POTRET KETIDAKADILAN DAN PERLAWANAN PEREMPUAN DALAM NOVEL PENYALIN CAHAYA KARYA LUCIA PRIANDARINI

arina sadida (1), Moch Muarifin (2), Marista Dwi Rahmayantis (3)
(1) a:1:{s:5:"id_ID";s:34:"Universitas Nusantara PGRI Kediri ";}, Indonesia,
(2) Universitas Nusantara PGRI Kediri, Indonesia,
(3) Universitas Nusantara PGRI Kediri, Indonesia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ketidakadilan gender terhadap perempuan serta bentuk perjuangan perempuan menghadapi ketidakadilan gender dalam novel Penyalin Cahaya karya Lucia Priandarini. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Pendekatan dalam penelitian sastra ini menggunakan pendekatan kritik sastra feminisme. Data kualitatif dalam penelitian ini berupa kata, frasa, kalimat atau paragraf yang menunjukkan bentuk  ketidakadilan gender dan bentuk perjuangan tokoh perempuan dalam menghadapi ketidakadilan gender tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antara bentuk ketidakadilan gender dan bentuk perjuangan tokoh perempuan memiliki jumlah data yang relatif seimbang, meskipun bentuk perjuangan tokoh perempuan sedikit lebih dominan. Bentuk ketiadakadilan gender ditemukan marginalisasi 6, subordinasi 5, stereotiep 5, kekerasan 14, dan beban kerja 3. Sedangakan bentuk perjuangan tokoh perempuan ditemukan kebebasan 20 dan kekuasaan 17. Maka temuan ini menunjukkan bagaimana tokoh perempuan dalam novel lebih banyak digambarkan melalui proses emansipasi perempuan dalam menghadapi berbagai tekanan dan batasan yang membatasi dirinya.

Artikel teks lengkap

##article.generated_from_xml##

Referensi

[1] A. D. Achmad, H. A. Qotadah, M. S. Abdul Aziz, dan A. A. Al Anshary, “Peran Perempuan dalam Pencegahan Kekerasan Terorisme dan Radikalisme,” ADLIYA J. Huk. dan Kemanus., vol. 15, no. 2, hal. 1–16, 2021, doi: 10.15575/adliya.v15i2.9244.

[2] Y. Sulistyowati, “Kesetaraan Gender Dalam Lingkup Pendidikan Dan Tata Sosial,” Ijougs Indones. J. Gend. Stud., vol. 1, no. 2, hal. 1–14, 2020, doi: https://doi.org/10.21154/ijougs.v1i2.2317.

[3] Y. Manalu, R. H. R. Simatupang, dan C. F. B. R. Silaen, “Kesetaraan Gender Dalam Bingkai Kebinekaan Indonesia,” JOLASOS J. Law Soc. Soc., vol. 1, no. 1, hal. 27–40, 2024, doi: https://doi.org/10.70656/jolasos.v1i1.81.

[4] B. Nurgiyantoro, Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2010.

[5] S. P. Ayuwulandari, M. D. Rahmayantis, dan Sujarwoko, “Konflik Batin Tokoh dalam Novel Rasa Karya Tere Liye : Kajian Psikologi Sastra,” J. Bahasa, Sastra dan Pendidik., vol. 6, no. 2, hal. 173–186, 2024, doi: https://doi.org/10.29303/kopula.v6i2.5256.

[6] G. T. Derana, E. Waryanti, M. Muarifin, A. S. Zahra, dan A. D. Darmawan, “Sosiolinguistik pada Proses Kegiatan Belajar Mengajar dalam Materi Cerita Pendek Melalui Skema Komunikatif,” Adjektiva Educ. Lang. Lit. Stud., vol. 5, no. 2, hal. 32–40, 2022, doi: 10.30872/adjektiva.v5i2.1614.

[7] R. Wellek dan A. Warren, Teori Kesusastraan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2016.

[8] N. L. Fadlilah, “KETIDAKADILAN DAN KESATARAAN GENDER PADA NOVEL WIGATI KARYA KHILMA ANIS,” Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 2021.

[9] M. F. Utomo, “KETIDAKADILAN GENDER DAN CITRA PEREMPUAN DALAM KUMPULAN CERITA KITAB KAWIN KARYA LAKSMI PAMUNTJAK DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MADRASAH ALIAH,” UIN Raden Mas Said Surakarta, 2022.

[10] Y. Meivitasari dan K. Widyatwati, “Bentuk ketidakadilan gender dan perlawanan tokoh Kinanti dalam novel Layangan Putus (kajian feminisme eksistensialisme Simone de Behaviour),” Diglosia J. Kaji. Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, vol. 6, no. 4, hal. 1071–1080, 2023, doi: 10.30872/diglosia.v6i4.798.

[11] J. TB, Rasyimah, dan M. Mahsa, “KETIDAKADILAN GENDER PADA TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL SENGKETA RASA KARYA PENABILA: TINJAUAN FEMINISME,” KANDE J. Ilm. Pendidik. Bhs. dan Sastra Indones., vol. 4, no. 1, hal. 73–85, 2023, doi: https://doi.org/10.29103/jk.v4i1.11413.

[12] R. Mayrani, “KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARYA NAWAL EL-SAADAWI,” Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2022.

[13] M. Waruwu, “Pendekatan Penelitian Pendidikan: Metode Penelitian Kualitatif, Metode Penelitian Kuantitatif dan Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Method),” J. Pendidik. Tambusai, vol. 7, no. 1, hal. 2896–2910, 2023.

[14] Sugihastuti dan Suharto, Kritik Sastra Feminis: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016.

[15] V. W. Sujarweni, Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press, 2025.

[16] N. Naamy, Metodologi Penelitian Kualitatif: Dasar-Dasar & Aplikasinya, Cetakan 1. Mataram: Sanabil, 2019.

[17] M. Fakih, Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013.

[18] Y. Rohtama, A. Murtadlo, dan D. Dahri, “Perjuangan Tokoh Utama dalam Novel Pelabuhan Terakhir Karya Roidah: Kajian Feminisme Liberal,” J. Ilmu Budaya, vol. 2, no. 3, hal. 221–232, 2018, doi: http://dx.doi.org/10.30872/jbssb.v2i3.1147.

Penulis

arina sadida
sadidaarina@gmail.com (Kontak utama)
Moch Muarifin
Marista Dwi Rahmayantis
Biografi Penulis

Moch Muarifin, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusantara PGRI Kediri

Marista Dwi Rahmayantis, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusantara PGRI Kediri

Rincian Artikel