Hubungan Faktor Risiko Jumlah Gravida Terhadap Pre-Eklamsia Pada Ibu Hamil Di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan Berdasarkan Musim
DOI:
https://doi.org/10.30651/jmu.v3i1.32619Kata Kunci:
Faktor Risiko, Pre-Eklamsia, Jumlah Gravida, Kehamilan, MusimAbstrak
Latar belakang: Pre-eklamsia merupakan faktor penyebab morbiditas dan mortalitas bagi ibu hamil dan janin di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko jumlah gravida dengan kejadian pre-eklamsia serta pengaruh musim terhadap pre- eklamsia di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional yang bersifat retrospektif. Data diambil dari catatan medis ibu hamil dengan pre-eklamsia pada bulan November 2023 sampai Oktober 2024. Sampel terdiri dari 94 kasus yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil: Preeklamsia sering terjadi pada primigravida selama musim hujan dan multigravida musim kemarau. Analisis korelasi Spearman, tidak terdapat hubungan yang berarti antara jumlah gravida dengan pre-eklamsia, baik pada musim hujan (p=0,140) maupun pada musim kemarau (p=0,811). Namun, ditemukan hubungan yang signifikan antara usia dengan jumlah kehamilan, pada musim hujan (r=0,394; p=0,007), dan hampir signifikan pada musim kemarau (r=0,280; p=0,052), menunjukkan bahwa jumlah kehamilan cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya usia ibu. Kesimpulan: jumlah gravida dan musim tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian pre-eklamsia. Pre-eklamsia adalah kondisi yang melibatkan banyak faktor, seperti usia, riwayat hipertensi, status nutrisi dan faktor lingkungan. Maka pemeriksaan menyeluruh dan pemantauan kehamilan secara teratur sangat berarti dalam upaya mencegah komplikasi kehamilan.
Referensi
Bulqies, Z. A. (2021) ‘Hubungan Faktor Risiko Terhadao Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Bersalin Di RSUD Kabupaten Bangkalan’, p. 6.
Gathiram, P. and J. Moodley (2016) ‘artikel ulasan Preeklamsia : Patogenesis dan Patofisiologinya’, 27(2), pp. 71–78. doi: 10.5830/CVJA-2016-009.
Hairuddin Safaat, J. (2018) ‘Jurnal voice of midwifery’, Analisis Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Organisasi Perawat di RSUD Kabupaten Luwu, 08(01), pp. 723–733.
Harti, T. and M.H.Akimi (2008) ‘Hubungan variasi musim dengan kejadian preeklamsia’, pp.
4–7.
Janani, F. and Changaee, F. (2018) ‘Artikel Asli Variasi musiman dalam prevalensi preeklamsia’, pp. 766–769. doi: 10.4103/jfmpc.jfmpc.
Kemenkes RI (2023) PROFIL KESEHATAN INDONESIA 2023.
Kusumawati, W., Wijayanti, A. and Tyas, W. (2017) ‘Gambaran Faktor-Faktor Risiko Kejadian Ppreeklamasia Pada Ibu Bersalin Dengan Preeklamsia (Di RS Aura Syifa Kabupaten Kediri bulan Februari – April tahun 2016)’, 6(14), pp. 139–146.
Lijuwardi, M. et al. (2020) ‘Korelasi antara Musim dan Prevalensi’, 14(4), pp. 3294–3299.
Norfitri, R. (2022) ‘Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Preeklampsi Pada Kehamilan: Literatur Review’, Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat, 10(1), pp. 23–33. doi: 10.54004/jikis.v10i1.7410.54004/jikis.v10i1.74.
POGI (2016) PNPK Diagnosis dan Tatalaksana Preeklampsia.
Prowirohardjo, S. (2008) Ilmu Kebidanan Sarworno Prawirohardjo, Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo.
Qi, J. et al. (2022) ‘Diagnostic biomolecules and combination therapy for pre ‑ eclampsia’,
Reproductive Biology and Endocrinology, pp. 1–20. doi: 10.1186/s12958-022-01003-3.
Rafida, M. et al. (2021) ‘Hubungan Usia , Indeks Massa Tubuh , dan Gravida pada Ibu Hamil dengan Preeklamsia di Perguruan Tinggi Muhammadiyah Rumah Sakit Surabaya’, 33(ICoSIHSN 2020), pp. 37–42.
Shashar, S. et al. (2020) ‘Temperature and preeclampsia: Epidemiological evidence that perturbation in maternal heat homeostasis affects pregnancy outcome’, PLoS ONE, 15(5), pp. 1–14. doi: 10.1371/journal.pone.0232877.
Subramaniam, V. (2007) ‘Kesehatan Wanita BMC’, 5, pp. 1–5.
TePoel, M. R. W., Saftlas, A. F. and Wallis, A. B. (2011) ‘Association of seasonality with hypertension in pregnancy: A systematic review’, Journal of Reproductive Immunology, 89(2),
pp. 140–152. doi: 10.1016/j.jri.2011.01.020.
Uddin, M. N., Beeram, M. R. and Kuehl, T. J. (2013) ‘Diabetes Mellitus and Preeclampsia’, Medical Journal of Obstetrics and Gynecology, 1(3), p. 1016. Available at: https://www.jscimedcentral.com/Obstetrics/obstetrics-1-1016.php. Wulandari, E. S., Ernawati and Nuswantoro, D. (2021) ‘Risk Factors of Preeclampsia With Severe Features and Its Complications’, Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, 5(1), pp. 29–37. doi: 10.20473/imhsj.v5i1.2021.29-37.
Xiong, T. et al. (2020) ‘Association between ambient temperature and hypertensive disorders in pregnancy in China’, Nature Communications, 11(1). doi: 10.1038/s41467-020-16775-8.
Yanuarini, T. A., Suwoyo and Julianawati, T. (2020) ‘Hubungan Status Gravida Dengan Kejadian Preeklampsia’, Jurnal kebidanan, 9(1), pp. 1–6. Available at: https://akbid- dharmahusada-kediri.e-journal.id/JKDH/index.
Yasmine, R., Darmawati and Fitri, A. (2022) ‘Asuhan Keperawatan Pre dan Post Sectio Caesarea dengan Preeklampsia : Suatu Studi Kasus’, JIM FKep, 1(4), pp. 17–26.


