Isi Artikel Utama

Abstrak

Activated Partial Thromboplastine Time (APTT) is a type of hemostasis examination with citrate anticoagulant 3.2% ratio 1:9. Ethylene Diamine Tetraacetic Acid (EDTA) is one of the examination materials for hematology which is often used as an anticoagulant. Apart from EDTA, other types of anticoagulants are sodium citrate and potassium oxalate. The three anticoagulants work to bind calcium ions. The purpose of this examination is to determine the use of various anticoagulants on the quality of the results of the Activated Partial Thromboplastine Time (APCT) examination. The method used in this study is an experimental study with 3 sample groups, each consisting of 9 samples in one group. The SPSS results showed a probability value of 0.000 with the Anova test, the average results of the APTT examination were administration of sodium citrate anticoagulant 25.9 seconds, potassium oxalate 70.92 seconds, and EDTA 37.5 seconds. Based on the results of these studies, there are significant differences related to the use of various anticoagulants on the quality of the results of the Activated Partial Thromboplastine Time (APTT) examination.


Keywords : Activated Partial Thromboplastine Time, Antikoagulans, 


Rincian Artikel

Referensi

  1. Adiyanti, S. . (2014). Pre Analitik Pemeriksaan Hemostasis. Pendidikan Berkesinambungan Patologi Klinik 2014, Jakarta, 21(September 2014), 1–8. https://www.researchgate.net/publi cation/272420497_PRE_ANALITI K_PEMERIKSAAN_HEMOSTAS IS
  2. Ariffriana, Denny, Devita Yusdiani dan Indra Gunawan. 2016. Hematologi. Edisi Pertama.
  3. Jakarta: EGC.
  4. Atmojo, Galuh David Dwi. 2017. Perbedaan Hasil Aptt dari Sampel Sampling
  5. Pertama dan Kedua. Semarang: Universitas Muhammadiyah Semarang.
  6. Azhari. Muslim, 2015. Pengaruh Waktu Simpan Darah K2EDTA dan Na2EDTA Pada Suhu Kamar Terhadap Kadar Hemoglobin. Bandar Lampung: Jurnal Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang. Vol 4. No. 2 September 2015.
  7. Bakta, I made. 2006. Hematologi Klinik Ringkas. Jakarta: EGC.
  8. Dewi, R. A. M. (2017). Perbedaan Nilai Hematokrit dengan Antikoagulan EDTA (Ethylene Diamine Tetraacetic Acid)
  9. Konvensional Vacutainer. Perkembangan, 2.
  10. dan EDTA
  11. Efendi, Nita Carlina. 2015. Gambaran Nilai Activated Partial Thromboplastin Time (Aptt) Menggunakan Sampel EDTA. Bandung: Jurnal Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung.
  12. Fitria, Laksmindra, Lia Lavi Illiy dan Indah Riwantrisna Dewi. 2016. Pengaruh Antikoagulan dan Waktu Penyimpanan terhadap Profil Hematologis Tikus (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769) Galur Wistar. Yokyakarta: Jurnal Biologi Universitas Gadjah Mada. Vol 33. No 1 Januari 2016 : 22-30.
  13. Gandosoebrata, R. 2010. Penuntun Laboratorium Klinik. Edisi 6. Jakarta: Dian Rakyat.
  14. Hoffbrand. A.V, Pettit, J.E.,Moss P. 2005.Kapita Selekta Hematologi. Edisi 4 . Jakarta: EGC.
  15. Kiswari, Rukman. 2014. Hematologi dan Tranfusi. Edisi pertama. Jakarta: Gelora Aksara Pratama.
  16. Kurniawan, Fajar Bakti. 2018. Hematologi Praktikum Analis Kesehatan. Edisi Pertama. Jakarta: EGC.
  17. Lippi, G., & Favaloro, E. J. (2017). Preanalytical issues in hemostasis and thrombosis testing. Methods in Molecular Biology, 1646, 29–42. https://doi.org/10.1007/978-1- 4939-7196-1_2
  18. Notoatmodjo, Soekidjo. 2005.
  19. Metodologi Penelitian Kesehatan. Edisi Revisi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
  20. Nugraha, Gilang. 2017. Panduan Pemeriksaan Laboratorium Hematologi Dasar. Edisi 2. Jakarta: CV TRANS INFO MEDIA.
  21. Puspitasari, Diah Ayu. 2017. Perbedaan Hasil Pemeriksaan Prothrombin Time pada Plasma Segar dan Plasma Simpan Suhu 2-8 ÌŠC Selama 2-8 jam. Semarang: Universitas Muhammadiyah Semarang.
  22. Putri, Qireneu Dwi. 2017. Perbandingan Hasil Pemeriksaan LED Menggunakan Antikoagulan Natrium Sitrat 3,8%, 3,2% dan 2,9%. Bandung: Poltekkes Kemenkes Bandung Jurusan Analis Kesehatan.
  23. Sari, Dwi Fitria. 2018. Hasil Pemeriksaan LED Menggunakan Antikoagulan Natrium Sitrat 3,8% dan Antikoagulan 3,2%. Jombang: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Medika Jombang.
  24. RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan. 2016. SOP Pemeriksaan Activated Partial Thromboplastin Time.
  25. RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan. 2016. SOP Pengambilan Darah.
  26. Subiyono, M. Atik Martsiningsih & Denni Gabrela. 2016. Gambaran Kadar Glukosa Darah GOD- PAP Sampel Serum dan Plasma EDTA. Yogyakarta: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
  27. Subowo. 2009. Histologi Umum. Edisi pertama. Jakarta: CV Sagung Seto.
  28. Yayuningsih, Dewi, Hendro Prayitno dan Roudhotul Mazidah. Hematologi. 2018. Edisi Pertama. Jakarta: EGC.
  29. Winda, N. P., Jiwantoro, Y. A., & Khusuma, A. (2019). Perbedaan Kadar Kolesterol Total Menggunakan Antikoagulan EDTA (CH 2 CO 2 H), Natrium Sitrat (Na 3 C 6 H 5 O 7 ), dan Natrium Oksalat (Na 2 C 2 O4). Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS), 6(2), 130. https://doi.org/10.32807/jambs.v 6i2.146
  30. Yufani, H., & Rofinda, Z. D. (2021). Interferensi Hematokrit Tinggi Terhadap Pemeriksaan Prothrombin Time dan Activated Partial Thromboplastin Time. Majalah Kedokteran Andalas, 44(6), 420–426. http://jurnalmka.fk.unand.ac.id/i ndex.php/art/article/view/867