Model Pembelajaran Kooperatif Untuk Menumbuhkan Nilai Moral Siswa Sekolah Dasar

Badruli Martati

Sari

Abstrak: Pokok pikiran keempat Pembukaan UUD 1945 mewajibkan pemerintah dan para penyelenggaran negara untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. Cita-cita luhur bangsa Indonesia tersebut tertuang dalam pasal 3 Undang-Undang No. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003. Tujuan tersebut dapat dilaksanakan melalui mata pelajaran PKn yang dapat mendukung pendidikan dalam menjadikan warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Karena seorang guru-setiap kata, pikiran, tindakan  dan asosiasinya  menjadi berarti bagi siswa. Untuk itu guru perlu memiliki kemampuan menerapkan model-model pembelajaran inovatif. Salah satu model pembelajaran yang baik digunakan adalah pembelajaran kooperatif. Slavin menyatakan pembelajaran koperatif, memiliki banyak perbedaan bentuk (tipe), tetapi semuanya melibatkan siswa yang bekerja dalam kelompok kecil atau tim yang saling membantu satu sama lain dalam mempelajari materi akademik. Dalam model pembelajaran kooperatif dapat ditemukan pendidikan nilai moral yaitu: siswa belajar sesuatu, terdapat penghargaan terhadap kelompok, tanggung jawab perseorangan, kesempatan yang sama untuk berhasil, belajar itu menyenangkan, bekerja berpasangan, bekerja kelompok dan lain - lain.

Kata kunci: model pmbelajaran, PKn, guru,  kooperatif, nilai moral

Abstract: The idea of awakening the 1945 Constitution obliges the government and the state to maintain the noble humanitarian character of the noble and full of the moral ideals of the lofty people. The noble ideals of the Indonesian nation are contained in article 3 of Law no. 20 on the National Education System Year 2003. The objective can be implemented through Civics subjects that can support education in realizing democratic and responsible citizens. Because a teacher - every word, thought, action and association becomes a means for students. For that teachers need to have the ability to apply innovative learning models. One of the good learning models used is cooperative learning. Slavin states cooperative learning, has many different forms (types), but all involve students working in small groups or teams that help each other in learning materials. In the cooperative learning model can be found moral education that is: students learn something, there are awards to the group, individual responsibility, equal opportunity for success, learning is fun, work in pairs, work groups and others.

Keywords: model of learning, Civics, teacher, cooperative, moral

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Davis, Barbara Gross,. “Cooperative Learning:Students Working in Small Groups”,

http://web.stanford.edu / dept/CTL/ Newsletter/cooperative.pdf diakses

-3-2016

Felder, Richard M and Rebecca, “Cooperative Learning” http://www4.ncsu.edu/

unity/lockers/ users/f/felder/public/Papers/CLChapter.pdf diakses 17-3-

Gillies, Robyn and Michael Boyle, http://sydney.edu.au/education_social_work/ professional_learning/ resources/papers/slc-2013/cooperative-learning.pdf diakses 3-3-2016

Hidayat. Rakhmat. 2013. “Pedagogi Kritis: Sejarah, Perkembangan dan

Pemikiran”. Jakarta: PT Grafindo Rajawali Perkasa.

Jihad, Asep., M. Asep & Muchlas Rawi, Noer Komarudin. 2010. “Pendidikan Karakter Teori dan Implementasi. “ Jakarta:Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Johnson and Johnson, “Positive Interdependence, Individual Accountability, Promotive Interaction: Three Pillars of Cooperative Learning. “ https://www.uwstout.edu/soe/profdev/resources/upload/acl_piiapi.pdf diakses 3-3-2016

Lickona, Thomas. 2015. Pendidikan Karakter: Panduan Lengkap Mendidik Siswa

Menjadi Pintar dan Baik. Bandung: Nusa Media.

Pribadi, Benny A. 2009. Model Desain Sistem Pembelajaran .Jakarta: PT Dian

Rakyat.

Setiono, Kusdwiratri. 2009. Psikologi Perkembangan. Bandung: Widya Padjajaran. Slavin, Robert E.

‘http://www.successforall.org/successforall/media/pdfs/instruction-based- on-cooperative-learning-09-24-09.pdf diakses 3-3-2016

Sukadi, I Wayan., 2006. Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pendidikan Demorasi Berbasis Kompetensi Untuk Sekolah Dasar Dalam Rangka “Nation And Character Building” dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran, dalam Dasim Budimansyah dan Syaifullah Syam, “Pendidikan Nilai Moral Dalam Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan,” Bandung: Lab PKn FPIPS-UPI.

Syahri, M. 2013. Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Green Moral, Bandung:

Widya Aksara Press.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem

Pendidikan Nasional. http://www.ttuhsc.edu/sop/ctlt/compass/learningtheories.pdf diakses 7-4-2016 http://www.jku.at/org/content/e54521/e54528/e54529/e178059/Bandura_SocialLe

arningTheory_ger.pdf diakses 7-3-2016.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/else.v2i1.1405

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.