Bentuk, Makna, dan Nilai-Nilai Umpasa dalam Mangadati Pernikahan Batak Toba di Cipinang Besar Kecamatan Jatinegara Kota Jakarta Timur

Anggira Ayu Simaremare (1), Suntoko Suntoko (2), Dian Hartati (3)
(1) Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Singaperbangsa, Indonesia,
(2) Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Singaperbangsa, Indonesia,
(3) Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Singaperbangsa, Indonesia

Abstrak

ABSTRAK


Kekayaan sastra lisan yang tersebar di Indonesia memiliki beragam jenis, salah satunya adalah puisi rakyat. Puisi rakyat merupakan sastra lisan berbentuk puisi yang berkembang dalam masyarakat tradisional. Salah satu bentuk puisi rakyat yang dimiliki oleh suku Batak Toba disebut umpasa. Penggunaan umpasa terdapat dalam tradisi mangadati, yaitu upacara pernikahan adat Batak Toba yang mengandung makna dan nilai kehidupan yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan nilai-nilai umpasa dalam pernikahan Batak Toba di Cipinang Besar, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan teori bentuk Sibarani (2024), teori makna Nurgiyantoro (2018), dan teori nilai-nilai Liliweri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi menurut Manan (2021:90). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatoris, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan sebelas umpasa yang terbagi menjadi teks, ko-teks, dan konteks yang mengandung nilai pribadi, keluarga, material, spiritual, sosial budaya, dan moral.


 


ABSTRACT


The richness of Indonesia’s oral literature encompasses various forms, one of which is folk poetry. Folk poetry is a form of oral literature that has developed within traditional communities. One type of folk poetry belonging to the Batak Toba ethnic group is called umpasa. The use of umpasa appears in the mangadati tradition, a Batak Toba wedding ceremony that carries profound meanings and life values. This study aims to describe the forms, meanings, and values of umpasa in Batak Toba wedding ceremonies held in Cipinang Besar, East Jakarta. The research applies the theory of form by Sibarani (2024), the theory of meaning by Nurgiyantoro (2018), and the theory of values by Liliweri. The study employs a qualitative method with an ethnographic approach according to Manan (2021:90). Data were collected through participant observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal eleven umpasa categorized into text, co-text, and context, each containing personal, familial, material, spiritual, sociocultural, and moral values.

Artikel teks lengkap

##article.generated_from_xml##

Referensi

Endraswara, S. 2013. Folklor Nusantara: Hakikat, Bentuk, dan Fungsi. Yogyakarta: Ombak Dua

Hutagalung, D. (2021). Eksistensi Budaya Batak di Perantauan. Jurnal Antropologi Budaya, 8(2), 35–48

Liliweri, A. (2021). Antara Nilai, Norma, dan Adat Kebiasaan. Nusamedia.

Manan, A. (2021). Metode Penelitian Etnografi. AcehPo Publishing.

Maulina, D. E. (2012). Keanekaragaman pantun di Indonesia. Semantik, 1.

Mawarni, H., & Ubaidullah, N. F. N. (2019). Nilai pendidikan dalam sastra lisan lawas (puisi rakyat) masyarakat Sumbawa dan potensinya sebagai materi ajar di sekolah. Mabasan, 13(2), 231-246.

Moleong, L.J. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Napitupulu, D. (2024). Analisis Umpasa Marhata Sinamot dalam Prosesi Pernikahan Adat Batak Toba. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan, (1), 25-32.

Nurgiyantoro, B. (2018). Teori pengkajian fiksi. UGM press.

Pernikahan Suku Batak. (2017, Juli 17). Pesta Mangadati Batak. Pernikahan Suku Batak. https://pernikahansukubatak.wordpress.com/2017/07/17/pesta-mangadati-batak/

Siahaan, P. (2012). Umpasa Batak Toba: Sebuah Kajian Stilistika dan Budaya. Medan: Unimed Press.

Sibarani, R. (2015). Pendekatan antropolinguistik terhadap kajian tradisi lisan. RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa, 1(1), 1-17.

Sibarani, R. (2024). Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan.

Silaban, Lola. (2018). Analisis Makna dan Nilai-Nilai Dalam Umpasa Pernikahan Batak Toba Kajian Antropologi Sastra. Medan.

Sitompul, A. (2017). Makna Simbolik Pada Upacara Pernikahan Suku Adat Batak Toba Di Sumatera Utara. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Utami, S., Widayati, W., & Tobing, V. M. L. (2022). Tradisi lisan Kejhung sebagai sumber pendidikan dalam penguatan profil pelajar Pancasila berbasis kearifan lokal Madura. Jurnal Ilmiah Hospitality, 11(2), 671-676.

Penulis

Anggira Ayu Simaremare
2110631080034@student.unsika.ac.id (Kontak utama)
Suntoko Suntoko
Dian Hartati
Simaremare, A. A., Suntoko, S., & Hartati, D. (2026). Bentuk, Makna, dan Nilai-Nilai Umpasa dalam Mangadati Pernikahan Batak Toba di Cipinang Besar Kecamatan Jatinegara Kota Jakarta Timur. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 19(1), 83–102. https://doi.org/10.30651/st.v19i1.28686

Rincian Artikel

No Related Submission Found