Isi Artikel Utama

Abstrak

Latar Belakang: Perundungan di pesantren merupakan permasalahan serius yang dapat mengganggu kesehatan mental, proses belajar, serta hubungan sosial santri. Fenomena ini kerap muncul karena faktor senioritas, perbedaan fisik, maupun perilaku individu yang dianggap lemah, sehingga memunculkan dominasi yang berujung pada praktik kekerasan verbal, fisik, maupun sosial. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk perundungan yang terjadi di Pondok Pesantren Al-Mustaqim serta merumuskan strategi pencegahan yang tepat dalam konteks pendidikan pesantren. Metode: Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research dengan pendekatan Focus Group Discussion bersama dua puluh orang pengurus dan pengajar pondok pesantren. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa perundungan verbal merupakan bentuk yang paling dominan, berupa ejekan, pemberian julukan merendahkan, dan pemanggilan nama yang tidak pantas, sementara perundungan fisik, psikologis, dan sosial juga ditemukan meskipun dengan frekuensi lebih rendah. Pelaku perundungan umumnya adalah santri senior atau sebaya dengan korban, sedangkan pemicunya antara lain rasa superioritas, perbedaan fisik, dan kurangnya pengawasan asrama. Kesimpulan: dari kegiatan ini adalah perlunya intervensi yang bersifat edukatif, suportif, dan preventif dengan menekankan peran guru sebagai teladan akhlak, penguatan komunikasi antarpihak, serta program rutin yang membangun budaya antiperundungan di lingkungan pesantren.

Kata Kunci

Kekerasan perundungan Pesantren Pencegahan

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Puriastuti, A. C., Masfufah , U., Amelia, D., Novembriani, R. P., Afifa, D. S., Enjelina Tilawah, M. A., … Rahma, N. A. (2026). Pemberdayaan Pengurus Pondok Pesantren Al-Mustaqim dalam Pencegahan Kekerasan dan Perundungan melalui Focus Group Discussion. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(2), 815–826. https://doi.org/10.30651/aks.v10i2.28511

Referensi

  1. Arfah, M., & Wantini. (2023). Perundungan di Pesantren: Fenomena Sosial pada Pendidikan Islam (Studi Pada Pesantren Ulul Albab Tarakan). Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan Dan Keislaman, 12(2), 234–251. https://doi.org/10.54437/juw
  2. Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI. (2022). Modul Kesehatan Reproduksi Remaja Tingkat SMA dan Sederajat untuk Guru.
  3. Emilda, E. (2022). Bullying di Pesantren: Jenis, Bentuk, Faktor, dan Upaya Pencegahannya. Sustainable Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, 5(2), 198–207. https://doi.org/10.32923/kjmp.v5i2.2751
  4. Erindia, F., Witsqa Firmansyah, Y., Maria Orizani, C., Jannah, F., Istiana, D., Dea Revani, H., & Safutra Suraya, A. (2026). Prevalence, Risk Factors, and Impact of Bullying in Boarding School Environments: A Systematic Review. Journal of Health Science and Technology, 7(1), 134–144. https://doi.org/10.53861/lontarariset.v7i1
  5. Fauz, R. A. (2023). Kekerasan Seksual di Pesantren Perspektif Gender. Jurnal Laboratorium Syariah Dan Hukum, 4(5), 464–484. https://media.neliti.com/media/publications/797-ID-manajemen-konflik-
  6. Ifrani, Utami, S., & Hanifah, L. (2024). Sosialisasi Pencegahan Perundungan Dan Kekerasan Seksual Bawah Sadar Di Pondok Pesantren Putra Darul Istiqamah Barabai. Jurnal Pengabdian ILUNG, 3(3), 533–544. https://doi.org/10.20527
  7. KOMNAS Perempuan. (2022). Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan. Https://Komnasperempuan.Go.Id/UploadedFiles/WebOld/File/Pdf_file/2020/Lembar%20Fakta%20KEKERASAN%20SEKSUAL%20DI%20LINGKUNGAN%20PENDIDIKAN%20(27%20Oktober%202020).Pdf.
  8. Liu, X., Zhang, L., Wu, Y., Xin, Y., Wang, Y., & Su, X. (2025). The impact of school bullying on the mental health of boarding secondary school students: the mediating roles of school belongingness and resilience. Child and Adolescent Psychiatry and Mental Health, 19(1). https://doi.org/10.1186/s13034-025-00887-4
  9. Man, X., Liu, J., & Xue, Z. (2022). Effects of Bullying Forms on Adolescent Mental Health and Protective Factors: A Global Cross-Regional Research Based on 65 Countries. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(4), 1–17. https://doi.org/10.3390/ijerph19042374
  10. Notar, Dr. C. E., & Padgett, Ms. S. (2013). Adults Role in Bullying. Universal Journal of Educational Research, 1(4), 294–297. https://doi.org/10.13189/ujer.2013.010403
  11. Nugroho, S., Nugrohoand, S., & Ainyfardhana, N. (2018). Bullying at Islamic Boarding School: A Pilot Study in Pekanbaru. International Journal of Pure and Applied Mathematics, 119(15), 2095–2100. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.16266.77768
  12. Rasyid, M., & Baharuddin, A. (2025). The Dynamics of Bullying in Schools: Causes, Impacts, and Prevention Strategies. Journal of Indonesian Scholars for Social Research Copyright, 5(1), 83–91. https://doi.org/10.59065/jissr.v5i1.176
  13. Rikhul Jannah. (2024, December 24). Kaleidoskop 2024: 114 Kasus Kekerasan Terjadi di Pesantren, PBNU Bentuk Satgas untuk Menanganinya. Https://Nu.or.Id/Nasional/Kaleidoskop-2024-114-Kasus-Kekerasan-Terjadi-Di-Pesantren-Pbnu-Bentuk-Satgas-Untuk-Menanganinya-ZkXme.
  14. Rusli, T. S., Boari, Y., Amelia, D., Rahayu, D., Setiaji, B., Suhadarliyah, Sarfina, Ansar CS, Syahruddin, Amiruddin, & Ika Yuniwati. (2024). PENGANTAR METODOLOGI PENGABDIAN MASYARAKAT. https://www.researchgate.net/publication/378870237
  15. Salma, A. M., Izza, D. N., Dimas, F. R., Nurul, R. M., Makkih, T., & Hyangsewu, P. (2023). BULLYING DAN PELECAHAN SEKSUAL DI LEMBAGA PESANTREN.