Konsep Waktu Dan Kehidupan Adat Masyarakat Jalawastu
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep waktu dalam kehidupan adat masyarakat Jalawastu di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi dengan teknik simak libat cakap (SLC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Jalawastu masih mempertahankan penggunaan istilah waktu tradisional, meliputi isuk, beurang, burit, peuting, dan sandikala, dalam kehidupan sehari-hari. Konsep waktu tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penanda aktivitas, tetapi juga menjadi pedoman dalam pelaksanaan adat, ritual, kepercayaan, serta kegiatan pertanian masyarakat. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa konsep waktu tradisional mencerminkan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun dan berperan dalam menjaga identitas budaya masyarakat. Meskipun perkembangan teknologi modern semakin memengaruhi pola kehidupan, masyarakat Jalawastu tetap mempertahankan nilai-nilai adat sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal.
Artikel teks lengkap
Referensi
Abdillah, F., Manurung, F., Natzmi, A., Harahap, N. H., & Muary, R. (2023). Pengembangan Potensi Generasi Muda Terkait Tradisi Budaya Lokal Sebagai Sarana Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Kkn Di Nagori Dolok Mainu. Rholand Muary Journal of Human And Education, 3(2), 470–476.
Azizah, S. N., & Hariansyah, N. C. (2025). Siger Sebagai Simbol Kultural: Analisis Bentuk Dan Filosofi Pada Tradisi Adat Lampung. Jurnal Manajemen Pendidikan, 10(4). https://doi.org/10.34125/jmp.v10i4.941
Bado, B. (2022). Model pendekatan kualitatif: Telaah dalam metode penelitian ilmiah. CV Tahta Media Group.
Bur, E. Y., Hasanah, M., Putri, F. R., Saleh, Muh., Huan, E., Puspasari, F., Nurdiani, S., Novita, Y., & Anggraini, R. (2025). Ilmu Linguistik. Yayasan Tri Edukasi ilmiah.
Gusti, U., Islami, A., Almardiyah, A., Gusti Rahayu, R., Tananda, O., Negeri Padang, U., & Padang Sumatera Barat, K. (2021). Tinjauan Penyebaran Tradisi Lisan Di Sumatera Barat. Jurnal Adat Dan Budaya, 3(1).
Indramini, Mutiara, I. A., Rosyad, M. S., Rustinar, E., Rahmatiah, Kurmiarti, R., Komaruddin, F., Antosa, Z., Muliana, H., & Sumilih, D. A. (2025). Antropolinguistik. Cv Luminary Press Indonesia.
Irwanto, D. (2012). Kendala Dan Alternatif Penggunaan Tradisi Lisan Dalam Penulisan Sejarah Lokal Di Sumatera Selatan. Jurnal Forum Sosial, 5(02).
Karsiwan, K., Sari, L. R., & Azzahra, A. (2022). Sagata Sebagai Identitas Tradisi Lisan Masyarakat Lampung. Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial Dan Humaniora, 8(2), 251–270. https://doi.org/10.36869/pjhpish.v8i2.250
Khasanah, U. (2025). Ragam tradisi Lampung : mengungkapkan filosofi di balik ritual dan seni. Nafal Publishing.
Khoirul, N., Sumiyatun, & Hidayat, B. (2019). Proses Adat Perkawinan Sebambangan Marga Sekampung Libo Di Jabung Lampung Timur. IJurnal Swarnadwipa, Vol. 3(1)
Krippendorff, K. (2019). Content Analysis An Introduction to Its Methodology. SAGE Publication.
Kusumastuti, A., & Khoiron, A. M. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (LPSP).
Lasmi, Nurdin, A., Fitria, U., & Dinen, K. A. (2024). Tradisi Lisan Nandong Simeulue Pendekatan Antropolinguistik. Public Health Journal, 1(2). https://doi.org/10.62710/mc09aw22
Latifah, N., Suswandi, I. (2025). Penggunaan Pronomina Genduk, Denok, Tole, dan Nang: Kajian Antropolinguistik. Jurnal Edukasi Lingua Sastra, 23(2), 200–219.
Maesaroh, W., & Riyadi, S. (2025). Makna Leksikal Dan Kontektualdalam Bahasa Arab. Siyaqiy: Jurnal Pendidikan Dan Bahasa Arab, 2(1), 42-50.
Margaretha, R. (2017). Mitos dalam Tradisi Lisan Lampung. Jurnal Pendidikan Progresif, Vol. VII, No. 1 April 2017 hal. 32 – 38
Muhammad, U. A., Syah, I., Arif, S. (2017). Adat Turun Duwai pada Upacara Begawi di Kampung Komering Putih Lampung Tengah. Portal Jurnal Ilmiah FKIP Universitas Lampung.
Nursugiharti, T., & Rohim. (2024). Studi Literatur : Tradisi Lisan Sebagai Nilai Budaya Keberagaman Di Berbagai Daerah Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Indonesia, 2(2), 290–298.
Pemerintah Provinsi Lampung Dinas Pendidikan. (2004). Pakaian dan perhiasan pengantin Tradisional Lampung. UPTD Museum Negri Lampung "Ruwa Jurai". Bandar Lampung.
Saptono, N., Widyastuti, E., Laili, N., & Qadarsih, M. (2014). Khasanah budaya Lampung. Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang.
Saputra, D. (2019). Tinjauan hukum Islam terhadap tradisi Bumbang Aji marga Anak Tuho suku Bilik Bandar Dusun Haduyang Ratu Kecamatan Padang Ratu Kabupaten Lampung Tengah . Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.
Saputra, O. D., & Zakiyah, M. (2025). Antara Ekologi, Religi, dan Tradisi: Menyigi Makna Kultural Nama Sumber Mata Air di Kabupaten Banyuwangi (Kajian Antropolinguistik). Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 18(1), 237–262. https://doi.org/10.30651/st.v18i1.24651
Sibarani, R. (2024). Antropolinguistik: Sebuah Pendekatan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa : pengantar penelitian wahana kebudayaan secara linguistis. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif : Untuk penelitian yang bersifat: eksploratif, enterpretif, interaktif dan konstruktif. Bandung: CV. Alfabeta.
Suwarno, Syah, P., & Wibisono, D. (2022). Makna Dan Fungsi Nilai Kekerabatan Pada Masyarakat Adat Lampung Saibatin Marga Legun, Di Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan . Sosiologi: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial Dan Budaya, 24(1), 290–323.
Tirawati, Y., Syah, I., & Arif, S. (2017). Bumbang Aji dalam Upacara Perkawinan Masyarakat LampungPepadun Marga Buay Nyerupa di Kabupaten Lampung Tengah . PESAGI: Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Sejarah, 5(7).
Wibowo, B. A. (2022). Eksistensi Tradisi Lisan Sebagai Sumber Sejarah Lokal. Estoria: Journal of Social Science and Humanities, 3(1), 383-397.
Waroeng_inspirasi. (2021). Sastra Lisan Lampung Dalam prosesi Adat: Sukadana Lampung Timur. https://youtu.be/lbGj3uNZh9w?si=bV3rT3TYtC0Js64t
Penulis
Hak Cipta (c) 2026 Anita Amelia, Rizkia Apriliani, Aqilatul Lathifah, Wahyuana Endah Setianingrum

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra by FKIP UMSurabaya diatur lisensinya dibawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
Penulis mempertahankan seluruh haknya atas artikel yang diterbitkan jurnal ini, seperti (namun tidak terbatas pada) hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel tersebut, seperti hak paten; hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karyanya di masa depan, termasuk ceramah dan buku; hak untuk memperbanyak artikel untuk keperluan sendiri, hak untuk mengarsipkan sendiri artikel tersebut; hak untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan artikel (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Lisensi
Setiap karya yang ditulis penulis dilisensi dengan Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional