Kompas Digital News Kesatuan Dan Keterpaduan Komdigi Peringatan Kepada Tiktok Dan Roblox Untuk Membatasi Akun Anak-Anak
Abstrak
Wacana fenomenal terhadap berita populer merupakan langkah penting untuk memahami informasi dalam media massa. Penelitian ini menganalisis aspek kohesi dan koherensi pada berita berjudul "Komdigi: Peringatan TikTok dan Roblox untuk Pembatasan Akun Cepat bagi Anak di Bawah 16 Tahun" di Kompas.com. Dengan menggunakan teori Halliday dan Hasan serta penelitian Renkema, penelitian ini mengidentifikasi berbagai unit linguistik fungsional sebagai pengikat wacana. Temuan penelitian mengungkapkan dominasi kohesi gramatikal fungsional berupa referensi dan konjungsi yang menghubungkan antar kalimat. Selain itu, ditemukan penggunaan kolokasi penguat dan hiponim dalam aspek leksikal teks. Kehadiran koneksi makna kontras dan aditif memastikan wacana tetap koheren. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penggunaan perangkat linguistik yang tepat sangat menentukan tingkat keterbacaan kebijakan berita publik.
Artikel teks lengkap
Referensi
Alfitri , dkk. (2020). Manfaat Media Sosial dan Komunikasi Digital bagi Anak-Anak . Jurnal Komunikasi.
Alwi. (2010). Tata Bahasa Indonesia Standar . Jakarta: Balai Pustaka.
Djajasudarma , F. (2006). Wacana: Pemahaman dan Hubungan Antarelemen Bandung: Eresco .
Efendi, dkk. (2023). Analisis Struktur, Kohesi, dan Koherensi dalam Berita Kompas.com. Jurnal Linguistik .
Fatin, I. (2015). Pengembangan Modul Teks Teladan Berdasarkan Model Pembelajaran Inovatif Terbimbing Untuk Siswa Kelas IX SMP . Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
Fatin, I. (2017). Keterbacaan Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas X Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 dengan Rumus Fry. Pembelajaran Bahasa , 2(1), 21-33. DOI: 10.33503/ eb.v 2i1.157
Fatin, I., & Camalia, M. (2015). Buku Besar Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama . Jakarta: Cmedia .
Fatin, I., & Yunianti , S. (2018). Implementasi Bahan Ajar Keterbacaan Berorientasi Instruksi Langsung Menggunakan Metode TPS sebagai Upaya Mengembangkan HOTS Siswa. Seminar Ujian Bahasa Internasional ke-12 (hlm. 1011-1022). Bandung: Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, SPs UPI.
Ghony , MD, & Fauzan , A. (2012). Metodologi Kajian Kualitatif . Yogyakarta: Ar -Ruzz Media.
Gunawan, dkk. (2020). Intensitas Dampak Penggunaan Internet pada Anak. Jurnal Psikologi Digital .
Halliday, MAK, & Hasan, R. (1976). Kohesi dalam Bahasa Inggris . London: Longman.
Hufyati , dkk. (2022). Unsur Kohesi dan Koherensi dalam Analisis Wacana Berita Online. Jurnal Bahasa dan Sastra Ilmiah .
Husna, dkk. (2023). Peran Organisasi Internasional dalam Literasi Digital. Jurnal Global .
Mulyana (2005). Studi Wacana: Teori, Metode, dan Penerapan Prinsip Analisis Wacana . Yogyakarta: Tiara Wacana.
Purwoko, H. (2008). Wacana: Wacana Teori dan Analisis . Jakarta: PT RajaGrafindo Persada .
Renkema, J. (2004). Pengantar Studi Wacana . Amsterdam: John Benjamins Publishing Company. DOI: 10.1075/z.124
Sanjaya, W. (2014). Penelitian Pendidikan : Jenis, Metode, dan Prosedur . Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Subkhan , E. (2019, 21 Maret). Scopus dan Masalah Budaya Akademik Kita. Detiknews Diakses pada 1 Agustus 2019 dari https://news.detik.com/kolom/d-4477199/scopus-dan-problem-kultur-akademik-kita
Sumarlam , dkk. (2003). Wacana Teori dan Analisis . Surakarta: Perpustakaan Cakra.
Suriadiman , dkk. (2024). Analisis Kohesi dan Koherensi Berita Populer di Surat Kabar Online kompas.com. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra . DOI: 10.30651 / st.v17i1.21544
Tarigan, HG (2009). Wacana Pengajaran . Bandung: Angkasa.
Penulis
Hak Cipta (c) 2026 Astri Rahmah Aulia, Nurlela, T. Thyrhaya.Zein

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra by FKIP UMSurabaya diatur lisensinya dibawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
Penulis mempertahankan seluruh haknya atas artikel yang diterbitkan jurnal ini, seperti (namun tidak terbatas pada) hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel tersebut, seperti hak paten; hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karyanya di masa depan, termasuk ceramah dan buku; hak untuk memperbanyak artikel untuk keperluan sendiri, hak untuk mengarsipkan sendiri artikel tersebut; hak untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan artikel (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Lisensi
Setiap karya yang ditulis penulis dilisensi dengan Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional