Afiksasi Bahasa Dayak Hibun dalam Cerita Rakyat di Desa Hibun Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau

Debora Korining Tyas (1), Ursula Dwi Oktaviani (2), Evi Fitrianingrum (3), Irmaculata Oktaviani (4)
(1) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Indonesia,
(2) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Indonesia, Indonesia,
(3) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Indonesia,
(4) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Indonesia

Abstrak

The Dayak Hibun Language Affixation in Hibun Village Folklore Parindu District, Sanggau Regency

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian yaitu mengetahui afiksasi Bahasa Dayak Hibun dalam Cerita Rakyat di Desa Hibun Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau. Pendekatan penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah rekaman cerita rakyat bahasa Dayak Hibun dengan sumber data dari dua orang informan. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan aplikasi Elan dan Toolbox, selanjutnya hasil eksport dari Toolbox dianalisis manual menyesuaikan materi yang ada dalam kaidah morfologi untuk menemukan afiksasi yang ada dalam cerita rakyat bahasa Dayak Hibun. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1)hanya terdapat satu jenis afiksasi yaitu prefik. (2) prefik yang didapatkan dalam penelitian ini ada 9 jenis yaitu: prefik be-, ke-, ko-, n-, ng-, ngo-, ny-, se-, te-. (3) total kata yang berprefik adalah 72 kata. (4) jumlah kata pokok dalam ketujuh cerita adalah 1.313. Berdasarkan korpus data yang digunakan peneliti dari tujuh cerita berbahasa Dayak Hibun yang sudah dipaparkan diatas menyatakan bahwa didalam bahasa Dayak Hibunhanya terdapat satu afiksasi saja. Hal ini bisa saja terjadi karena itu merupakan keunikan yang dimiliki oleh bahasa tersebut. Selain hanya terdapat satu afiksasi saja, bahasa Dayak Hibunjuga memiliki keunikan lain yaitu sangat minim penggunaan konsonan “r†dalam penyebutan katanya.

Kata kunci: Afiksasi, Bahasa, DayakHibun, Cerita Rakyat

ABSTRACT

The purpose of the study was to determine the Dayak Hibun language affixation in Hibun Village Folklore, Parindu District, Sanggau Regency. The research approach is a qualitative approach with descriptive research method. The data of this study is a recording folklore in Dayak Hibun language with the data source from two informants. Data collection technique is observation, in-depth interviews and documentation. The research data result were analyzed using the Elan and Toolbox applications. Then, the export results is obtained from the Toolbox. Moreover, it were analyzed manually by adjusting the material contained in the morphological rules to find affixes in the folklore of the Dayak Hibun language. The results obtained are: (1) there is only one type of affixation, namely prefixes. (2) there are 9 types of prefixes obtained in this study, namely: be-, ke-, ko-, n-, ng-, ngo-, ny-, se-, te-. (3) the total words with prefixes are 72 words. (4) the number of root lexical in the seven stories is 1,313. Based on the corpus of data which is used by researchers from seven stories in the Dayak Hibun language described above, it is stated that in the Dayak Hibun language there is only one affixation. This can happen because it is the uniqueness of the language. In addition to having only one affixation, the Dayak Hibun language also has another uniqueness, namely the very minimal use of the "r" consonant in pronunciation the word.

Keyword: Affixation, Dayak Hibun Language, Folklore

Artikel teks lengkap

##article.generated_from_xml##

Referensi

Ahmad, M. (2019). Perbandingan morfologi bahasa Ternate dan bahasa Indonesia (analisis kontrasif). Journal of ethic Diversity and local wisdom volume 1, issue 1 , 16-31.

Astuti, W. D. (2018). Morfologi Bahasa Hitu di Maluku Selatan. jurnal Pujangga Volume 4, No. 1 , 44-55.

Gunawan, I. (2017). Metode Penelitian Kualitatif teori dan praktik. Jakarta: Bumi Aksara.

Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Kusmiarti, R., & Fitriayani, R. (2019). Afiksasi bahasa Rejang dialek Kepahiang.LATERALISASI , 33-43, Vol. 7, No. 1.

Mahsun. (2005). Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: PT Raja Garfindo Persada.

Mardawani. (2020). Praktis Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Deepublish.

Matthews, P.H. (1997). Morphology. Cambridge: Cambridge University Press.

Olang, Y., Oktaviani, U. D., & Oktaviani, Y. (2021). Nilai dan Unsur Budaya pada Cerita Rakyat Buah Udak Suku Dayak Linoh. Stilistika, Volume 14, No.1, 210-219.

Ramlan, M. (1996). Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: CV Karyono.

Romli, M., & Wildan, M. (2015). Afiksasi Dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda (Studi Kontrasif). Sasindo Unpam , 1-9, Vol. 2, No. 2.

Royani, A., & Mahyudin, E. (2020). Kajian Linguistik Bahasa Arab. Jakarta: Publica Institute Jakarta.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.

Sugiyono. (2016). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sutrisna, D. (2017). Analisis kesalahan morfologi bahasa Indonesia dalam surat kabar radar Majalengka edisi 16 dan 25 april 2016. Diglosia - jurnal pendidikan, kebahasaan dan kesusastraan Indonesia volume.1, No. 1 , 16-33.

Penulis

Debora Korining Tyas
Ursula Dwi Oktaviani
ursuladwioktaviani@gmail.com (Kontak utama)
Evi Fitrianingrum
Irmaculata Oktaviani
Biografi Penulis

Ursula Dwi Oktaviani, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Indonesia

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Tyas, D. K., Oktaviani, U. D., Fitrianingrum, E., & Oktaviani, I. (2022). Afiksasi Bahasa Dayak Hibun dalam Cerita Rakyat di Desa Hibun Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 15(1), 91–98. https://doi.org/10.30651/st.v15i1.11096

Rincian Artikel

No Related Submission Found