Studi Etnografi Gerakan Dakwah Di Sidoarjo

Authors

  • Muhammad Wahid Nur Tualeka
  • Romelah Romelah

DOI:

https://doi.org/10.30651/ah.v7i1.8534

Keywords:

Muhammadiyah Sidoarjo, pengembangan dakwah

Abstract

Muhammadiyah adalah salah satu dari dua asosiasi Islam yang signifikan di Indonesia. Sejak didirikan pada tanggal 18 November 1912 di Yogyakarta oleh K.H. Ahmad Dahlan Muhammadiyah dikenal sebagai Pembina Dakwah Islam 'Amar ma'ruf nahi munkar (menyambut kebaikan dan mencegah keburukan) untuk mengkomunikasikan pelajaran Islam dari perspektif humanis dan kembali kepada Al-Qur'an dan Hadits, karena model pembangunan ini menjadikan Muhammadiyah kurang penting bagi kelompok umat Islam secara keseluruhan, karena keteladanan masyarakat Jawa yang kental dengan adat Hindu dan Buddha yang berpadu dalam sifat-sifat keislaman duniawi. Motivasi di balik pemeriksaan ini adalah untuk memutuskan model pengembangan dakwah ketat Muhammadiyah di Rezim Sidoarjo. Dengan menggunakan cara subjektif untuk menghadapi model etnografi, berarti menggambarkan keadaan perkembangan dakwah Muhammadiyah yang ketat. Kajian ini dibatasi pada bagaimana model pengembangan dakwah Muhammadiyah yang tegas di tingkat cabang dan cabang Muhammadiyah di Rezim Sidoarjo. Kebetulan, dari hasil pemeriksaan, sangat baik dapat dilacak bahwa model pengembangan dakwah ketat Muhammadiyah di tingkat cabang dan cabang dimulai dari pembangunan sosial, khususnya membuat gerakan nyata untuk membantu daerah sekitarnya.

Published

2021-06-15

Issue

Section

Artikel