Autopsi Verbal pada Kasus Kematian Mendadak di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Dr. Soetomo pada 1 November 2017 - 30 November 2017

Ambarini Isa Pratiwi

Abstract

ABSTRAK

Kematian mendadak biasanya terjadi pada orang-orang yang merasa sehat dan tidak memiliki keluhan sebelumnya. Sebab kematian pada kasus kematian mendadak perlu dikonfirmasi oleh dokter secara legal pada surat keterangan kematian. Dalam rangka menentukan sebab kematian kasus kematian mendadak harus melakukan autopsi. Namun, pelaksanaan autopsi pada kasus kematian mendadak sangat kecil. Berdasarkan data di Instalasi  Kedokteran Forensik RSUD Dr. Soetomo periode 2014-2016, hanya sekitar 12% kasus kematian mendadak yang dilakukan autopsi. Autopsi verbal dikembangkan untuk menentukan sebab kematian jenazah tanpa autopsi. Penggunaan autopsi verbal diharapkan dapat digunakan untuk menentukan sebab kematian yang valid sehingga pencatatan kematian di rumah sakit akan semakin baik. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional berdasarkan data primer hasil wawancara kepada keluarga 20 sampel jenazah yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini dilakukan pada jenazah kasus kematian mendadakdi Instalasi Kedokteran Forensik pada 1 November 2017 – 30 November 2017. Dari 20 jenazah kasus kematian mendadak, 75% jenazah merupakan jenazah laki-laki. Kejadian kematian mendadak didominasi kelompok usia 40-60 tahun (50%). Sebab kematian mendadak didominasi sebab kematian terkait sistem kardiovaskular (55%). Pada penelitian autopsi verbal pada kasus kematian mendadak, laki-laki mempunyai risiko lebih tinggi dibandingkan perempuan dan angka kejadian akan meningkat seiring bertambahnya usia. Penyebab kematian pada kasus kematian mendadak banyak ditemukan pada kematian terkait sistem kardiovaskular, sistem respiratori, sistem saraf pusat, sistem pencernaan dan SIDS.

Kata kunci: Kematian mendadak, autopsi verbal, sebab kematian.

 

ABSTRACT

Sudden death is common and usually happen to a people who are feeling healthy and having no symptom before. Any suspicions about the cause of sudden death are need to be confirmed by the doctor with the legal cause of death written in the letter of death. In order to confirm the cause of sudden death the doctor has to held an autopsy. Unluckily, there is only little number of an autopsy are held in the case of sudden death. Based on the data in Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Dr. Soetomo, an autopsy are held only about 12% from all the case of sudden death in the periode 2014-2016. Autopsy verbal are developed in order to define the cause of death without an autopsy. The used of an autopsy verbal expected to define a valid cause of death therefore the death registration in the hospital will be good. This research used observasional descriptive study which use primary data collected from the interview records with the family of the dead body involving a sample of 20 dead body after considering the inclusion and exclusion criteria. The study was conducted in the dead body who were on sudden death case admitted to Instalasi Kedokteran Forensik from November, 1st 2017-November, 30st 2017. Out of 20 patients with sudden death case, 75% was male. The incidence of sudden death was dominated by 40-60 years age group (50%). The cause of the sudden death was dominated by the cardiovascular system (55%). In this study of the autopsy verbal on sudden death, males were more at risk than females where the incidence was increased by the increasing of the age. The cause of sudden death were mostly found in the cardiovascular system, followed by respiratory system, central nervous system, digestive system, and SIDS.

 

Keywords: Sudden Death, Autopsy Verbal, Cause of death.

 

Correspondence: Ambarini Isa Pratiwi, Jln. Serayu BH-12, Wisma Troposo, Waru, Sidoarjo Phone: 085785406614; E-mail: ambrnsprtw@gmail.com

References

Apuranto, H., Mutahal, (2012). Buku Ajar Kedokteran Forensik dan Medikolegal.Departemen Ilmu Kedokteran Forensik

dan Medikolegal. Surabaya. Edisi 8, Hal: 178-190.

Isselbacher, KJ. et al., (1999). Harris PrinsipPrinsip

Ilmu Penyakit Dalam (Harrison’s Principles Of Internal

Medicine). Jakarta : EGC.

Lulu, Kidest; Berhane, Yemane, (2005). Theuse of simplified verbal autopsy in identifying cause of adult death in predominantly rural population in Eithopia.

http://www.biomedcentral.com/14712458/5/58.

Diakses tanggal 20 September 2017.

Permatadewi, Gusti Agung Ayu Lyska,Yulianti, Kunti, (2017). Penyebab Kematian Mendadak di RSUP Sanglah

Denpasar, Denpasar : E-Jurnal Medika, 2017:Vol. 6(1).

Ruzicka LT, Lopez AD, (1990). The use of cause-of-death statistics for health situation assessment: national and

international experiences. World Health Stat Q 43(4) pp.249-58.

Suciningtyas, Martiana, (2008). Buku Ajar Kedokteran Forensik : Death Certification. Yogyakarta, FK UGM.

Supit, Gilbert, Tomuka, Djemi, Siwu, James,(2016). Hubungan antara Usia dengan Kejadian Kematian Mendadak di RSUP Prof. Dr. R. D Kandou Manado periode Mei 2015 – April 2016, J. e-Clinic.

Yandi, Fahriza, Riana, Elly, (2009). Roman’s Forensic. Banjarmasin : Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas

Lambung Mangkurat.

Wulansari, Juwita, (2011). Penyebab Kematian Mendadak di Kota Medan Tahun 2008-2010.Medan:Fakultas Ilmu Kedokteran USU.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/jqm.v2i2.1089