Relevansi Pemikiran KH. Ahmad Dahlan Bagi Perwujudan Pendidikan yang Inklusif
DOI:
https://doi.org/10.30651/jses.v3i3.24678Kata Kunci:
Pemikiran KH. Ahmad Dahlan, Pendidikan Modern, InklusifAbstrak
Tantangan dalam dunia pendidikan modern saat ini adalah kurangnya pemerataan terhadap peserta didik dari segi sosial maupun akademik. KH. Ahmad Dahlan adalah salah satu pelopor dalam sejarah reformasi pendidikan Islam di Indonesia melahirkan pemikiran dalam konteks pembaruan pendidikan Islam, dengan fokus pada gagasan modernitas dan inklusivitas. Pemikiran tersebut lahir dari hasil pengkajian surah Al – Ma’un. Melalui penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang melibatkan analisis berbagai sumber, termasuk buku, artikel akademik, dan dokumen sejarah yang relevan. KH. Ahmad Dahlan mengintegrasikan ilmu agama dan pengetahuan umum dalam pendidikan Islam, serta membuka akses pendidikan bagi kelompok terpinggirkan, seperti perempuan dan kaum miskin. Implikasi pemikiran beliau menciptakan sistem pendidikan yang tidak hanya relevan dengan perkembangan zaman, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang lebih adil dan setara. Dengan demikian, gagasan KH. Ahmad Dahlan tentang pendidikan tetap relevan dalam menghadapi tantangan modernitas dan berfungsi sebagai landasan bagi pengembangan pendidikan Islam yang progresif di Indonesia.
Referensi
Abdul Chadjib Halik, Susmihara, & Hasaruddin. (2024). Kontribusi KH Ahmad Dahlan Dalam Reformasi Pendidikan Islam Dan Transformasi Sosial Di Indonesia. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah , 3(5).
Adisty Nabilah Fitri, Sutarjo, & Lilis Karyawati. (2022). Konsep Pendidikan Islam Menurut K.H. Ahmad Dahlan. Edumaspul: Jurnal Pendidikan , 6(1), 49–53.
Ainul Mardiah. (2024). Tantangan Pelaksanaan Pendidikan Inklusi Di Sekolah Dasar Negeri 7 Trienggadeng Pidie Jaya. Intelektualita , 12(1), 45–59.
Amin, R., & Pare, S. T. A. I. H. (2016). Titik Singgung Pendidikan Agama Islam Dengan Paradigma Pendidikan Inklusi (Anak Berkebutuhan Khusus).
Annisa Kasturi Nabila, Siti Hilmayati., Diska Aura, & Dwi Octa Suseno. (2024). PENDIDIKAN INKLUSIF DALAM TOLERANSI BERAGAMA. Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia, 4(1).
Dany Syarifudin Abdullah, Meity Suryandari, & Rifan Nur Hadi. (2024). PERAN MEDIA
PEMBELAJARAN DALAM KONTEKS PENDIDIKAN MODERN. Sindoro: Cendikia Pendidikan , 4(1), 91–101.
Husin, H. (2023). Pemikiran Pembaharuan Pendidikan Islam Kh. Ahmad Dahlan Perspektif Intelektual Muslim Di Indonesia. Jurnal Ilmiah Global Education , 4(2), 62–84. https://doi.org/https://doi.org/10.55681/jige.v4i2.784
Khairuddin. (2020). PENDIDIKAN INKLUSIF DI LEMBAGA PENDIDIKAN. Jurnal Tazkia, 9(1), 82–104.
Khristi Rosika Dew, Nurul Istiq’faroh, & Hendratno. (2023). Pendidikan Dalam Pemikiran K. H. Ahmad Dahlan. Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE) , 1(2), 95–106.
Kuntowijoyo. (1991). Paradigm Islam: Interpretasi Untuk Aksi. Mizan.
Leyan Mustapa. (2017). Pembaruan Pendidikan Islam: Studi Atas Teologi Sosial Pemikiran K.H. Ahmad Dahlan. Jurnal Ilmiah AL-Jauhari (JIAJ), 2(1), 90–111.
Muzdalifah Rahman, dkk. (2018). Pendidikan Inklusi: Kebijakan Dan Evaluasi Pemerintah Dalam Pendidikan Inklusi. Trust Media Publishing.
Rahmat Hidayat, & Abdillah. (2019). Ilmu Pendidikan (Konsep, Teori Dan
Aplikasinya). Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia (LPPPI).
Syamsul Kurniawan. (2011). Jejak Pemikiran Tokoh Pendidikan Islam: Ibnu Sina, Al-Ghazali,Ibn Khaldun, Muhammad Abduh,Muhammad Iqbal, Hasan Al-Banna, Syed Muhammad Naquid Al-Attas,K.H. Ahmad Dahlan,K.H. Hasyim Asy’ari, Hamka, Basiuni Imran, Hasan Langgulung, Azyumardi Azra. AR-RUZZ MEDIA.
Waruwu, E. W. (2023). Peran Pendidikan Agama Kristen Dalam Meningkatkan Kemandirian Peserta Didik Di Era Kurikulum Merdeka. Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama Dan Filsafat, 1(2), 98–112.