ANALISA KELAYAKAN ALUR PELAYARAN (STUDI KASUS PELABUHAN NAGAN)

Andik Suhariyadi

Abstract

ABSTRACT

The port is one of the transportation infrastructure that is vital for a region, its also to Kabupaten Nagan Aceh. Since the development of the region Nagan is supported by oil palm plantations that still use Sea port of Meulaboh ( Aceh Barat ) and port Susoh ( Aceh Barat Daya ) as a distribution port CPO result of oil palm plantation area Nagan. The difficulties encountered are far away from port locations conveniently place palm oil processing , thus requiring a greater cost for transporting CPO from Nagan Raya to the port. For the purposes of the above , it is necessary to Feasibility Study  Development port of  Nagan Raya. The method used in the following analysis is to perform observations of wave height , the depth of the sea lanes , speed and direction of the current survey. From the existing data and get results in that the width of the groove and out of the vessel to the port basin for two ships of 5000 DWT 1000 DWT and planned 205 m, while the depth of the sea lanes are planned as deep as 11 meters. For the safety of port operations in the area of rotation of the ship and on the quay the lowest tide minimum depth is 12 meters . While the minimum turning pool area which should be provided to ships of 10,000 DWT capacity is 66 019 m2 or 6.6 ha.Keywords : Sea lane, direction, wave, Nagan regency, port 

ABSTRAK

Pelabuhan adalah salah satu prasarana perhubungan yang vital bagi suatu daerah, demikian juga bagi Kabupaten Nagan Aceh. Karena perkembangan wilayah Nagan sangat ditunjang oleh perkebunan kelapa sawit yang selama ini masih menggunakan pelabuhan Laut Meulaboh (Kabupaten Aceh Barat) dan pelabuhan Susoh (Kabupaten Aceh Barad Daya) sebagai pelabuhan distribusi CPO hasil dari perkebunan kelapa sawit wilayah Nagan. Kesulitan yang dihadapi adalah lokasi pelabuhan berjauhan dengan lokasi Tempat Pengolahan Kelapa Sawit, sehingga membutuhkan biaya yang lebih besar untuk mengangkut CPO dari Kabupaten Nagan Raya ke pelabuhan tersebut.

Untuk kepentingan tersebut di atas, maka diperlukan Studi Kelayakan Rencana Pembangunan Pelabuhan CPO Kabupaten Nagan Raya Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.Metode yang digunakan dalam analisa berikut ini adalah dengan melakukan pengamatan tinggi gelombang, kedalaman alur laut, survey kecepatan dan arah arus. Dari data-data yang ada dan hasil di dapatkan bahwa Lebar alur keluar-masuk kapal ke kolam pelabuhan untuk dua kapal 1000 DWT dan 5000 DWT direncanakan 205 m,sedangkan untuk kedalaman alur laut direncanakan sedalam 11 meter. Untuk keselamatan operasional pelabuhan maka pada areal perputaran kapal dan di dermaga kedalaman minimum saat surut terendah adalah 12 meter. Sedangkan luas area kolam putar minimum yang harus disediakan untuk kapal kapasitas 10.000 DWT adalah 66.019 m2 atau 6,6 Ha.

Kata kunci : Alur laut, arus, gelombang, kabupaten Nagan, Pelabuhan

References

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, (2002),Keputusan menteri perhubungan nomor 53 tahun 2002 tentang Tatanan Kepelabuhan Nasional, Jakarta

Anonim,, (2004), Peta Laut No. 59, Dinas Hidro-Oseanografi TNI-AL, Dinas Hidro-Oseanografi Jakarta

Anonim,, (2004), Peta Laut No. 259, Dinas Hidro-

Oseanografi TNI-AL, Dinas Hidro-Oseanografi Jakarta

Asyanto, (2014),Metode Konstruksi Bangunan

Pelabuhan, UI-Press,

Bambang Triatmodjo, 1999, Teknik Pantai, Beta

Offset, Yogyakarta

Bambang Triadmodjo, (2015), Perencanaan

Pelabuhan,Beta Offset, 2015

Ir. V Sunggono kh, (1995), “Buku Teknik Sipil”

Nova,.

Soejono Kramadibrata, (2001), Perencanaan

Pelabuhan, ITB, Bandung


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/ag.v1i2.327
DOI (PDF (Bahasa Indonesia)): http://dx.doi.org/10.30651/ag.v1i2.327.g244

Refbacks

  • There are currently no refbacks.