Studi Kuat Tekan & Setting Time Beton dengan Variasi Dosis Admixture Tipe D

Arifien Nursandah, Dio Alif Hutama, Agus Komarudin

Abstract

Abstract

Various research and experiments in the field of concrete is done as an effort to improve the quality of concrete, One of them to improve the quality of concrete is added admixture type D-retarder. It is expected that the results of these experiments and experiments are able to answer the higher demands in the foundry implementation which sometimes takes a long time. The purpose of this study was to investigate the effect of Type D dosage admixture on moderate quality concrete fc30, the dose of this study was 0%, 0.35%, 0.75%, 1.10% of sementitious weight. The test used is a compressive strength to determine the quality of fc30 while setting time to find the initial time of sett. which is used as parameter parameter does not occur cold joint. The result showed that experiment 1 as the parameter that is design without admixture type D-VZ, dose 0,00%, compressive strength 28 days 33,13 Mpa, experiment 2 dose 0,35%, compressive strength up 10% from experiment 1, 3 dose experiments 0.75%, a compressive strength rose 6% from experiment 1, experiments 4 doses 1.10%, a compressive strength down 4% from experiment 1. As for the D-VZ admixture dosage and addition dose, concrete deceleration deceleration, D-VZ type non-admixture concrete parameter, 1 dose 0,00% experiment resulted in initial sett 127 minutes, 2 dose experiment 0.35%, resulted in initial sett 267 minutes , experiment 3 dose 0.75%, resulted in initial sett 933 minutes, experiment 4 dose 1.10%, resulted in initial sett 2520 minutes. Expected from this research, can be used as a reference for Project Supervisor, Contractor, Readymix Supplier, especially for concrete over dose (= long concrete setting), which can be maintained with the reference of strong compressive strength achieved, so that the concrete loong setting on the structure is not in Demolish (= slash). And will be used as a handle if it requires deceleration  concrete can be added admixture type D.

 

Keywords: Concrete, Strength, and Type D Admixture.

 

 Abstrak

Berbagai penelitian dan percobaan dibidang beton dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas beton, Salah satunya untuk peningkatan kualitas beton yaitu ditambahkan admixture tipe D-retarder. Diharapkan dari hasil penelitian dan percobaan tersebut mampu menjawab tuntutan yang semakin tinggi dalam pelaksanaan pengecoran yang terkadang membutuhkan waktu lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis admixture Tipe D pada beton mutu moderat fc30 , dosis penelitian ini adalah 0% , 0,35% ,  0,75%  ,  1,10%   dari berat sementitious . Uji yang dipakai adalah Uji Kuat tekan untuk mengetahui mutu fc30 MPa, sedangkan Setting time untuk mengetahui waktu inisial sett. yang dipakai sebagai parameter parameter tidak terjadi cold joint. Hasil penelitian menunjukan , percobaan 1 sebagai parameter yaitu desain tanpa admixture tipe D-VZ , dosis 0,00% , kuat tekan umur 28 hari menghasilkan kuat tekan 33,13 MPa , percobaan 2 dosis 0,35%, menghasilkan kuat tekan 36,36 MPa , percobaan 3 dosis 0,75%, menghasilkan kuat tekan  35,10 MPa, percobaan 4 dosis 1,10%, menghasilkan kuat tekan  31,67 MPa.  Sedangkan untuk Pemakian dan Penambahan dosis admixture tipe D-VZ , terjadi perlambatan pengersasan beton , parameter beton non admixture tipe D-VZ ,  percobaan 1 dosis 0,00%  menghasilkan initial sett 127 menit, percobaan 2 dosis 0,35%  , initial sett 127 menit 267 menit, percobaan 3 dosis 0,75%, initial sett 933 menit, percobaan 4 dosis 1,10%, initial sett 2520 menit. Yang diharapkan dari penelitian ini , bisa dijadikan referensi bagi Pengawas proyek , Kontraktor , Suplier Readymix , terutama untuk beton over dosis ( = beton long setting) , mana yang boleh  dipertahankan dengan acuan mutu kuat tekan tercapai , sehingga beton long setting pada struktur tidak di Demolish (= tebang) . Dan akan bisa dijadikan pegangan jika membutuhkan perlambatan pengerasan beton maka beton bisa ditambahkan admixture tipe D.

 

Kata Kunci : Beton, Kuat tekan, dan Admixture Tipe D.

References

ASTM Standard C33. (2006). “Specification for Concrete Aggregates”.

ASTM Standard C143. (2005). Standard Test Method for Slump ofHydraulics Cement Concrete.

ASTM Standard C642. (2006). “Standard Test Method for Density, Absorption, and Voids in Hardened Concrete”.West Conshocken

Badan Standardisasi Nasional. 2002. “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung”.SNI 03-2847-2002. Bandung: Departemen Pekerjaan Umum

Badan Standardisasi Nasional. 2002. “Spesifikasi Abu Terbang dan Pozzolan lainnya untuk digunakan dengan kapur.” SNI 06-6867-2002. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum

Badan Standarisasi Nasional. 2004, “Semen Portland”, SNI 15-2049-2004. Jakarta:DepartemenPekerjaan Umum

Badan Standardisasi Nasional. 2008. Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan AirAgregat Halus. Jakarta: Departemen PU

Badan Standardisasi Nasional. 2013. “Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung”.SNI 03-2847-2013. Jakarta: DepartemenPekerjaan Umum

Departemen Pekerjaan Umum. 2002, “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung”, SNI 03 – 2847 - 2002. Bandung: BSN

Mulyono, Tri (2005). “Teknologi Beton”. Yogyakarta: Andi Offset

PBI, 1971. “Peraturan Beton Bertulang Indonesia”. Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. Bandung

Samekto, Wuryati. dan Rahmadiyanto, Candra. (2001). “Teknologi Beton.“ Yogyakarta

Kanisius.Sutikno. (2010), “Teknologi Beton.” Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya

Sri Murni Dewi , Lutfi Djakfar , 2008 , ” Statistika Dasar” , untuk tehnik sipil

Djarwanto Ps , Pangestu Subagyo , Edisi ke 4,(1993)”Statistika Induktif ” Dosen Univ. Sebelas Maret Solo dan Dosen Univ. Gajah Mada

Syofan Siregar , (2010), ” Statistika deskriptif untuk Penelitian”

Paul Nugraha , Antoni . (2007). ” Teknologi Beton dari Material , Pembuatan, Beton Kinerja Tinggi ” Yogyakarta Universitas Kristen Petra.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.