JURIDICAL ANALYSIS OF DEFAULT IN MUSYARAKAH MUTANAQISAH AND IJARAH CONTRACTS (Study of Decision Number 129/Pdt.G/2023/PA.Mn)
DOI:
https://doi.org/10.30651/justeko.v10i1.29408Kata Kunci:
breach of contract, musyarakah mutanaqisah, Islamic economic disputeAbstrak
This study analyzes the juridical interpretation of breach of contract in Musyarakah Mutanaqisah financing through an examination of Decision Number 129/Pdt.G/2023/PA.Mn issued by the Religious Court of Madiun. The dispute occurred between PT Bank Muamalat Indonesia Tbk and PT Hasta Mulya Putra concerning the developer’s failure to facilitate the transfer of property ownership for customers financed through Islamic home financing schemes. This research aims to identify the factors causing breach of contract and examine judicial reasoning in interpreting the relationship between developer obligations and Musyarakah Mutanaqisah contracts. This research uses normative legal research with statute and case approaches. Data were obtained through documentation techniques from court decisions, legislation, books, and scientific journals related to Islamic economic law. The findings show that breach of contract occurred due to the developer's failure to prepare Sale and Purchase Deeds (AJB) and transfer ownership certificates to customers. The judges interpreted the developer’s declaration as an integral part of the Musyarakah Mutanaqisah financing scheme, thus bringing the dispute within the jurisdiction of the Religious Court. This decision illustrates the dynamic development of Islamic economic dispute resolution and may serve as jurisprudence for similar cases in Indonesia.
Referensi
[1] Asshiddiqie, Jimly, 2006. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara: Jilid I. (Jakarta: Konstitusi Press).
[2] Alif Khuwarazmi Maulana Julendra, Rudy Widodo. 2024. Pedoman Produk Pembiayaan Musyarakah Perbankan Syariah. Cetakan Pertama. (Jakarta Pusat: Otoritas Jasa Keuangan.)
[3] Ascarya, 2015. Akad dan Produk Bank Syariah, (Jakarta: Rajawali Press).
[4] Amelia, Risky Amelia, “Perlindungan Hukum Terhadap Para Pihak dalam Jual Beli Hak Atas Tanah dengan Kuasa Menjual Notaris Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Peraturan Pemerintah No.18 Tahun 2021,” Jurnal Adhikari 2, no. 1 (29 Juli 2022): 236, https://doi.org/10.53968/ja.v2i1.57.
[5] Dewi Prasasti, Anggun. 2023. “Sengketa Wanprestasi Akad Musyarakah antara Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Bmt Mentari Bumi Purbalingga dan Nasabahnya (Studi Putusan Nomor 008/Pdt.GS/2020/PA.Pbg)”, (Skripsi: Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto).
[6] Dina Fazriah, “Tanggung Jawab Atas Terjadinya Wanprestasi Yang Dilakukan Oleh Debitur Pada Saat Pelaksanaan Perjanjian,” Das Sollen: Jurnal Kajian Kontemporer Hukum dan Masyarakat 1 (Juli, 2023): 6, https://doi.org/: 10.11111/dassollen.xxxxxxx.
[7] Edward Siregar, Fritz, 2015. “Indonesia Constitutional Court Constitutional Interpretation Methodology (2003-2008)”, Constitutional Review, 1.
[8] Fatwa DSN-MUI No. 01/DSN-MUI/X/2013 tentang Pedoman Implementasi Musyarakah Mutanaqisah dalam Produk Pembiayaan.
[9] Ghafar Anshori, Abdul, 2010. Hukum Perjanjian Islam di Indonesia (Konsep, Regulasi, dan Implementasi) (Yogyakarta: Gajah Mada University Press).
[10] Husni Abdulah Pakarti, Muhammad, 2023. “Penerapan Akad Musyarakah Mutanaqishah Dalam Pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah Syariah Aster Village Ciwastra Di Bank Syariah” Indonesia, Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 9, 03.
[11] Hosen, Nadratuzzaman, 2009. “Musyarakah Mutanaqishah”,” Al-Iqtishad Vol 1, no. No 2 (Juli).
[12] Fallon, Richard, Jr., 1984 “How to Choose a Constitutional Theory”, (Oxford: Oxford University Press).
[13] Irawan, Mul, 2018. “Politik Hukum Ekonomi Syariah dalam Perkembangan Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia”, Jurnal Media Hukum, 1 (Oktober).
[14] Izmuddin, “Perbandingan Strategi Pengelolaan Pembiayaan Murabahah Dan Musyarakah Mutanaqisah”, Jurnal Perbankan Syariah, Volume 5. No 1 (April).
[15] Kairadinda Adam Cantika Tresna Rahayu, Chelsea, 2024. “Perlindungan Hukum Terhadap Pihak yang Dirugikan Dalam Wanprestasi” (9 November). https://doi.org/10.5281/ZENODO.14058588
[16] Kutha Ratna, Nyoman, 2010. Metodologi Penelitian, Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar)
[17] Miru, Ahmadi, 2007. Hukum Kontrak dan Perancangan Kontrak, (Jakarta: Rajawali Pers)
[18] Miru, Ahmadi, Sakka Pati, 2008. Hukum Perikatan. (Jakarta: Rajawali Pers).
[19] Marnan, 2018. “Wanprestasi Dalam Perjanjian Yang Dapat Dipidana Menurut Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana”, Jurnal Lex Privatum Vol. VI, No. 4, (Juni).
[20] Nurul Arafah, Shofy Liza, Muhammad Yogi Hamdan. 2018, “Multi Akad (Hybrid Contact) Inovasi Produk Lembaga Keuangan Syariah”. Eksisbank. Vol. 2, No. 2 (Desember).
[21] Ribi, Hikmawati, 2024. “Wanprestasi Dalam Hukum Perjanjian Dan Utang Dalam Hukum Kepailitan”, Jurnal HUKBIS, (Februari)
[22] Rafi Ashsiddiqqy, Muhammad, 2020. Hilda Monoarfa, dan Aneu Cakhyaneu, “Implementation of Aqad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) Take Over Financing on KPR Products in Sharia Banks,” Review of Islamic Economics and Finance 1, no. 1. https://doi.org/10.17509/rief.v1i1.23745.
[23] Rahayu, Rizza, 2017. “Implementasi Akad MMQ pada Pembiayaan Modal Kerja Perspektif Hukum Ekonomi Syariah”, Jurnal Jaya, No. 19, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
[24] Rahmadita, Adinda. 2024 “Telaah Fatwa DSN-MUI Tentang Akad Musyarakah,” Rayah Al-Islam. Vol. 8, No.4, (November). DOI: 10.37274/rais.v8i4.1342
[25] Risky Amelia, “Perlindungan Hukum Terhadap Para Pihak dalam Jual Beli Hak Atas Tanah Dengan Kuasa Menjual Notaris Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Peraturan Pemerintah No.18 Tahun 2021,” Jurnal Adhikari 2, No. 1 (29 Juli 2022): 236, Https://Doi.Org/10.53968/Ja.V2i1.57.
[26] Syamsuddin Meliala, A. Qirom, 1985. Pokok-pokok Hukum Perjanjian, (Yogyakarta: Liberty).
[27] Shabirah Maulia Fath, Aiz, 2023. “Analisis Putusan Hakim tentang Wanprestasi Terhadap Akad Musyarakah dalam Putusan Perkara No. 3993/Pdt.G/2019/Pa.Badg”. (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung).
[28] Subekti, 2007. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. (Jakarta: PT Arga Printing).
[29] Salim HS, 2008. Pengantar Hukum Perdata Tertulis (BW). (Jakarta: Sinar Grafika).
[30] Sinaga, Niru Anita, and Nurlely Darwis, 2020. "Wanprestasi dan Akibatnya Dalam Pelaksanaan Perjanjian." Jurnal Mitra Manajemen 7, no. 2.
[31] Tresna Rahayu, Cantika, Chelsea Kairadinda Adam, 2024 “Perlindungan Hukum Terhadap Pihak yang Dirugikan Dalam Wanprestasi,” (9 November). https://doi.org/10.5281/ZENODO.14058588.
[32] Warsidi, Sami Ullah Khan, Suhartono, Implementasi Maqāṣid Al-Syarī‘ah dalam Pertimbangan Hakim pada Sengketa Ekonomi Syariah, Maqasid : Jurnal Studi Hukum Islam, Vol 14, no 3, 2025, E ISSN : 2615-2622, https://journal.um-surabaya.ac.id/Maqasid/article/view/28691
[33] Widjaja, Gunawan, Kartini Muljadi, 2003. Perikatan yang Lahir dari Undang-Undang (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada).
[34] Widodo, Sugeng, 2014. Modal Pembiayaan Lembaga Keuangan Islam Perspektif Aplikatif. (Yogyakarta: Kaukaba).
Yahyah, Rizal Yahyah Ahim Abdurahim. Aji Erlangga Martawireja, 2018 Akuntansi Perbankan Syariah Teori dan Praktik Kontemporer, Edisi 2 (Jakarta: Salemba Empat).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
HAK CIPTA
Penulis yang mengirimkan artikel dalam jurnal Justisia Ekonomika harus memahami dan menyetujui persyaratan tentang hak cipta jurnal Justisia Ekonomika sebagai berikut:
1. Hak Cipta tulisan / artikel yang diterbitkan di jurnal Justisia Ekonomika otomatis menjadi hak pengelola jurnal atau publisher
2. Meskipun Hak Cipta atas tulisan yang telah diterbitkan di jurnal Justisia Ekonomika adalah menjadi haknya publisher, tetapi penulis masih mempunyai hak untuk : a). Penulis boleh meng-upload di repository kampus, b). Penulis boleh meng-upload di webnya sendiri, c). Penulis boleh meng-upload di google schoolar, orchid dan sinta
LISENSI
Lisensi atas tulisan / artikel yang diterbitkan di jurnal Justisia Ekonomika adalah menggunakan Creative Commons dengan atribusi CC-BY-NC 4.0



















