Isi Artikel Utama
Abstrak
Tahu merupakan bahan makanan yang banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia. Daya simpan tahu sangat terbatas, pada kondisi biasa (suhu kamar) daya tahanya rata-rata 1 sampai 2 hari. Penyimpanan yang sangat relative singkat ini tentu merugikan para pedagang dan produsen. Apabila formalin yang tercampur dalam makanan dan termakan, maka dapat menyebabkan keracunan pada tubuh manusia.Untuk mengurangi kadar formalin dapat dilakukan dengan cara diantaranya melalui proses penggaraman, pada proses penggaraman terjadi penetrasi garam. Karena adanya perbedaan konsentrasi. Lama-kelamaan kecepatan proses pertukaran garam semakin lambat dan menurunkan bahkan berhenti sama sekali setelah terjadinya keseimbangan garam dengan konsentrasi tinggi akan menyerap cairan pada sampel yang memiliki konsentrasi yang lebih rendah.tujuan penelitian ini adalah umtuk mengidentifikasi ada tidaknya tahu yang mengandung formalin dan pada konsentrasi berapa larutan garam dapat mengurangi formalin.sampel penelitian ini adalah tahu putih yang ada di pasar tradisional sumberrejo Bojonegoro. jenis peneltian ini yang digunakan adalah eksperimental. Banyak sampel pada penelitian ini adalah 10 sampel tahu. Konsentrasi pada penelitian menggunakan 2,5% dan 5%. Dan hasil penelitian ini adalah dari 10 sampel yang direndam dengan larutan garam tidak ada yang mengandung formalin, dan rata-rata konsentrasi penurunan formalin 2,5% : 0.36 dan 5% : 0,29
Kata Kunci
Rincian Artikel
Referensi
- BPOM RI. (2022). Laporan Pengawasan Bahan Berbahaya pada Pangan. Jakarta.
- Chen, Y., Liu, H., & Zhao, X. (2022). Effect of salt concentration on diffusion of small molecules in protein-based food matrices. Food Chemistry, 381, 132–140.
- Kumar, R., Singh, P., & Patel, A. (2022). Interaction of formaldehyde with food proteins: implications for food safety. Journal of Food Safety, 42(4), e12945.
- Lahab, H. (2021). Pengaruh perendaman larutan garam terhadap kadar formalin pada tahu. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13(2), 87–94.
- Lestari, D., Putri, R., & Widodo, A. (2021). Mutu fisik dan sensorik tahu akibat perlakuan perendaman. Jurnal Teknologi Pangan, 15(3), 201–209.
- Li, J., & Wang, Y. (2022). Diffusion behavior of formaldehyde in aqueous food systems. Food Control, 134, 108714.
- Nugroho, S., Handayani, T., & Prakoso, A. (2024). Strategi mitigasi formalin pada produk pangan tradisional. Indonesian Journal of Food Safety, 6(1), 1–10.
- Park, S. Y., Kim, J., & Lee, H. (2021). Effect of ionic strength on soy protein structure and permeability. Food Hydrocolloids, 118, 106789.
- Rahman, M. M., Hasan, M., & Islam, S. (2024). Osmotic effects of salt solution on chemical residue reduction in food. Journal of Food Processing and Preservation, 48(2), e17231.
- Sari, P., Utami, R., & Hidayat, N. (2023). Analisis formalin pada tahu dan upaya penurunannya. Jurnal Analis Kesehatan, 12(1), 45–53.
- Sun, X., Zhang, L., & Chen, Q. (2023). Toxicity and health risks of formaldehyde exposure through food. Food and Chemical Toxicology, 176, 113772.
- WHO. (2023). Formaldehyde in Drinking Water and Food. Geneva.
- Zhang, Y., Zhou, D., & Li, H. (2021). Salting-out effect on organic compounds in aqueous solutions. Journal of Molecular Liquids, 334, 116–124.
- Tane, S. S. Y. (2023). Effect of soaking tofu in salt solution on formalin reduction. Journal of Health and Technology Science, 5(2), 66–72.
- Widyaningsih, T. D., & Nurhayati, R. (2022). Keamanan pangan tahu dan pengawet ilegal. Jurnal Pangan Indonesia, 31(2), 89–98.
Referensi
BPOM RI. (2022). Laporan Pengawasan Bahan Berbahaya pada Pangan. Jakarta.
Chen, Y., Liu, H., & Zhao, X. (2022). Effect of salt concentration on diffusion of small molecules in protein-based food matrices. Food Chemistry, 381, 132–140.
Kumar, R., Singh, P., & Patel, A. (2022). Interaction of formaldehyde with food proteins: implications for food safety. Journal of Food Safety, 42(4), e12945.
Lahab, H. (2021). Pengaruh perendaman larutan garam terhadap kadar formalin pada tahu. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13(2), 87–94.
Lestari, D., Putri, R., & Widodo, A. (2021). Mutu fisik dan sensorik tahu akibat perlakuan perendaman. Jurnal Teknologi Pangan, 15(3), 201–209.
Li, J., & Wang, Y. (2022). Diffusion behavior of formaldehyde in aqueous food systems. Food Control, 134, 108714.
Nugroho, S., Handayani, T., & Prakoso, A. (2024). Strategi mitigasi formalin pada produk pangan tradisional. Indonesian Journal of Food Safety, 6(1), 1–10.
Park, S. Y., Kim, J., & Lee, H. (2021). Effect of ionic strength on soy protein structure and permeability. Food Hydrocolloids, 118, 106789.
Rahman, M. M., Hasan, M., & Islam, S. (2024). Osmotic effects of salt solution on chemical residue reduction in food. Journal of Food Processing and Preservation, 48(2), e17231.
Sari, P., Utami, R., & Hidayat, N. (2023). Analisis formalin pada tahu dan upaya penurunannya. Jurnal Analis Kesehatan, 12(1), 45–53.
Sun, X., Zhang, L., & Chen, Q. (2023). Toxicity and health risks of formaldehyde exposure through food. Food and Chemical Toxicology, 176, 113772.
WHO. (2023). Formaldehyde in Drinking Water and Food. Geneva.
Zhang, Y., Zhou, D., & Li, H. (2021). Salting-out effect on organic compounds in aqueous solutions. Journal of Molecular Liquids, 334, 116–124.
Tane, S. S. Y. (2023). Effect of soaking tofu in salt solution on formalin reduction. Journal of Health and Technology Science, 5(2), 66–72.
Widyaningsih, T. D., & Nurhayati, R. (2022). Keamanan pangan tahu dan pengawet ilegal. Jurnal Pangan Indonesia, 31(2), 89–98.
