DETERMINAN WILLINGNESS TO PAY RUMAH TIPE 36 KABUPATEN BANTUL

Nugraheni Rintasari, Rifki Khoirudin

Sari

ABSTRACT

In general, willingness to pay (WTP) or desire to pay is defined as the amount that a consumer can pay to obtain a good or service. In this study, willingness to pay is devoted to the purchase of type 36 homes in Bantul District. This study intends to answer questions about the attributes that consumers favored related to type 36 homes in Bantul District. There are seven attributes tested in this research, namely location, security, facilities, payment, design, placement, and price. The location is divided into four options, namely proximity to the school, proximity to the workplace, proximity to shopping centers, and proximity to health facilities. For security, provided two options, namely guarded security guards and not guarded. The facility attributes are divided into three namely the availability of sports facilities, places of worship, and playground. For the payment offered two options, namely credit and cash. The design is divided into two namely luxury and minimalism. For the landing is divided into three, namely front, center, and rear. The last factor is price, divided into three namely Rp 300.000.000,00, Rp 350.000.000,00, and Rp 400.000.000,00.

The data are sourced from questionnaires distributed to 116 respondents in Bantul District, Special Province of Yogyakarta. Respondents of this research are employees of government and private organizations working in Bantul District. Further data is processed and analyzed using conjoint analysis. For all respondents who are permanent employees, both public and private with an income level ranging from Rp 3,000,000.00 to Rp 5.000.000,00 have willingness to pay for type 36 homes with consideration of location close to the workplace, guarded security, there are play facilities, can be paid on credit, luxury design with the location at the back, and the price ranges from Rp 300.000.000,00.

Keywords                   : Willingness to Pay, Home Stay, House type 36

Correspondence to      : rifki.khoirudin@ep.uad.ac.id

 

ABSTRAK 

Secara umum willingness to pay (WTP) atau keinginan untuk membayar didefinisikan sebagai jumlah yang dapat dibayarkan seorang konsumen untuk memperoleh suatu barang atau jasa.  Dalam penelitian ini, willingness to pay dikhususkan pada pembelian rumah tipe 36 di Kabupaten Bantul. Penelitian ini bermaksud menjawab pertanyaan mengenai atribut yang disukai konsumen terkait rumah tipe 36 di Kabupaten Bantul. Ada tujuh atribut yang diuji dalam penelitian ini, yaitu lokasi, keamanan, fasilitas, pembayaran, desain, perletakan, dan harga. Lokasi dibagi menjadi empat pilihan, yaitu kedekatan dengan sekolah, kedekatan dengan tempat kerja, kedekatan dengan pusat perbelanjaan, dan kedekatan dengan fasilitas kesehatan. Untuk keamanan, disediakan dua pilihan, yaitu dijaga satpam dan tidak dijaga satpam. Atribut fasilitas dibagi menjadi tiga yaitu ketersediaan fasilitas olahraga, tempat ibadah, dan tempat bermain. Untuk pembayaran ditawarkan dua pilihan, yaitu kredit dan tunai. Desain dibagi menjadi dua yaitu mewah dan minimalis. Untuk perletakkan dibagi menjadi tiga, yaitu depan, tengah, dan belakang. Faktor terakhir yaitu harga, dibagi menjadi tiga yaitu Rp 300.000.000,00, Rp 350.000.000,00, dan Rp 400.000.000,00.

Data bersumber dari kuesioner yang disebarkan kepada 116 responden di Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Responden penelitian ini adalah karyawan organisasi pemerintah maupun swasta yang bekerja di Kabupaten Bantul. Selanjutnya data diolah dan dianalisis menggunakan analisis konjoin. Untuk responden yang keseluruhannya merupakan pegawai tetap, baik negeri maupun swasta dengan tingkat penghasilan berkisar antara Rp 3.000.000,00 hingga Rp 5.000.000,00 memiliki willingness to pay untuk rumah tipe 36 dengan pertimbangan lokasi yang dekat dengan tempat kerja, dijaga satpam, terdapat fasilitas bermain, dapat dibayar secara kredit, desain mewah dengan letak di belakang, dan harga berkisar Rp 300.000.000,00.

Kata kunci                   : Willingness to Pay, Rumah Tinggal, Rumah tipe 36

Korespondensi             : rifki.khoirudin@ep.uad.ac.id

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Anggreini, Febri, 2011, “Analisis Preferensi Konsumen Rumah di Bale Agung Residence Kabupaten Sleman”, Tesis S-2, Program Pascasarjana,Universitas Gadjah Mada.

Arsyad, Lincolin, 2000, Ekonomi Manajerial: Ekonomi Mikro Terapan untuk Manajemen Bisnis, edisi 3, BPFE, Yogyakarta.

Bond, Sandy, 2000, “Conjoint Analysis: Assessing Buyer Preferences for Property Attributes to Assist with the Estimation of Land Contamination Stigma”, Australian Land Economic Review, volume 1, 1-33.

Drachman, Zakiyah, 2009, “Preferensi Konsumen dalam Membeli Rumah di Kota Ambon Pasc Konflik”, Tesis S-2, Program Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada.

Fajria, Dini Lestari, 2009, “Preferensi Konsumen dalam Membeli Rumah, Tipe Menengah Sederhana di Kota Bandung”, Tesis S-2, Program Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada.

Ghozali, Imam, 2011, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19, Badan Penerbit Universitas Dipenogoro, Semarang

Griffin, Ricky W. and Ebert, Ronald J., 2007, Bisnis, Edisi kedelapan, alih Bahasa Sita Wardhani, Erlangga, Jakarta

Hidayati, Wahyu dan Harjanto, B., 2001, Konsep Dasar Penilaian Properti, Edisi pertama, BPFE, Yogyakarta.

Iman, Abdul H M., Pieng, Fu Y, and Gan, Christopher, 2012, “A Conjoint Analysis of Buyers’ Preferences for Residential Property”, International Real Estate Review, Vol. 15 No. 1: pp. 73 – 105.

Leszczyńska, Agnieszka (2014). Willingness to Pay for Green Products vs Ecological Value System. International Journal of Synergy and Research, Vol. 3, p. 67–77

Mardiasmo, 2004. Akuntansi Sektor Publik. Andi Offset. Yogyakarta.

Millock, K., Hansen, L.G. Wier, M., Anderson, L.M. (2002). Willingness to Pay for Organic products: A Comparison between Survey Data and Panel Data from Denmark, AKF Denmark.

Perdhana, Putri, 2013, “Pola Atribut yang Mempengaruhi Preferensi Konsumen dalam Membeli Rumah Tipe Menengah di Kecamatan Tembalang Kota Semarang Tahun 2012”, Tesis S-2, Program Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada.

Reksohadiprodjo, Sukanto dan Karseno, A. R., 1997. Ekonomi Perkotaan. Yogyakarta : BP Fakultas Ekonomi UGM.

Scarpa, R., and Willis, K., (2010). Willingness-to-pay for renewable energy: Primary and discretionary choice of British households’ for micro-generation technologies, Energy Economics, Vol. 32, 129-136

Supranto, J., 2004, Analisis multivariate: Arti dan Interpretasi, Rineka Cipta, Jakarta.

Tan,Teck Hong, 2011. Measuring the willingness to pay for houses in a sustainable neighborhood, MPRA Paper No. 30446, 09:49 UTC

Triwahyuningsih, Nanik, 2007, “Preferensi Konsumen dalam Membeli Rumah di Wilayah Perkotaan Kabupaten Sleman”, Tesis S-2, Program Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada.

Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1992

Whitehead, J.C., 2005, Combining Willingness to Pay and Behavior Data With Limited Information, Resource and Energy Economics, Vol. 27, 143– 15

Wong, Maisy, 2013, “Estimating Ethnic Preferences Using Ethnic Housing Quotas in Singapore”, Review of Economic Studies 1–37.

www.bps.go.id

Yudohusodo, Siswono, dkk. (1991), Rumah untuk Seluruh Rakyat, INKOPPOL, Jakarta

Zinas, Bako Zachariah dan Mahmud Bin Mohd Juan, 2010, Choice Behaviour of Housing Attributes: Theory and Measurement. FSPU UiTM.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.