Pengaruh Respons Governor Berbagai Tipe Pembangkit Terhadap Keandalan Sistem Tenaga Listrik Interkoneksi Kalimantan

Oki Andrean (1)
(1) a:1:{s:5:"id_ID";s:5:"ITPLN";}, Indonesia

Abstrak

Sistem interkoneksi Kalimantan merupakan salah satu sistem tenaga listrik terbesar di Indonesia. Dalam menjaga keandalannya berbagai jenis pembangkit listrik yang berkontribusi dengan mengaktifkan mode free governor, diantaranya ada PLTU Teluk Balikpapan, PLTG Sambera, dan PLTA PM Noor. Penelitian ini mengkaji bagaimana respon governor dari PLTU, PLTG, dan PLTA dalam menghadapi fluktuasi frekuensi sistem yang disebabkan oleh perubahan beban atau lepasnya pembangkit sesuai setting speed droop dan deadband pembangkit. Pengambilan data dilakukan dalam 4 sesi pengukuran untuk fluktuasi frekuensi naik dan turun menggunakan rekaman data logger DCS pembangkit yang terpasang. Analisis regresi linear kemudian dilakukan untuk melihat hubungan dan pola dalam data serta menguji hipotesis secara objektif. Berdasarkan hasil pengukuran, PLTA PM Noor memiliki respon governor yang lebih cepat dibandingkan pembangkit lainnya. PLTU Teluk Balikpapan, sebagai pembangkit berkapasitas terbesar, menyuplai perubahan daya terbesar dibandingkan pembangkit lain saat terjadi fluktuasi krekuensi. Untuk memastikan keandalan sistem interkoneksi Kalimantan, hasil analisis regresi linear menunjukkan bahwa respon governor untuk setiap jenis generator umumnya sesuai dengan setelan yang terpasang, kecuali pada PLTU yang menunjukkan penyimpangan sekitar 9,1% dan 10,64%

Artikel teks lengkap

##article.generated_from_xml##

Referensi

[1] Permen ESDM, “Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik (Grid Code),” 2020

[2] Kundur, P. (1994). Power System Stability and Control. McGraw-Hill.

[3] IEEE Power & Energy Society. (2005). Hydropower Plant Governor Modeling. IEEE.

[4] Cengel, Y. A., & Boles, M. A. (2011). Thermodynamics: An Engineering Approach.

[5] McGraw-Hill. Chandorkar, M. C., Divan, D. M., & Adapa, R. (1999). Control of distributed generation systems with voltage regulation.

[6] Wood, A. J., Wollenberg, B. F., & Sheble, G. B. (2013). Power Generation, Operation, and Control.

[7] Divya, K. C., & Rao, P. S. N. (2006). Models for wind turbine generating systems and their application in load flow studies. Electric Power Systems Research, 76(9-10), 844-856.

[8] Jones, D. A. (2000). Thermal Power Plants: Control and Optimization. Wiley-IEEE Press.

[9] Tan, X., Li, Q., & Wang, H. (2013). Advances and trends of energy storage technology in renewable energy systems. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 19, 43-48.

[10] Gonzalez-Longatt, F. M. (2014). PowerFactory Applications for Power System Analysis. Springer.

[11] IRENA. (2020). Hydropower: Status and Trends. International Renewable Energy Agency.

Penulis

Oki Andrean
andrean.anas90@gmail.com (Kontak utama)
Andrean, O. (2026). Pengaruh Respons Governor Berbagai Tipe Pembangkit Terhadap Keandalan Sistem Tenaga Listrik Interkoneksi Kalimantan. CYCLOTRON, 9(01), 15–19. https://doi.org/10.30651/ct.v9i01.29371

Rincian Artikel

No Related Submission Found