Analisis Kohesi Leksikal Pada Novel Si Lamsijan Kaedanan Karya Ki Umbara
Abstrak
Latar Belakang Penelitian Penulis merasa sangat penting untuk menyelidiki dan memahami lebih dalam bentuk dan jenis kohesi leksikal dalam teks wacana naratif. Setiap unsur dalam novel pasti memiliki hubungan leksikal. Untuk memudahkan memahami hubungan leksikal antar unsur dalam novel, perlu dipahami jenis dan bentuk kohesi leksikal dalam setiap kalimat. Unsur-unsur tersebut meliputi kata, frasa, dan klausa dalam setiap kalimat yang dipilih penulis untuk mengungkapkan dan mengembangkan laju cerita dalam novel. Novel Si Lamsijan Kaédanan karya Ki Umbara dipilih karena belum ada penelitian lain yang menganalisis novel ini. Tujuan penelitian novel ini adalah untuk mengetahui unsur-unsur kohesi leksikal dengan menggunakan teori Halliday dan Hasan (1976) dalam novel Si Lamsijan Kaédanan karya Ki Umbara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan menggunakan teknik pengumpulan data, teknik studi kepustakaan dan analisis data. Instrumen dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kartu data. Hasil penelitian ini menemukan kohesi leksikal dengan jumlah frekuensi sebanyak 243, yang mana unsur repetisi memiliki frekuensi sebanyak 186, sinonim memiliki frekuensi sebanyak 11, antonim memiliki frekuensi sebanyak 41, dan hiponim memiliki frekuensi sebanyak 5.
Artikel teks lengkap
Referensi
[1] F. I. Gunawan, D. A. Supendi, and D. Setiadi, “Analisis Kohesi Gramatikal antar Kalimat pada Teks Narasi Siswa sebagai Bahan Pembelajaran Menulis di MTs Assalam Sukabumi,” Ling. Fr. J. Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, vol. 4, no. 1, pp. 41–53, 2020.
[2] R. S. R. Situmorang, S. Saman, and F. Susilo, “Jenis kohesi leksikal dalam novel Memang Jodoh Karya Marah Rusli,” J. Pendidik. dan Pembelajaran, vol. 3, no. 6, p. 2, 2014, [Online]. Available: https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/view/5940
[3] Wisnu Widiatmoko, “Analisis Kohesi Dan Koherensi Wacana Berita Rubrik Nasional Di Majalah Online Detik,” J. Sastra Indones., vol. 2, no. 1, pp. 1–7, 2013, [Online]. Available: https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jsi/article/view/7359
[4] A. Albaburrahim and S. Sujinah, “Analisis Wacana Kritis Pada Pemberitaan Kasus Papa Minta Saham Di Metro Tv,” Ling. Fr. Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, vol. 1, no. 2, pp. 1–12, 2017, doi: 10.30651/lf.v1i2.552.
[5] S. S. T. W. Sasangka, “Kohesi Gramatikal dalam Ragam Bahasa Perundang- Undangan (Grammatical Cohession in The Language of Legislations),” Kandai, vol. 12, no. 1, pp. 71–84, 2016, [Online]. Available: https://ojs.badanbahasa.kemdikbud.go.id/jurnal/index.php/kandai/article/view/72/0
[6] S. Tarbiyah, “Shautut Tarbiyah, Ed. Ke-31 Th. XX, November 2014,” pp. 111–125, 2014.
[7] T. Hutagalung, “Analisis Wacana Tulis Cerita Pendek ‘Di Dusun Lembah Krakatau’ Karya St. Fatimah,” Bahas, vol. 26, no. 1, pp. 71–81, 2017, doi: 10.24114/bhs.v26i1.5540.
[8] Kartika Yuliatun khasanah, “Analisis Kohesi Wacana,” Fkip Ump, 2012.
[9] Prapto Baryadi, “Universitas sanata dharma - ..,” Model. J. Progr. Stud. PGMI, vol. 2, no. 1, pp. 203–211, 2015, [Online]. Available: http://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/modeling/article/view/141
[10] K. A. Hirata, “ANALISIS UNSUR INSTRINSIK NOVEL AYAH,” vol. 1, pp. 34–41, 2022.
[11] N. A. Sanusi and O. Ropiah, “Analisis Struktur Dan Gaya Bahasa Novel ‘ Pengantén ’ Karya Deden Abdul Aziz,” vol. 18, no. 02, pp. 194–204, 2023.
[12] Sofia Dewi Nurjanah and Yunanfathur Rahman, “Analisis Kohesi Leksikal Dalam Majalah Nadi Edisi Vol. 28 2021,” vol. 28, no. Majalah Nadi, pp. 1–13, 2022.
[13] R. M. Hardiaz, S. Mulyati, and A. A. Nirmala, “Kohesi Gramatikal dan Kohesi Leksikal dalam Novel Kubah Karya Ahmad Tohari dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA,” J. Pendidik. Rokania, vol. V, no. 2, pp. 196–205, 2020.
[14] B. Pasantren and K. Usep, “Deiksis,” vol. 16, no. 3, pp. 306–317, 2024, doi: 10.30998/deiksis.v16i3.24349.
[15] A. Ismi and S. Rahayu, “Analisis Konteks Wacana Dalam Novel Selembar Itu Berarti Karya Suryaman Amipriono,” J-LELC J. Lang. Educ. Linguist. Cult., vol. 1, no. 1, pp. 58–66, 2021, doi: 10.25299/j-lelc.2021.6144.
[16] H. F. Bako, “Makna Leksikal Dalam Lirik Lagu Cinta Hebat Karya Syifa Hadju,” J. Bhs. Indones. Prima, vol. 4, no. 1, pp. 109–114, 2022, doi: 10.34012/jbip.v4i1.2187.
[17] Sudarta, “済無No Title No Title No Title,” vol. 16, no. 1, pp. 1–23, 2022.
[18] F. D. Juliyanti and A. Sabardila, “Kohesi Gramatikal dan Leksikal dalam Novel Cinta dalam Kardus Karya Raditya Dika & Salman Aristo,” Stilistika J. Pendidik. Bhs. dan Sastra, vol. 16, no. 1, p. 29, 2023, doi: 10.30651/st.v16i1.13951.
[19] S. F. Salleh, Y. Yahya, M. F. Subet, and M. Z. Daud, “Analisis Semantik Leksikal Dalam Novel Sangkar Karya Samsiah Mohd. Nor,” Asian People J., vol. 3, no. 1, pp. 45–63, 2020, doi: 10.37231/apj.2020.3.1.144.
[20] A. Nesi and V. Sarwoyo, “Kajian Wacana logis berwacana dan santun bertutur,” pp. 43–72, 2012.
[21] S. Susilawati, “Penggunaan Kohesi Gramatikal dan Kohesi Leksikal pada Kumpulan Cerpen Surat Kecil untuk Ayah Karya Boy Candra,” Diskurs. J. Pendidik. Bhs. Indones., vol. 4, no. 2, p. 189, 2021, doi: 10.30998/diskursus.v4i2.9820.
Penulis
Hak Cipta (c) 2026 Iman Sulaeman, Heti Triwahyuni

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak cipta artikel dimiliki oleh Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.