena dinilai berpotensi mengarah pada kepercayaan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai keagamaan. Dalam praktiknya, masyarakat juga mengaitkan weton dengan pertimbangan rasional, seperti kesiapan ekonomi, kecocokan pasangan, dan kesepakatan keluarga. Dengan demikian, tradisi weton menunjukkan adanya interaksi antara budaya, nilai sosial, dan ajaran agama yang terus beradaptasi dengan perubahan zaman.
References
Aini, A. S. N. (2025). ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP SINKRETISME PERNIKAHAN BERBASIS WETON DI DESA WATES YOGYAKARTA As. 8(1), 81–102.
Akhiroh, M. (2024). EXPLORING WETON CALCULATION FOR WEDDING DATES : INSIGHTS FROM JAVANESE CULTURE AND ISLAMIC. 1–12.
Alwardah, S., Dora, N., Studi, P., Ilmu, T., Sosial, P., Islam, U., Utara, N. S., & Jawa, E. (2024). Weton : Sistem Penanggalan Tradisional Etnis Jawa Di Desa Laut Tador Kabupaten Batu Bara. 2(1), 103–109.
Anggraeni, C. W., Suryanto, S., Psikologi, P. M., Psikologi, F., & Surabaya, U. A. (2024). Kepatuhan Penggunaan Weton Masyarakat Jawa dalam Penetapan Waktu Menikah. 7, 77–89.
Arif, M. M. (2023). NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI PENENTU HARI PERNIKAHAN DALAM TRADISI MASYARAKAT DESA BULUJOWO. 17(2), 25–37.
Briantoyo, F. (2026). Konsep Perkawinan dalam Perspektif Hukum Islam : Pengertian , Undang dan KHI. 10, 8736–8745.
Cory Marlia, Rosmawaty Harahap, E. P. W. (2024). Makna simbolik dalam tradisi peningsetan dan pasang tarub/tratag dalam pernikahan adat jawa.
Damanhuri. (2025). TRADISI PERHITUNGAN WETON PERNIKAHAN DALAM PERSPEKTIF ‘URF MADZHAB SYAFI’I. 6(1), 93–104.
Danianta, P. B., Pudjibudojo, J. K., & Tondok, M. S. (2025). Kepercayaan Masyarakat Desa Bono Kabupaten Tulungagung Terhadap Pitungan Weton Dalam Pembuatan Keputusan Waktu Pernikahan : Perspektif Psikologi Budaya. 7(2), 153–162.
Dwi Nov Surya Dewantara, Z. H. (2025). Kebudayaan Lokal Gadhah Peran Wigati Tumrap Njaga Kesucening Upacara Pawiwahan Adat Jawa Yogyakarta. 2(6), 82–91.
Fadilla, D. V., Monicha, N. E., Dia, E., Putri, L., & Surabaya, U. N. (2024). Kontruksi Realita Sosial Perhitungan Weton Pada Pernikahan Adat Jawa Timur. 841–855.
Fais, T. H. H. T. A. N., & Faisal, V. I. A. (2025). TRADISI PERNIKAHAN ADAT JAWA : STUDI LAPANGAN TRADISI PERNIKAHAN ADAT JAWA DI DESA BUMIRESO , KECAMATAN. 3(2), 823–829.
Faizah, N., & Tulab, T. (2022). Larangan Nikah Karena Weton Calon Suami Istri dalam Perspektif Hukum Islam. 1–8.
Firdaus, I. N. N. (2023). Kultur pernikahan jawa dalam hitungan weton perspektif hukum islam. 3(1), 93–104.
Firdaus, R. (n.d.). AGAMA DAN KEBUDAYAAN MASYARAKAT PRIMITIF: STUDI PEMIKIRAN KARL MARX DAN EMILE DURKHEIM. 145–165.
Firmando, H. B. (2021). PERUBAHAN SOSIAL DALAM UPACARA ADAT PERKAWINAN PADA ETNIS BATAK TOBA DI TAPANULI BAGIAN UTARA (ANALISIS SOSIOLOGIS. 18(2).
Harahap, K. F., Adly, A., & Marpaung, W. (2021). Perhitungan Weton sebagai Penentu Hari Pernikahan dalam Tradisi Masyarakat Jawa Kabupaten Deli Serdang ( Ditinjau dalam Persfektif ‘ Urf dan Sosiologi Hukum ) َ. 9(02), 293–318. https://doi.org/10.30868/am.v9i0
Ibrahim, S. A. dan I. A. (2008). Kalender Jawa Islam: Memadukan Tradisi dan Tuntutan Syar’i. 42(I).
Idris, J., & Hidayati, A. N. (2023). The dynamics of family harmony in the Javanese weton perspective.
Ihsana, N. W., & Urfan, N. F. (2024). Mitos Kepercayaan Dalam Budaya Jawa Pada Film Primbon. 204, 201–214. https://doi.org/10.32509/wacana.v23i1.3970
Jauhari, N. (2024). MEMILIH CALON PASANGAN SUAMI-ISTRI DALAM PERKAWINAN ISLAM.
Karsiwan, Lusi Handayani, L. R. S. (2026). WETON CALCULATION AND LOCAL WISDOM IN JAVANESE TRADITIONAL WEDDINGS IN KARANG TANJUNG, LAMPUNG. 12(1), 53–76. https://doi.org/10.29103/jsds.v12i1.25875
Kurniawati, E., Maulidiatussolicha, I., Apriliayani, S. R., & Farhan, A. (2024). Fenomena perhitungan weton dalam penentuan hari pernikahan : Studi kasus di KUA Kecamatan Sukun Kota Malang. 2(5), 119–126.
Ma, M., & Kusumawati, I. R. (2024). The Law and Tradition of Weton Calculation in the Javanese Community of Jombang East Java ( Study in Balong Besuk Village , Diwek Jombang ). 8(2).
Mahmudah, S. Z. (2026). ANALISIS MAQASID AL-SHARI’AH TERHADAP PROBLEMATIKA HASIL ISTIKHARAH SEBAGAI PERTIMBANGAN DALAM MENENTUKAN PASANGAN (STUDI KASUS DI KECAMATAN PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN). 7, 2133–2145.
Mahmudin. (n.d.). Implementasi pembekalan pranikah dalam membentuk keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. 2016.
Maulana. (2018). The SLAMETAN in a JAVANESE SOCIETY: A comparative study of Clifford Geertz’s The Religion of Java (1960) and Andrew Beatty’s Varieties of Javanese Religion (1999). 14(1).
Maulani, N. A. (2023). Analisis Pengaruh Weton di Desa Pakunden dalam Pernikahan Menurut Teori Strukturalisme Lévi-Strauss. 5(2).
Nafi’ah, Z. (2022). PERAN TRADISI PERHITUNGAN WETON PERKAWINAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus Dusun Lemah Jungkur, Desa Keniten, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri). 18(1), 46–56. https://doi.org/10.23971/jsam.v18i1.4224
Nurrohman, F., & Abyad, H. (2024). Celebrating Birthday Based on Weton Calculation by the People of Blitar , East Java. 5(7), 3133–3143.
Oktasari, S., Naldo, J., & Ali, M. N. (2024). Tradisi Puasa Weton Pada Masyarakat Suku Jawa di Desa Bakaran Batu , Kec . Lubuk Pakam Deli Serdang. 7–20.
Perdana, P., Priyanto, P., Rohman, A. F., & Rahmawati, D. (2026). Tradisi Slametan Masyarakat Jawa dalam Perspektif Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer. 12(1), 78–91.
Prameswari, J. S., Pratiknjo, M. H., & Mulianti, T. (2026). Tradisi Perhitungan Weton Jawa Sebagai Pandangan Hidup Dalam Pernikahan Keluarga Jawa Di Desa Sidodadi Gorontalo. 08(1), 1–12.
Pratama, A. F. (2025). Kedudukan Hukum Adat dalam Pelaksanaan Perkawinan Adat Jawa di Era Modern. 1, 31–42.
Rizaluddin, F., Alifah, S. S., & Khakim, M. I. (2021). KONSEP PERHITUNGAN WETON DALAM PERNIKAHAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. 12(2009), 139–150.
Ruslan, I., Islam, U., Raden, N., Lampung, I., Kartika, Y., Islam, U., Raden, N., Lampung, I., Huzaimah, S., Islam, U., Raden, N., & Lampung, I. (2021). Tradisi Ritual dalam Pernikahan Islam Jawa (Studi di Desa Kalidadi Lampung Tengah) Idrus. 21(1), 1–16.
Saffana Alzahra , Desy Safitri, S. (2024). Peran Tradisi Wetonan dalam Menjaga Identitas Budaya Masyarakat Adat Jawa. 2(2), 92–101.
Safitri, M. A., & Mustafa, A. (2021). Tradisi Perhitungan Weton dalam Pernikahan Masyarakat Jawa di Kabupaten Tegal ; Studi Perbandingan Hukum Adat dan Hukum Islam. 156–167.
Shodiqin, M., & Rifqi, M. J. (2025). Harmoni dalam Keragaman Weton : Tradisi Perkawinan di Desa Kepuh Kembeng. 23(1), 16–35.
Sumbulah, U. (2012). ISLAM JAWA DAN AKULTURASI BUDAYA : 14(1), 51–68.
Trio Meinarsono, A. (2023). Tradisi Perhitungan Weton Sebagai Penentuan Hari Pernikahan pada Masyarakat Suku jawa di Desa Wonorejo Kabupaten Luwu Timur. 5(2), 148–166.
Umamah, S. (2024). Ta’aruf Sebagai Ikhtiar Mencari Pasangan Ideal didalam Pernikahan Ditinjau Dari Segi Maqashid Al-Syariah. 3(4), 1215–1224.
Wahidah, U. (2024). TRADISI PERHITUNGAN WETON DALAM PERKAWINAN ADAT PERSPEKTIF ‘ URF. 2(1).
Wahyudin, M., Syafe, Z., & Ma, N. (2024). The Dynamics of Javanese Weton Calculation in Wedding Planning. 4(8), 1271–1285.
Wiyasri, M. (2025). PERSEPSI GENERASI Z TERHADAP PENGHITUNGAN WETON PENDAHULUAN Setiap masyarakat memiliki kepercayaan yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya . Kepercayaan merupakan suatu bentuk keyakinan yang dimiliki seseorang terhadap hal-hal yang diang. 27(2), 135–155.
Yahya, M. D., Zazimatul, A., & Soliqah, I. (2022). Akulturasi Budaya pada Tradisi Wetonan dalam Perspektif Islam. 1(1), 55–67.
Zaprulkhan, Z. (2016). Signifikansi Dakwah Inklusif Nurcholish Madjid Bagi Masyarakat Indonesia. Mawa’Izh: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 7(1), 41–66. https://doi.org/10.32923/maw.v7i1.566
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Farhat ali arroziki

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


