Analisis Kritik Sosial Dalam Kumpulan Puisi Negeri Fufu Fafa Karya Sosiawan Leak: Tinjauan Sosiologi Sastra
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kritik sosial dalam kumpulan puisi Negeri Fufu Fafa karya Sosiawan Leak. Kumpulan puisi tersebut memuat berbagai fenomena sosial di masyarakat. Melalui karya-karyanya, Sosiawan Leak secara konsisten menyuarakan respons kritis terhadap berbagai penyimpangan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Sumber data penelitian berupa kumpulan puisi Negeri Fufu Fafa, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, larik, dan bait puisi yang mengandung kritik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kumpulan puisi Negeri Fufu Fafa memuat kritik sosial dalam bidang agama, ekonomi, politik, moral, pendidikan, dan teknologi. Kritik agama menyoroti fanatisme dan penyimpangan nilai keagamaan, kritik ekonomi menggambarkan ketimpangan sosial, sedangkan kritik politik mengungkap penyalahgunaan kekuasaan dan nepotisme. Kritik moral menunjukkan menurunnya integritas sosial, kritik pendidikan menyoroti rusaknya integritas akademik, dan kritik teknologi menggambarkan penyalahgunaan media sosial demi popularitas dan komersialisasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa puisi memiliki peran penting sebagai media refleksi dan kontrol sosial dalam masyarakat.
Artikel teks lengkap
Referensi
Damariswara. R. (2018). Konsep Dasar Kesusastraan. Banyuwangi: LPPM Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng.
Damono, S. D. (1984). Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas. Dapertemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Faruk. (2015). Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Idal, D. (2017). Kritik Sosial dalam Puisi-Puisi Karya Taufiq Ismail (Disertasi doctoral). Universitas Negeri Padang).
Jamlean, A. C., & Indayani. (2023). Kritik Sosial dalam Novel Bedebah di Ujung Tanduk Karya Tere Liye. Jurnal Bahasa, Susastra, Dan Pembelajarannya, 10(2). https://doi.org/https://doi.org/10.36456/bastra.vol10.no2.a8692
Kosasih, E. (2012). Dasar-Dasar Keterampilan Bersastra. Bandung: Yrama Widya.
Kurniawan, N. A., Setyawati, W., Nuhayati, F., & Saptomo, W. (2023). Kritik Sosial pada Puisi Sajak Pertemuan Mahasiswa Karya W.S Rendra. Jurnal Bastra, 8(4). https://doi.org/10.36709/bastra.v8i4.253
Leak, S. (2025). Negeri Fufu Fafa. Grafika Buana Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru (T. R. Rohidi, Trans.). Jakarta: UI Press.
Mustika, Moch. F., Lantra, J., & Nurzin Kasau, M. R. (2024). Kritik Sosial dalam Puisi “Pidato Seorang Demonstran” Karya Mansur Samin (Tinjauan Sosiologi Sastra). Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra, 6(1). https://doi.org/DOI:10.25077/majis.6.1.145.2024
Oksinata, H. (2010). Kritik Sosial dalam Kumpulan Puisi Aku Ingin Jadi Peluru Karya Wiji Thukul (Kajian Resepsi Sastra) (Skripsi). Universitas Negeri Yogyakarta.
Putri, A. P., & Alamiyah, S. S. (2022). Studi Deskriptif Kualitatif: Motivasi Melakukan Public Display Affection Pada Pengguna Media Sosial Tiktok. Jurnal Signal, 10(1), 23–41. https://doi.org/10.33603/SIGNAL.V10I01.6242
Retnasih, A. O. (2014). Kritik Sosial dalam Roman Momo Karya Michael Ende (Analisis Sosiologi Sastra). (Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta.
Safitry, R., & Tjahjono, T. (2023). Kritik sosial dalam novel Re dan Perempuan karya Maman Suherman (Kajian sosiologi sastra Gillin dan Gillin). BAPALA, 10(2), 48–59. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/54009
Zed, M. (2003). Dasa-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Penulis
Hak Cipta (c) 2026 Nevi Samudra Permatasari, Indayani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra by FKIP UMSurabaya diatur lisensinya dibawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
Penulis mempertahankan seluruh haknya atas artikel yang diterbitkan jurnal ini, seperti (namun tidak terbatas pada) hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel tersebut, seperti hak paten; hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karyanya di masa depan, termasuk ceramah dan buku; hak untuk memperbanyak artikel untuk keperluan sendiri, hak untuk mengarsipkan sendiri artikel tersebut; hak untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan artikel (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Lisensi
Setiap karya yang ditulis penulis dilisensi dengan Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional