Solidaritas Digital "Brave Pink Hero Green" Di Instagram: Analisis Wacana Kritis Model Fairclough
Abstrak
Fenomena solidaritas digital di Instagram pada akhir Agustus hingga awal September 2025 menunjukkan perubahan cara masyarakat membangun kesadaran kolektif di ruang publik digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi makna, praktik wacana, dan konteks sosio-kultural yang melatarbelakangi munculnya solidaritas digital tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough yang meliputi dimensi teks, praktik wacana, dan praktik sosio-kultural. Data berupa lima unggahan Instagram yang menampilkan slogan, simbol warna, dan narasi reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas digital dibangun melalui strategi linguistik dan semiotik yang menonjolkan empati, keberanian moral, dan solidaritas kolektif. Produksi serta penyebaran wacana berlangsung secara kolaboratif dan partisipatif melalui jejaring digital. Pada tingkat sosio-kultural, wacana ini merepresentasikan pergeseran bentuk resistensi menuju praktik kultural yang menekankan refleksi moral dan kesadaran kolektif. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial berperan sebagai ruang pembentukan makna dan negosiasi ideologi dalam masyarakat kontemporer.
Artikel teks lengkap
Referensi
Jamil, A., Rangga, F. N., Rendra, R. D., & Ahmad, T. (2025). Media Sosial Sebagai Sarana Pembentukan Identitas Politik Pemuda. Hukum Inovatif: Jurnal Ilmu Hukum Sosial dan Humaniora, 2(3), 244-253.
Amalia, F., & Manaf, R. (2024). Konstruksi wacana politik “Jokowi 3 Periode” di Kompas.com: Analisis wacana kritis Norman Fairclough. Jurnal Komunikasi Dan Media, 15(2), 115–130.
Srg, R. A. M., & Usiono, U. (2024). Peran media digital dalam meningkatkan keterlibatan dan partisipasi publik: Transformasi komunikasi di era informasi dan sosial. Journal Sains Student Research, 2(6), 506-513.
Aviva, A. J., & Mulyani, W. (2022). Ragam Tulis Bahasa Gaul Dalam Kolom Komentar Media Sosial Instagram Lambe Turah. Prosiding SNasPPM, 7(1), 578-585. http://prosiding.unirow.ac.id/index.php/SNasPPM
Bourdieu, P. (1991). Language and symbolic power. Harvard university press.
Butler, J. (2021). The Force of Nonviolence: An Ethico-Political Bind.
Fairclough, N. (2013). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. Routledge.
Fairclough, N. (2023). Critical discourse analysis. In The Routledge handbook of discourse analysis (pp. 11-22). Routledge.
Fuchs, C. (2021). Social Media: A Critical Introduction (3rd ed.).
Hasna, S. (2022). Tindakan Kolektif Masyarakat Jaringan Di Indonesia: Aktivisme Sosial Media Pada Aksi #Gejayanmemanggil. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 11(1), 25–34. https://doi.org/10.14710/interaksi.11.1.25-34
Jenkins, H. (2019). Participatory culture: interviews. John Wiley & Sons.
Nawar, M. F. (2025). Analisis Kualitatif terhadap Fenomena “Peringatan Darurat Garuda Biru”: Memahami Peran Framing dan Resonansi Emosional dalam Membentuk Opini Publik. Jurnal Komunikatif, 13(2), 235–250. https://doi.org/10.33508/jk.v13i2.6144
Oktavia, A. R., Ahren, J. A., Apvira, A. S., & Aniqotul, U. (2024). Analisis Keterlibatan Warga Digital melalui Media Sosial dalam Gerakan# Reformasidikorupsi di Indonesia. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 4(2), 1–14. https://doi.org/10.53697/iso.v4i2.2058
Papacharissi, Z. (2020). Affective Publics: Sentiment, Technology, and Politics. Oxford University Press.
Petra, U. K. (2024). Aniendya Christianna SI GEMOY : ARTIFICIAL INTELLIGENCE-BASED VISUAL MANIPULATION AS PRABOWO’S POLITICAL VISUAL COMMUNICATION STRATEGY (Doctoral dissertation, Petra Christian University).
Putri, N., & Mahardika, A. (2021). Visual politics in digital activism: Memes, colors, and emotional resonance. Journal of Digital Culture Studies, 9(3), 211–230.
Qomaruddin, Q., & Sa'diyah, H. (2024). Kajian teoritis tentang teknik analisis data dalam penelitian kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman. Journal of Management, Accounting, and Administration, 1(2), 77-84.
Rahmawati, D., & Sari, L. P. (2023). Digital ethnography dalam penelitian komunikasi daring. JURNAL ILMU KOMUNIKASI.
Rahmawati, S., & Sari, D. (2023). Digital ethnography sebagai metode riset komunikasi di era media baru. Jurnal Penelitian Komunikasi.
Ricahyono, D., Magnamanggala, R., & Acala, J. (2024). Digital Advocacy and Transnational Solidarity: Lessons from #MeToo and #BlackLivesMatter. Communication Research Review, 17(1), 59–78.
Rimang, S. S. (2025). BAHASA DAN AKTIVISME: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP GERAKAN SOSIAL DI ERA DIGITAL. Jurnal Keilmuan dan Pengajaran, 9(2).
Wahyudi, A. (2023). Simbol, kuasa, dan romantisasi gerakan sosial di media sosial. Jurnal Wacana Politik Dan Budaya, 5(2), 102–118.
Wicaksono, A., & Ramadhani, O. (2025). Warna sebagai simbol perlawanan dalam gerakan sosial digital Indonesia. Jurnal Komunikasi Dan Budaya.
Zuraida, Z. (2023). Comparing the Effectiveness of Hashtags in Digital Social Movements: A Case Study of #PercumaLaporPolisi and #PolriSesuaiProsedur in Indonesia. CHANNEL: Jurnal Komunikasi, 11(1), 21–32. https://doi.org/10.12928/channel.v11i1.339
Penulis
Hak Cipta (c) 2026 Afthoniya Nurin Nadhifa, Sri Yanuarsih, I Wayan Letreng

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra by FKIP UMSurabaya diatur lisensinya dibawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
Penulis mempertahankan seluruh haknya atas artikel yang diterbitkan jurnal ini, seperti (namun tidak terbatas pada) hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel tersebut, seperti hak paten; hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karyanya di masa depan, termasuk ceramah dan buku; hak untuk memperbanyak artikel untuk keperluan sendiri, hak untuk mengarsipkan sendiri artikel tersebut; hak untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan artikel (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Lisensi
Setiap karya yang ditulis penulis dilisensi dengan Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional