Perancangan bangunan convention hall hotel di surabaya dengan pendekatan bioklimatik

Penulis

  • Sovie Nurmalia Junita Universitas Pembangunan Nasional Jatim
  • muhamad romeo hendi saputra universitas muhammadiyah surabaya
  • Rofi'i Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Vippy Dharmawan Universitas Muhammadiyah Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30651/architeria.v4i1.23111

Kata Kunci:

Gedung Pertemuan, Bioklimatik, berkelanjutan, Surabaya

Abstrak

Dalam beberapa dekade terakhir, Surabaya telah melihat perkembangan pembangunan yang luar biasa. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan ekonomi, Jawa Timur telah berkembang menjadi pusat perdagangan dan administrasi serta tujuan utama MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Indonesia. Dengan populasi sekitar 2,893 juta orang dan jumlah wisatawan yang terus meningkat, kebutuhan akan tempat pertemuan dan konvensi berkualitas tinggi menjadi semakin penting. Pada tahun 2018, jumlah wisatawan tersebut mencapai 27.575.125 orang. Surabaya, yang dianggap oleh KEMENPAR sebagai lokasi yang layak untuk pengembangan MICE, menghadapi masalah dalam menyediakan infrastruktur yang cukup untuk mendukung bisnis ini, terutama dengan ketersediaan convention hall yang terbatas.Pendekatan desain bio-klimatik digunakan untuk membangun strategi arsitektur yang responsif terhadap iklim lokal. Strategi ini mencakup penggunaan energi terbarukan, mengatur tata letak bangunan, dan memasukkan elemen alami dalam desain. Pendekatan bioklimatik dalam arsitektur adalah pendekatan desain yang mengoptimalkan kondisi alam sekitar seperti sinar matahari, angin alami, dan vegetasi untuk menciptakan bangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan yang meminimalkan penggunaan energi, mengurangi jejak karbon, dan menciptakan lingkungan yang sejuk dan nyaman bagi penghuni dan pengunjung. Metode ini dapat mengurangi ketergantungan pada sumber energi luar, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, dan meningkatkan kenyamanan warga dengan memanfaatkan sumber daya alam secara efektif.

 

Referensi

Almusaed, A. (2011). Biophilic and bioclimatic architecture: Analytical therapy for the next generation of passive sustainable architecture. In Biophilic and

Bioclimatic Architecture: Analytical Therapy for the

Next Generation of

Passive Sustainable Architecture. Springer London.

https://doi.org/10.1007/978-1-84996-534-7

Neufert, Ernst., Neufert, Peter., & Kister, J. (2012).

Architects’ data. WileyBlackwell.

Neufert, Ernst., & Tjahjadi, Sunarto. (1996). Data arsitek. Erlangga.

New South Wales. Department of Planning and Environment. (n.d.). Apartment design guide: tools for improving the design of residential apartment development.

Serafim Cruz, N., Isabel, M., Torres, M., & Mendes Da Silva, J. A. R. (n.d.). Bioclimatic Architecture Potential in Buildings Durability and in their Thermal and Environmental Performance.

Yeang, Ken. (1994). Bioclimatic Skyscrappers.

Unduhan

Diterbitkan

2025-04-30