Isi Artikel Utama

Abstrak

Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal menjadi strategi penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan menciptakan nilai tambah ekonomi melalui pengembangan komoditas pertanian. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Ile Boli dalam melakukan hilirisasi pisang melalui inovasi minuman fermentasi berbasis kearifan lokal sekaligus mendorong pengembangan usaha masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Juni 2024 di Desa Ile Boli Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri atas petani pisang pengrajin atau kelompok usaha perempuan atau ibu rumah tangga dan pemuda. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi persiapan sosialisasi pelatihan praktik pengolahan pendampingan monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan dan keterampilan praktik peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 30% menjadi 70% dan keterampilan praktik dari 40% menjadi 90%. Kegiatan juga menghasilkan 100 botol minuman fermentasi pisang dengan harga jual awal Rp10.000 per botol dan nilai penjualan awal sebesar Rp1.000.000 serta mendorong terbentuknya tiga kelompok usaha masyarakat. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi pisang melalui inovasi berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan kapasitas masyarakat menciptakan nilai tambah komoditas lokal dan membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi desa. Keberlanjutan pengembangan produk masih memerlukan pendampingan dalam standardisasi produksi pengujian keamanan produk pengemasan legalitas manajemen usaha dan pemasaran.

Kata Kunci

pemberdayaan masyarakat hilirisasi pisang minuman fermentasi kearifan lokal ekonomi desa

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Bidi, M. A., Susu, M. T., Tokan, F. B., & Medho, Y. F. (2026). Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Minuman Fermentasi Pisang Berbasis Kearifan Lokal Desa Ile Boli. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(3), 974–986. https://doi.org/10.30651/aks.v10i3.28061

Referensi

  1. Ahmad, S. R., Shadbolt, N., & Reid, J. (2024). Collective action for rice smallholder’s value chain: Insight from Yogyakarta, Indonesia. Journal of Co-Operative Organization and Management, 12(1), 100236. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jcom.2024.100236
  2. Asmy, A. E., Rauf, A., Rahmawaty, Badaruddin, & Khasanah, M. (2024). Reformulation of Persimmon Value-Added Model : Product Downstream Development Strategy for Farmers in.
  3. Endah, K. (2020). Pemberdayaan Masyarakat : Menggali Potensi Lokal Desa. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 6(1), 135–143. https://jurnal.unigal.ac.id/moderat/article/view/3319/2914
  4. Freire, P. (1970). Pedagogy of the Oppressed. Continuum.
  5. Haris, M. (2019). Problematika Pemberdayaan Masyarakat Miskin. Jurnal At-Taghyir: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Masyarakat Desa, 2(1), 46–63.
  6. Hermiatin, F. R., Handayati, Y., & Perdana, T. (2022). Creating Food Value Chain Transformations through Regional Food Hubs : A Review Article.
  7. Hidayati, D. R., Garnevska, E., & Childerhouse, P. (2023). Enabling sustainable agrifood value chain transformation in developing countries. Journal of Cleaner Production, 395, 136300. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2023.136300
  8. Ieke Wulan Ayu1, Siti Nurwahidah, Y. H. (2021). STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS LOKAL UNTUK PENERAPAN ONE VILLAGE ONE PRODUCT (OVOP) DI KABUPATEN SUMBAWA. 5, 306–314.
  9. Ife, J., & Tesoriero, F. (2006). Community Development: Community-based Alternatives in an Age of Globalisation (3rd ed.). Pearson Education Australia.
  10. Jepinus, Y. F. (2024). DIANMAS BHAKTI : Jurnal Pengabdian pada Masyarakat. DIANMAS BHAKTI: Jurnal Pengabdian Pada Masyaraka, 1(1), 1–6. file:///C:/Users/hp 645 g1/Downloads/DIANMAS+BHAKTI+HAL+1-6.pdf
  11. John Friedmann. (1992). Empowerment: The Politics of Alternative Development. Blackwell.
  12. Kruahong, S., Tankumpuan, T., Kelly, K., Davidson, P. M., & Kuntajak, P. (2023). Community empowerment: A concept analysis. Journal of Advanced Nursing, 79(8), 2845–2859. https://doi.org/https://doi.org/10.1111/jan.15613
  13. Liu, L., Ross, H., & Ariyawardana, A. (2023). Building rural resilience through agri-food value chains and community interactions: A vegetable case study in wuhan, China. Journal of Rural Studies, 101, 103047. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2023.103047
  14. Muslimin, S. R., Said, N. M., & Syakhruddin, D. N. (2024). Program Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Dalam Memajukan Perekonomian Desa Leubatang di Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur. Jurnal Berita Sosial, 9(1), 83–94.
  15. Setiadi MB, P. G. (2022). Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Melalui Program Desa Wisata Genilangit (Studi di Desa Wisata Genilangit Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan). Publika, 10, No. 3, 881–894.
  16. Sumaryadi, I. (2005). Perencanaan Pembangunan Partisipatif. Bumi Aksara.
  17. Terera, K., Mangwende, S., & Nyoni, J. (2024). Unpacking the Zimbabwean Smallholder Banana Farmers ’ Dilemma along Value Chains : A Survey in Mutasa District. XI(2321). https://doi.org/10.51244/IJRSI
  18. United Nations Development Programme (UNDP). (2020). Human Development Report 2020: The next frontier Human development and the Anthropocene.

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.