Pematuhan dan Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Acara Diskusi pada Kanal Youtube Official INews Episode ‘Lagu bayar bayar bayar’

Ristin Dwi Putri (1), Nur Lailiyah (2), Marista Dwi Rahmayantis (3)
(1) a:1:{s:5:"id_ID";s:33:"Universitas Nusantara PGRI Kediri";}, Indonesia,
(2) Universitas Nusantara PGRI Kediri, Indonesia,
(3) Universitas Nusantara PGRI Kediri, Indonesia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dalam acara diskusi pada kanal Youtube Official INews episode ‘Lagu bayar bayar bayar’. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data berupa tuturan narasumber dan pembawa acara yang mengandung prinsip kesantunan berbahasa berdasaekan teori Leech. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, simak, catat. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pematuhan lebih sering digunakan dibandingkan pelanggaran. Pematuhan ditemukan maksim kebijaksanaan 33, maksim kedermawanan 23, maksim pujian 16, maksim kerendahan hati 10, maksim kesepakatan 9, dan maksim kesimpatian 7. Sedangkan pada pelanggaran ditemukan maksim kebijaksanaan 7, maksim kedermawanan 3, maksim pujian 12, maksim kerendahan hati 7, maksim kesepakatan 6. Temuan ini menunjukkan bahwa penutur cenderung menjaga kesantunan dalam diskusi publik digital, meskipun pelanggaran tetap muncul akibat faktor emosional dan dinamika interaksi.

Artikel teks lengkap

##article.generated_from_xml##

Referensi

[1] C. Ilham, R. Putra, S. Dwi Sasongko, M. D. Rahmayantis, and I. Artikel, “ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Kesantunan Berbahasa Grup WhatsApp Nasab Mbah Dayat: Perspektif Usia dan Jenis Kelamin.” [Online]. Available: http://ejurnal.budiutomomalang.ac.id/index.php/alfabeta

[2] Erawati Erawati, Syahruddin Syahruddin, and Arifuddin Arifuddin, “Kesantunan Berbahasa Pada Komentar Postingan Akun Instagram Lambeturah,” Concept J. Soc. Humanit. Educ., vol. 2, no. 2, pp. 223–233, May 2023, doi: 10.55606/concept.v2i2.310.

[3] L. & H. Tike, “Kesantunan Berbahasa Mahasiswa Dalam Pelaksanaan Diskusi Materi Perkuliahan,” Kesantunan Berbahasa Mhs. Dalam Pelaks. Disk. Mater. Perkuliahan, vol. 9, no. 3, pp. 541–553, 2024, doi: 10.36709/bastra.v9i3.525.

[4] T. A. Puspita, M. Muarifin, and N. Lailiyah, “Kesantunan Berbahasa pada Komentar Akun Gosip @lambe_turah di Instagram.” [Online]. Available: https://dataindonesia.id/digital/detail/pengguna-instagram-ri-terbesar

[5] josina Josina, “YouTube Jadi Aplikasi Media Sosial Paling Banyak Dikunjungi,” detikinet. Accessed: Jun. 10, 2026. [Online]. Available: https://inet.detik.com/mobile-apps/d-7382813/youtube-jadi-aplikasi-media-sosial-paling-banyak-dikunjungi

[6] F. T. A. Loren, A. R. N. Siregar, and Suhardi, “Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa Dalam Acara Lapor Pak Trans 7 (Kajian Pragmatik),” GENTA BAHTERA J. Ilm. Kebahasaan dan Kesastraan, vol. 9, no. 1, pp. 25–41, 2023, doi: 10.47269/gb.v9i1.253.

[7] A. L. Purwaningtyas, “Bentuk Ketidaksantunan Berbahasa Dalam Acara Talkshow Rosi: ‘Demo Mahasiswa Dan Ade Armando’ (Kajian Pragmatik),” Semin. Nas. Pendidik. dan Pembelajaran Ke-6, pp. 1652–1690, 2023, [Online]. Available: https://proceeding.unpkediri.ac.id/index.php/semdikjar/article/view/3771

[8] I. M. Arum, R. Santosa, Sumarlam, and Marwanto, “Pelanggaran Kesantunan Berbahasa Politisi dalam Kontroversi Ancaman People Power Pascapilpres Violation of Politeness in the Language of Politicians in Controversy of the Threat of People power after Presidential Election persatuan pada 28 Oktober 1928 sa,” vol. 11, no. 2, pp. 141–152, 2020.

[9] E. A. Tragari and J. Muhlis, “Analisis pelanggaran kesantunan berbahasa pada mahasiswa dalam percakapan grup whatsapp,” Estet. J. Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, vol. 1, no. 1, pp. 1–24, 2024, [Online]. Available: https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/estetika/article/view/8498/5136

[10] G. Leech, Prinsip-prinsip Pragmatik, Cet. 1. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press), 1993.

[11] L. J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Cetakan ke. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2021.

[12] S. Siyoto and M. A. Sodik, Dasar Metodologi Penelitian, Cetakan 1. Yogyakarta: Literasi Media Publishing, 2015.

[13] Mashun, Metode Penelitian Bahasa: Tahapan, Strategi, Metode, dan Tekniknya. 2017. [Online]. Available: http://eprints.unram.ac.id/29724/1/KUM C2. Buku Metode Peneltian Bahasa.pdf

[14] M. B. Miles and A. M. Huberman, Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru, Cetakan 1. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press), 1992.

[15] A. F. R. P. and B. W. Setyawan, “Kesantunan Berbahasa pada Kajian Diskusi ‘Buat Apa Menulis’ di Rayon Bahasa Avicenna (Prinsip Kesantunan Leech),” J. Ilm. Fonema, Edukasi Bhs. dan Sastra Indones., vol. 5, no. 8, pp. 14–20, 2022, doi: 10.56304/s0040363622080021.

[16] U. Ubaidullah, D. Darmanto, and A. Rahim, “Kesantunan Berbahasa Dalam Tuturan Komunikasi Di Kantor Pemerintahan Kabupaten Sumbawa,” J. Ris. Kaji. Teknol. dan Lingkung., vol. 5, no. 1, pp. 34–42, 2023, doi: 10.58406/jrktl.v5i1.1356.

[17] N. Makmur, H. R. E. Rasyid, and H. A. Mamma, “Bentuk Penyimpangan Prinsip Kesantunan Berbahasa Dalam Diskusi,” Cakrawala Indones., vol. 4, no. 2, pp. 13–19, 2019, doi: 10.55678/jci.v4i2.188.

[18] S. Amalia. R, Mahsun, A. Sirulhaq, “FENOMENA KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA PADA KOLOM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM @GIBRAN_RAKABUMING,” Pendidik. dan Pembelajaran Bhs. Indones., vol. 14, no. 1, 2025, doi: https://ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/jurnal_bahasa/article/view/4774.

[19] F. A. Latuconsina, P. J. Pattiasina, and H. L. Lelapary, “Penyimpangan Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas VIII MTS Nadil Ulum Ory Kecamatan Pulau Haruku,” J. Pendidik. Tambusai, vol. 7, no. 3, pp. 22420–22429, 2023.

Penulis

Ristin Dwi Putri
ristinputri02@gmail.com (Kontak utama)
Nur Lailiyah
Marista Dwi Rahmayantis
Biografi Penulis

Nur Lailiyah, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Dosen program Ptudi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusantara PGRI Kediri.

Marista Dwi Rahmayantis, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusantara PGRI Kediri.

Rincian Artikel