Konstruksi Ideologis Status Kepegawaian Dosen Di Indonesia Dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis
Abstrak
Artikel ini mengkaji konstruksi ideologis di balik sistem kategorisasi status kepegawaian dosen di Indonesia menggunakan kerangka Analisis Wacana Kritis (AWK) melalui Pendekatan Historis-Diskursif (Discourse-Historical Approach/DHA) yang dikembangkan oleh Ruth Wodak. Data meliputi teks regulasi pendidikan tinggi dan wacana komunitas dari forum Serikat Pekerja Kampus. Analisis menggunakan lima strategi diskursif DHA: referensi, predikasi, argumentasi, perspektivasi, dan intensifikasi/mitigasi. Hasil menunjukkan bahwa proliferasi kategori dosen, dari dosen ASN, dosen tetap non-ASN, hingga label informal seperti dosen ngamen, dosen terbang dan dosen luar biasa merupakan mekanisme diskursif yang melayani proyek ideologis fleksibilisasi tenaga kerja akademik. Teks kebijakan menormalisasi hierarki ini melalui mitigasi dan naturalisasi, sementara label informal dalam komunitas berfungsi ganda sebagai resistensi simbolis sekaligus reproduksi prekarisasi.
Artikel teks lengkap
Referensi
Althusser, L. (1971). Ideology and ideological state apparatuses. Dalam L. Althusser, Lenin and philosophy and other essays (hlm. 127–186). Monthly Review Press.
Ahmed, S. (2004). The cultural politics of emotion. Edinburgh University Press.
Archer, L. (2008). Younger academics' constructions of 'authenticity', 'success' and professional identity. Studies in Higher Education, 33(4), 385–403. https://doi.org/10.1080/03075070802211729
Bhabha, H. K. (1994). The location of culture. Routledge.
Bourdieu, P. (1991). Language and symbolic power. Harvard University Press.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Darma, Y. A. (2009). Analisis wacana kritis. Yrama Widya.
Darmaningtyas. (2005). Pendidikan yang memiskinkan. Galang Press.
Fairclough, N. (1992). Discourse and social change. Polity Press.
Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. Longman.
Fairclough, N. (2003). Analysing discourse: Textual analysis for social research. Routledge.
Gill, R. (2009). Breaking the silence: The hidden injuries of neo-liberal academia. Dalam R. Flood & R. Gill (Eds.), Secrecy and silence in the research process: Feminist reflections (hlm. 228–244). Routledge.
Gramsci, A. (1971). Selections from the prison notebooks. Lawrence and Wishart.
Harvey, D. (2005). A brief history of neoliberalism. Oxford University Press.
Hasibuan, M. S. P. (2019). Manajemen sumber daya manusia (Edisi revisi). Bumi Aksara.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Statistik pendidikan tinggi 2022/2023. Pusdatin Kemdikbudristek.
Kincheloe, J. L., & McLaren, P. (2002). Rethinking critical theory and qualitative research. Dalam Y. Zou & E. T. Trueba (Eds.), Ethnography and schools: Qualitative approaches to the study of education (hlm. 87–138). Rowman & Littlefield.
Mezzadra, S., & Neilson, B. (2013). Border as method, or, the multiplication of labor. Duke University Press.
Mujianto, G., & Darwis, M. (2020). Strategi diskursif dalam pidato kebijakan menteri pendidikan: Kajian analisis wacana kritis. Jurnal Bahasa dan Sastra, 15(2), 112–128.
Nizam. (2021). Revitalisasi sistem pendidikan tinggi Indonesia. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2019 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen. Lembaran Negara RI Tahun 2009 Nomor 76.
Rahardi, R. K. (2016). Pragmatik: Kesantunan imperatif bahasa Indonesia. Erlangga.
Rivai, V. (2020). Manajemen sumber daya manusia untuk perusahaan: Dari teori ke praktik (Edisi ke-3). Rajawali Pers.
Sari, D. N., & Wahyuni, S. (2018). Wacana otonomi daerah dalam kebijakan pendidikan: Analisis wacana kritis Fairclough. Lingua: Jurnal Bahasa dan Sastra, 14(1), 45–60.
Standing, G. (2011). The precariat: The new dangerous class. Bloomsbury Academic.
Thompson, J. B. (1990). Ideology and modern culture: Critical social theory in the era of mass communication. Stanford University Press.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Lembaran Negara RI Tahun 2012 Nomor 158.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Lembaran Negara RI Tahun 2005 Nomor 157.
van Dijk, T. A. (1993). Elite discourse and racism. SAGE Publications.
van Leeuwen, T. (2008). Discourse and practice: New tools for critical discourse analysis. Oxford University Press.
Wahid, A., & Susilo, A. (2017). Kebijakan pendidikan tinggi Indonesia: Antara idealisasi dan realitas. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 2(1), 80–96.
Wodak, R. (2001). The discourse-historical approach. Dalam R. Wodak & M. Meyer (Eds.), Methods of critical discourse analysis (hlm. 63–94). SAGE Publications.
Wodak, R. (2009). The semiotics of racism: A critical discourse-historical analysis. Dalam J. Renkema (Ed.), Discourse, of course (hlm. 311–326). John Benjamins.
Wodak, R. (2015). The politics of fear: What right-wing populist discourses mean. SAGE Publications.
Wodak, R., & Meyer, M. (Eds.). (2009). Methods of critical discourse analysis (2nd ed.). SAGE Publications.
Penulis
Hak Cipta (c) 2026 M Ghufroni An'ars, Jafar Fakhrurozi, Masnia Rahayu, Try Ruliyanti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra by FKIP UMSurabaya diatur lisensinya dibawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
Penulis mempertahankan seluruh haknya atas artikel yang diterbitkan jurnal ini, seperti (namun tidak terbatas pada) hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel tersebut, seperti hak paten; hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karyanya di masa depan, termasuk ceramah dan buku; hak untuk memperbanyak artikel untuk keperluan sendiri, hak untuk mengarsipkan sendiri artikel tersebut; hak untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan artikel (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Lisensi
Setiap karya yang ditulis penulis dilisensi dengan Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional