Nilai Organoleptik Kue Lumpur Berbahan Kentang (Solanum Tuberosum L.) Tanpa Kulit Dan Dengan Kulit Sebagai Media Edukasi Sumber Zat Besi Pada Masyarakat

Tri Agustina

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai organoleptic kue lumpur kentang (Solanum tuberosum L.) dengan kulit dan tanpa kulit. Jenis penilitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap. Uji organoleptik dilakukan melalui uji hedonik terhadap 3 jenis kue yaitu kue lumpur tepung (X1), kue lumpur kentang tanpa kulit (X2) dan kue lumpur kentang dengan kulit (X3). Data uji hedonik dianalisis dengan uji Friedman pada taraf nyata 5% menggunakan SPSS 21. Jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai organoletik kue lupur, yaitu:  (1) perlakuan x2 untuk warna memperoleh nilai 4 yang termasuk dalam kategori suka; (2)  perlakuan x2 dan x3 untuk aroma memperoleh nilai 4 yang termasuk dalam kategori suka; (3)  perlakuan x2 untuk tekstur memperoleh nilai 4,44 yang termasuk dalam kategori suka, dan (4) perlakuan x2 untuk rasa memperoleh nilai 4,33 yang termasuk dalam kategori suka. secara keseluruhan responden lebih menyukai organoleptik kue lumpur pada perlakuan X2 dengan nilai 4,56 yang termasuk dalam kategori suka. Hasil uji statistik Friedman diperoleh nilai p < 0,05, sehingga Ho dotolak dan Ha diterima artinya terdapat perbedaan yang signifikan nilai organoleptik kue lumpur berbahan kentang tanpa kulit dan kentang dengan kulit. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah (1) nilai organoleptik kue lumpur yang paling disukai oleh responden adalah kue lumpur berbahan kentang (Solanum tuberosum L.) tanpa kulit, (2) ada perberbedaan yang signifikan nilai organoleptik kue lumpur berbahan kentang (Solanum tuberosum L.) tanpa kulit dan kentang (Solanum tuberosum L.) dengan kulit, dan (3) hasil penelitian dapat digunakan sebagai media edukasi sumber zat besi pada masyarakat dalam bentuk pamflet.

Keywords

Kentang, Kue lumpur, Media edukasi, Oganoleptik, Zat besi

Full Text:

PDF

References

Abduh, Mohammad Syaltut. 2020. Uji Coba PenggunaanTempe Sebagai Pengganti Kentang dalam Pembuatan Kue Lumpur. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 25 (1) : 11

Anova, Inda Three dkk. 2014. Substitusi Tepung Terigu dengan Tepung Kentang (Solanum Sp) pada Pembuatan Cookies Kentang. Jurnal Litbang, 4 (2) : 125, 129

Arifin, Sri Utami, Nelly Mayulu dan Julia Rottie. 2013. Hubungan Asupan Zat Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Anak Sekolah Dasar Di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Ejournal Keperawatan (e-Kp), 1 (1)

Fajiarningsih, Hernawati. 2013. Pengaruh Penggunaan Komposit Tepung Kentang (Solanum tuberosum L) terhadap Kualitas Cookies. Skripsi Tidak Dipublikasikan. Universitas Negeri Semarang

Goma, Mochamad Satrio. 2012. Pengaruh Pemberian Pamflet Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Inisiasi Menyusu Dini. Skripsi Tidak Dipublikasikan. Universitas Diponegoro Semarang

Hapsari, Adelya Putri dan Niken Purwidiani. 2018. Pengaruh Proporsi Bahan Utama (Puree Kacang Merah Dan Tepung Terigu), Dengan Puree Ubi Madu Terhadap Sifat Organoleptik Kue Lumpur. Jurnal Tata Boga, 7 (2) : 2

Kalsum, Ummi dan Raden Halim. 2016. Kebiasaan Sarapan Pagi Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja di SMA Negeri 8 Muaro Jambi. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains, 18 (1) : 18

Kenang, Maissy C dkk. 2018. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Ibu Hamil dalam Mengkonsumsi Tablet Besi (Fe) di Puskesmas Sawang Kabupaten Siau Tagulandang Biaro. Jurnal Kesmas, 7 (5)

Laila, Rahmi. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Fisika Pengertian. Makalah

Laksmi, R. T., A.M. Legowo dan Kusrahayu. 2012. Daya Ikat Air, Ph dan Sifat Organoleptik Chicken Nugget yang Disubstitusi dengan Telur Rebus. Animal Agriculture Journal, 1 (1) : 456

Lean, Michele E. J. 2013. Ilmu Pangan, Gizi & Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Lestari, Sri dan Pepi Nur Susilawati. 2015. Uji Organoleptik Mi Basah Berbahan Dasar Tepung Talas Beneng (Xantoshoma Undipes) untuk Meningkatkan Nilai Tambah Bahan Pangan Lokal Banten. PROS SEM NAS MASY BIODIV INDON, 1 (4) : 944

Lolita, Lola. 2019. 8 Cara membuat kue lumpur, sederhana, enak, lembut & ekonomis. https://brilicious.brilio.net/masak-yuk/8-cara-membuat-kue-lumpur-sederhana-enak-lembut-ekonomis-191003e.html diakses pada 7 Oktober 2020

Marfuah, Dewi dan Dewi Pertiwi Dyah Kusudaryati. 2016. Efektifitas Edukasi Gizi Terhadap Perbaikan Asupan Zat Besi pada Remaja Putri. PROFESI, 14 (1) : 6

Merawati, Desiana dkk. 2012. Uji Organoleptik Biskuit Dan Flake Campuran Tepung Pisang dengan Kurma Sebagai Suplemen Bagi Olahragawan. Jurnal TIBBS (Teknologi Industri Boga dan Busana), 3 (1) : 9

Midayanto, Dedy Nur dan Sudarminto Setyo Yuwono. 2014. Penentuan Atribut Mutu Tekstur Tahu untuk Direkomendasikan sebagai Syarat Tambahan dalam Standar Nasional Indonesia. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 2 (4) : 265

Moll, Rachel and Bernard Davis. 2017. Iron, vitamin B12 and folate. Medicine 45:4

Murtiningsih dan Suyanti. 2011. Membuat Tepung Umbi dan Variasi Olahannya. Jakarta : PT AgroMedia Pustaka

Negara, J. K. dkk. 2016. Aspek Mikrobiologis serta Sensori (Rasa, Warna, Tekstur, Aroma) pada Dua Bentuk Penyajian Keju yang Berbeda. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan, 4 (2) : 290

Paendong, Florencia T dkk. 2016. Profil Zat Besi (Fe) pada Ibu Hamil dengan Anemia di Puskesmas Bahu Manado. Jurnal e-Clinic (eCl), 4 (1) : 369-370

Prita. 2010. Pentingnya Pengetahuan Gizi bagi Masyarakat: "Jangan Jadi Tong Sampah!". https://www.itb.ac.id/news/2754.xhtml diakses pada 7 Oktober 2020

Singgih, Widian Dharma dan Harijono. 2015. Pengaruh Subtitusi Proporsi Tepung Beras Ketan dengan Kentang pada Pembuatan Wingko Kentang. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 3 (4) : 1575, 1581

Tarwendah, Ivani Putri. 2017. Jurnal Review: Studi Komparasi Atribut Sensoris dan Kesadaran Merek Produk Pangan. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 5 (2) : 68

Thurnham, David I. 2013. Nutrition of Adolescent Girls in Low and Middle Income Countries in Sight and Life. Sight and life, 27 (3) : 26


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/pb:jppb.v9i2.13606