Perubahan Kapasitas Daya Dukung Pondasi Dangkal dan Nilai Penurunan Tanah pada Tanah Gambut yang Distabilisasi dengan Kapur dan Fly Ash

Rusliansyah ., Muhammad Afief Ma’ruf

Abstract

Abstract

Peat soil is a type of soft soil with low bearing capacity and high compressibility. Many efforts have been made to improve it. These efforts focus on improving the physical and mechanical characteristics of peat to increase bearing capacity and reduce its subsidence. One is stabilization method, which is by inserting a stabilizing material into peat soil to improve its physical properties and mechanical properties. From previous studies on a laboratory scale by considering the effect of water from peat soil around the stabilized area obtained optimum levels of mixture of stabilizing material for peat soils by 10% from the wet weight of peat soil.

Things that have not been taken into account in that study are still untested to be applied in the calculation of bearing capacity of shallow foundations for future field use applications, where the influence of water content from peat soil around the stabilized area will also have an effect.

The research was carried out by imitating the large shallow foundation that is commonly used in the community surrounding the land using laboratory methods of mechanical properties to obtain the characteristics of peat soil before and after stabilization. This parameter is then used as input data in calculating the bearing capacity of shallow foundations and the value of land subsidence. The result is for the value of bearing capacity after being mixed with stabilization material there is an increase. For initial peat soil the bearing capacity is 58,371 kPa, while after being mixed with stabilization material the bearing capacity increases to 654,606 kPa. While at the time of the consolidation test there was a decrease in the value of 68,57%. Where at the time after mixing with the stabilization material the value was 1,49 mm while the initial peat soil was 4,74 mm.

 

Keywords: Bearing Capacity, Consolidation, Peat

 

 

Abstrak

Tanah gambut adalah jenis tanah lunak dengan daya dukung yang rendah dan kemampumampatan yang tinggi. Berkaitan dengan rendahnya daya dukung serta kemampumampatan yang tinggi dari tanah gambut, maka usaha – usaha untuk memperbaikinya juga telah banyak dilakukan. Usaha – usaha tersebut berfokus pada perbaikan sifat fisik dan teknis gambut untuk meningkatkan daya dukung dan mengurangi kemampumampatannya.    Salah satu metode perbaikan tanah gambut adalah metode stabilisasi, yaitu dengan cara memasukkan suatu bahan stabilisasi ke dalam tanah gambut untuk memperbaiki sifat fisik dan sifat teknisnya. Dari penelitian sebelumnya dalam skala laboratorium telah diperoleh prosentase bahan stabilisasi optimum 30% kapur dan 70% fly ash. Penelitian lanjutan dengan memperhatikan pengaruh air dari tanah gambut di sekitar luasan yang distabilisasi memperoleh kadar campuran bahan stabilisasi optimum untuk tanah gambut sebesar 10% dari berat basah tanah gambut.

Hal yang belum perhitungkan pada penelitian tersebut yaitu masih belum dicoba untuk diaplikasikan pada perhitungan daya dukung pondasi dangkal untuk aplikasi pemakaian lahan di lapangan nantinya, dimana dimana pengaruh kadar air dari tanah gambut di sekitar luasan yang distabilisasi juga akan memberikan pengaruh.

Penelitian dilakukan dengan mengimitasi besar pondasi dangkal yang umum digunakan pada masyarakat sekitar lahan tersebut menggunakan metode pengujian sifat teknis yaitu dengan uji direct shear dan uji konsolidasi agar diperoleh nilai karakteristik tanah gambut sebelum dan sesudah distabilisasi. Parameter ini kemudian digunakan sebaga input data pada perhitungan kapasitas daya dukung pondasi dangkal dan nilai penurunan tanah. Hasilnya adalah untuk nilai daya dukung setelah dicampur dengan bahan stabilisasi terjadi peningkatan. Untuk tanah tanah gambut inisial daya dukungnya sebesar 58,371 kPa, sedangkan setelah dicampur dengan bahan stabilisasi daya dukungnya meningkat menjadi 654,606 kPa. Sedangkan pada saat pengujian konsolidasi terjadi penurunan nilai kemampumampatannya sebesar 68,57%. Dimana pada saat setelah dicampur dengan bahan stabilisasi nilai kemampumampatannya sebesar 1,49 mm sementara nilai kemampumampatan tanah gambut inisial sebesar 4,74 mm.

 

Kata Kunci: Daya Dukung Tanah, Gambut, Konsolidasi

 

References

Adams, J.I. (1961). “Laboratory Compression Tests on Peat”. Proc. Seventh Muskeg Res. Conf., NRC, ACSSM Tech. Memo. 71, pp.36-54.

Adams, J.I. (1965). ”The Engineering Behaviour of a canadian Muskeg”. Proc.Sixth International Conference On Soil Mechanics and Foundation Engineering. Vol.1, pp 3-7.

Akroyd, T.N.W. (1957). “Laboratory Testing in Soil Engineering”. Soil Mechanics Limited, London, 233pp.

Anderson, K.O. and R.A. Hemstock (1959). “Relating Some Engineering Properties of Muskeg to Some Problems of Field Construction”. Proc. Fifth Muskeg Res.Conf.,NRC, ACSSM Tech. Memo. 61, pp.16-25.

Andriesse, J.P. (1994). “Constrainsts and opportunities for alternative use options of tropical peat land”. In B.Y, Aminuddin (Ed.). Tropical Peat; Proceedings of International Symposium on Tropical Peatland, Kuching, Sarawak, Malaysia.

ASTM Annual Book (1992). ” Standard Classification of Peat Samples by Laboratory Testing (D4427-92)”. ASTM, Section 4, Volume 04.08 Soil and Rock, Philadelphia.

Bain v Bowles. (1991). IRLR 356 (CA).

BB Litbang SDLP (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian) (2008). “Laporan Tahunan 2008, Konsorsium Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim pada Sektor Pertanian”. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Bogor.

Boelter, D.H. (1968), “Important Physical Properties of Peat Materials”. Proc. Of The Third International Peat Congress, Quebec, Canada.

Brooks, R.M. (2009). Soil stabilization with fly ash and rice husk ash. International Journal of Research and Reviews in Applied Sciences, 1(3), PP.209-2017.

Colley, B.E. (1950). ”Construction of Highways Over Peat and Muck Areas”. Am. Highways, Vol. 29, No. 1.

Cook, P.M. (1956). “Consolidation Characteristics of Organic Soils”. Proc., Ninth Can. Soil Mech. Conf., NRC. ACSSM Tech. Memo. 41. Pp 82-87.

Departemen Pekerjaan Umum, (2005). “Stabilisasi dangkal tanah lunak untuk konstruksi timbunan jalan (dengan semen dan cerucuk)”. Pusat Litbang Prasana Transportasi: Jakarta.

Dhowian, A,W and T.B. Edil (1980). ” Consolidation Behaviour of Peat”. Geatechnical Testing Journal, Vol.3. No. 3. pp 105-144.

Duraisamy. Y., Huat. Bujang. B. K., Aziz. Azlan A., (2007). “Compressibility Behavior of Tropical Peat Soil Reinforced with Cement Column” American journal of Applied Sciences 4 (10): 786-791, ISSN 1546-9239.

Edil, T. & Dhowian, A.W.(1981). “At-Rest Lateral Pressure of Peat Soils”. ASCE, vol.107: 201-217.

Handayani, I.P. (2003). “Studi Pemanfaatan Gambut Asal Sumatra”. Lokakarya Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan-Wetlands International- Indonesia Programe.

Hanrahan, E.T. (1954). ”An Investigation of Some Physical Properties of Peat”. Geotechnique, Vol.4, No 3.

Hanrahan, E.T. (1964). “ A Road Failure on Peat”. Geotechnique-September.

Hasyim, R, S., Islam (2008). “Engineering Properties of Peat Soil in Peninsular, Malaysia. journal of Applied Sciences ISSN 1812-5654.

Hellis, C.F. and C.O. Brawner (1961). ”The Compressibility of Peat with Reference to Major Highway Construction in British Columbia. Proc. Seventh Muskeg Res. Conf, NRC. ACSSM. Tech, Memo 71, pp 204-227.

Hendry (1998). “Perbaikan Tanah Gambut Pulau Padang Dengan Campuran Semen-Renolith Dalam Kaitannya Sebagai Lapisan Dasar Konstruksi Jalan”. Master Thesis JBPTITBPP/2007-03-06. ITB Central Library.

Huat, Bujang B.K. (2004) dalam Yulindasari (2006). Malaysia

Jamil, dkk (1989). Indonesia.

Kearns, F.L., Autin, W.J., and Gerdes, R.G. (1982). ”Geological Society of American Abstracts with Programs”. N.E. and S.E Sections, Vol. 14, No.1 and 2.

Luttig (1986). “Aspects of Water Retention and Dewatering in Peat”. Charles H. Fuchsman (Publishers) London and New York.

Landva, A.O. and La Rochelle, P. (1982). “Compressibility and shear characteristics of Radforth peat. ASTM STP 820”. Testing of Peats and Organic Soil, P. Jarret, ed.

Mankinen, G.W. and Gelfer, B. (1982). ”Compressive Use Peat in The USSR”. DOE 5th Technical Conference of Peat.

MacFarlane, I.C. (1959). ”Muskeg Engineering Handbook”. National Research Council of Canada, University of Toronto Press, Toronto, Canada. MacFarlane, I.C. dan Radforth, N.W. (1965). ”A Study of Physical Behaviour of Peat Derivatives Under Compression. Proceeding of The Tenth Muskeg Research Conference. National Research Council of Canada, Technical Memorandun No 85.

Mochtar, Noor E. (1985). “Compression of peat soils.” Ph.D. Thesis Univ. of Wisconsin-Madison, USA.

Mochtar, Noor E. dan Mochtar, Indrasurya B. (1991). ”Studi Tentang Sifat Phisik dan Sifat Teknis Tanah Gambut Banjarmasin dan Palangkaraya Serta Alternatif Cara Penanganannya untuk Konstruksi Jalan”. Dipublikasi sebagai hasil penelitian BBI dengan dana dari DIKTI Jakarta.

Mochtar, N.E. et al. (1999), “Aplikasi Model Gibson & Lo untuk Tanah Gambut Berserat di Indonesia”, Jurnal Teknik Sipil, ITB, Vol. 6 N0. 1.

Pasaribu, A.S. (1998).”Konstruksi Jalan di Tanah Gambut”. Prosiding Seminar Nasional Gambut III. Pontianak, Kalimantan Barat.

Skempton, A, W (1970), “The Consolidation of clays by Gravitational Compaction”, Quarterley Journal of Engineering Geology, 373-411.

Van De Meene (1984), ”Geological Aspects of Peat Formation in The Indonesian- Malyasin Lowlands”, Bulletin Geological Research and Development Centre, 9, 20-31.

Von Post, L. (1992). “Sveriges Geologiska Undersoknings Torvinventering Och Nagre av Dess Hittills Vunna Resultat”. Sv. Mosskulturfor. Tidskr. 1:1-27.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/ag.v4i1.2814
DOI (PDF (Bahasa Indonesia)): http://dx.doi.org/10.30651/ag.v4i1.2814.g1888

Refbacks

  • There are currently no refbacks.