Overview of Survey Results of the Healthy Indonesia Program with a Family Approach In the area of Penggaron Lor, Semarang

Aisyah Lahdji

Abstract

ABSTRACT

Health Development Index (HDI) greatly influences health status. Efforts to achieve healthy development are carried out by implementing Healthy Indonesia Program with A Family Approach (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga or PIS-PK). The implementation of the PIS-PK was established with 12 main indicators, which aimed at improving the quality of life. The purpose of this study was to find out family health problems by identifying problems and analyzing the causes of health problems in the working area of Bangetayu Public Health Care (RW I, RT 5, 6, 7, 8, and 9) in Penggaron Lor, Semarang. This research is observational descriptive with a cross-sectional approach through interviews and filling in family health profile data in RW I, RT 5, 6, 7, 8, and 9. The problem obtained from the interview was an analysis of the causes of the problem using the L-Green Theory. The survey results showed that the health indexes with healthy categories consisted of 29 families, pre-healthy 113 families, and unhealthy 14 families, with three lowest indicators of PIS-PK are hypertension without regular medication (22%), no family members smoke (39%) and families join the family planning program (37%). In conclusion, there are three problems from 12 healthy family indicators occur in Penggaron Lor, which are families who participate in the family planning program, hypertensive patients who take regular medication, and no family members who are smokers.

 

Keywords                   : PIS-PK, healthy family, Penggaron Lor

Correspondence          : lahdjiaa@yahoo.com

 

ABSTRAK

Derajat Kesehatan merupakan salah satu unsur penting dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Upaya  mencapai pembangunan kesehatan dilakukan dengan melaksanakan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Penyelenggaraan PIS-PK ditetapkan dengan adanya 12 indikator utama yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia, dengan mengutamakan pelayanan promotif dan preventif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui masalah kesehatan keluarga dengan mengidentifikasi masalah dan menganalisis penyebab masalah kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Bangetayu, RW 1 (RT 5, 6, 7, 8, dan 9), Kelurahan Penggaron Lor, Semarang. Penelitian ini termasuk deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional melalui wawancara dan pengisian data profil kesehatan keluarga di wilayah RW I (RT 5, 6, 7, 8, dan 9). Penyebab pada masalah yang didapatkan dari wawancara dianalisis menggunakan Teori L-Green. Hasil survei menunjukkan warga wilayah RW I (RT 5, 6, 7, 8, dan 9), Kelurahan  Penggaron Lor, Semarang berindeks kesehatan dengan kategori sehat sebanyak 29 Kepala Keluarga (KK), pra sehat 113 KK, dan tidak sehat 14 KK,  dengan 3 indikator terendah PIS-PK yaitu hipertensi yang tidak melakukan pengobatan secara teratur (22 %), anggota keluarga tidak ada yang merokok (39 %) dan keluarga mengikuti program KB (37%).  Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat 3 masalah dari 12 indikator keluarga sehat yang terjadi di Kelurahan Penggaron Lor yaitu keluarga mengikuti program KB, penderita hipertensi yang berobat teratur, dan tidak ada anggota keluarga yang merokok.

 

Kata Kunci                 : PIS-PK, Keluarga Sehat, Penggaron Lor

Korespondensi            : lahdjiaa@yahoo.com

Keywords

PIS-PK, Health Family, Penggaron Lor

Full Text:

PDF

References

Ahmadi, A. (2005). Unmet Need For Family Planning in Iran. Tehran: Tehran University.

Fauziah, A. (2016). Keluarga Sehat Berdasarkan Pendekatan Keluarga di RW 03 Kelurahan Mojosongo Surakarta Tahun 2016. Surakarta: Akademi Kebidanan Mamba'ul Ulum.

Gama, I., Saemidi, & Harini, I. (2014, Februari). Faktor Penyebab Ketidakpatuhan Kontrol Penderita Hipertensi. Retrieved from http://poltekkes-denpasar.ac.id/files/JURNAL%20GEMA%20KEPERAWATAN/DESEMBER%202014/ARTIKEL%20I%20Ketut%20Gama%20dkk,%202.pdf

Green, L. (2011). Health Promotion Planning An Educational and Enviromental Approach. London: Mayfield Publishing Company.

Kemenkes RI. (2016). Pedoman Umum Program Indonesia Sehatn dengan Pendekatan Keluarga. Jakarta: Kementerian Kesehatan Reupblik Indonesia.

Kozier. (2010). Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC.

Kusumaningrum, I., Priyadi, N., & Syamsulhuda, B. (2018). Faktor Yang Berhubungan dengan Perilaku Kepala Keluarga dalam Menerapkan Deklarasi Kawasan Dilarang Merokok (KDM). Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 6, No. 5, 741-750.

Laelasari, E., Anwar, E., & Soerachman, R. (2017). Evaluasi Kesiapan Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Jurnal Ekologi Kesehatan.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Purnomo, B., Roesdiyanto, & Rara, W. (2017). Hubungan Faktor Predisposisi, Faktor Pemungkin dan Faktor Penguat dengan Perilaku Merokok Pelajar SMKN 2 Kota Probolinggo Tahun 2017. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang.

Puskesmas Bangetayu. (2018). Profil Puskesmas Bangetayu Tahun 2018. Semarang: Puskesmas Bangetayu Semarang.

Puspita, E., Eka, O., & Yunita, D. (2017). Peran Keluarga dan Petugas Kesehatan Dalam Kepatuhan Pengobatan Penderita Hipertensi di Puskesmas Gunungpati Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia , 25-32.

Sulikhah, Djiko, N., & Yudhy, D. (2016). Hubungan Beberapa Faktor Pasangan Usia Subur (PUS) dengan Unmet Need Keluarga Berencana (KB) di Desa Penungkulan Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Tahun 2016. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5, No. 4, 265-273.

Syaifulloh, N. (2013). Studi Peranan Tokoh Agama dan Perilaku Merokok Santri di Pondok Pesantren Al-Islah Desa Bandar Kidul Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Jurnal Promosi dan Pendidikan Kesehatan Indonesia Vol. 1, No. 2, 124-131.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/jqm.v3i2.2612