Basa-Basi dalam Sapaan: Studi Pragmatik terhadap Kesantunan Berkomunikasi Masyarakat Indonesia
Abstrak
ABSTRAK
Basa-basi dalam sapaan merupakan bagian integral dari komunikasi santun masyarakat Indonesia yang berakar pada nilai-nilai budaya dan sosial, seperti menanyakan kabar lawan tutur sebagai strategi menjaga keakraban dan keharmonisan sosial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis bentuk basa-basi dalam sapaan masyarakat Indonesia menggunakan prinsip kesantunan Geoffrey Leech. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Sumber data berupa tuturan dalam video vlog berbahasa Indonesia yang diproduksi oleh peneliti dan diunggah ke kanal YouTube Plurikultural Indonesia. Data dikumpulkan dengan teknik simak, libat, dan catat, serta dianalisis menggunakan teori maksim kesantunan Leech: kearifan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesetujuan, dan simpati. Hasil penelitian menunjukkan tuturan basa-basi dalam sapaan mencerminkan strategi pragmatik yang berfungsi menjaga keharmonisan dan etika komunikasi. Setiap maksim muncul dalam konteks yang berbeda-beda sesuai situasi dan hubungan antarpenutur. Temuan ini menegaskan bahwa basa-basi dalam sapaan berfungsi sebagai strategi pragmatik yang merepresentasikan nilai kesantunan dan menjaga keharmonisan interaksi sosial masyarakat Indonesia.
ABSTRACT
Small talk in greetings is an integral part of polite communication in Indonesian society, rooted in cultural and social values, such as asking how the other person is as a strategy to maintain familiarity and social harmony. This study aims to identify and analyze the forms of small talk in greetings in Indonesian society using Geoffrey Leech's politeness principles. This study uses a qualitative descriptive method with a pragmatic approach. The data source is speech in Indonesian-language vlog videos produced by the researcher and uploaded to the Plurikultural Indonesia YouTube channel. Data were collected using the listening, engaging, and note-taking technique, and analyzed using Leech's politeness maxims theory: wisdom, generosity, praise, humility, agreement, and sympathy. The results show that small talk in greetings reflects a pragmatic strategy that functions to maintain harmony and communication ethics. Each maxim appears in different contexts according to the situation and relationship between speakers. This finding confirms that small talk in greetings functions as a pragmatic strategy that represents politeness values and maintains harmonious social interactions in Indonesian society.
Artikel teks lengkap
Referensi
Asteria, P. V., Rofi’uddin, A., Suyitno, I., & Susanto, G. (2023). BIPA Cultural Notes as a Marker of Cultural Awareness Level: Teacher’s Perspective (Vol. 1). Atlantis Press SARL. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-008-4_190
Darwis, M., & Syahrin, A. (2022). Kesantunan Berbahasa Pedagang Kota Juang Ditinjau Teori Leech (Maksim). Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 9(1), 1–12. https://doi.org/10.33603/deiksis.v9i1.6052
Dewi, A. S., Prabawa, A. H., Prayitno, H. J., Pratiwi, D. R., Lukman, L., & Syar'i, A. (2025). Kesantunan Berbahasa Dakwah Gus Baha pada Media Sosial Youtube: Kebermanfaatannya bagi Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Keilmuan Dan Keislaman, 16-29.
Hildayati, I., & Asteria, P. V. (2024). Pengembangan Buku Cerita Digital Basa-Basi Dalam Konteks Pergaulan Sebagai Suplemen Pembelajaran BIPA Level Madya Berbasis Plurikultural. Bapala, 11, 1–16.
Indrawati, Y., & Asteria, P. V. (2025). Pengembangan Modul Pembelajaran Digital Tema Wisata Bojonegoro Bermuatan Plurikultural Bagi Pemelajar BIPA Level 1. Bapala, 12(1), 229–240. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/66268
Jannah, R., Munirah, M., & Jannah, M. (2022). Analisis Pragmatik Kesantunan Berbahasa Dalam Pendidikan Di Balai Pengajian Madinatul Jalal Bireuen Aceh. Berkala Ilmiah Pendidikan, 2, 66–76.
Jakobson, R., & Sebeok, T. A. (1960). Closing statement: Linguistics and poetics. Semiotics: An introductory anthology, 147-175.
Kaloko, H., & Efendi, A. (2025). Implementation of Leech’s General Strategy of Politeness Theory used by Students when Having Conversations with Teachers in the Context of the Teaching and Learning Process Via Whatsapp. International Journal of Multidisciplinary Research and Analysis, 08(02), 850–873. https://doi.org/10.47191/ijmra/v8-i02-43
Leech. (1983). Principles of pragmatics. New York: Longman.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (1994). Qualitative Data Analysis A Methods Sourcebook. Sage publications. https://doi.org/10.4324/9781003444718-9
Moelong.(2018).Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Putri, D. S. A., & Asteria, P. V. (2025). Pegembangan Modul Pembelajaran Digital Tema Wisata Lamongan Bermuatan Plurikultural Bagi Pemelajar BIPA Level 1. Bapala, 12(1), 161–172.
Pasaribu, T. F., Simanjuntak, D. S. R., Halawa, I. M., & Tarigan, T. R. B. (2025). Prinsip Kesantunan Leech pada Tuturan Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Utara 2024. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(3), 1765-1776.
Santoso, D., & Nurfitria, R. S. (2024). Leech’s Politeness Principles Uttered by Indonesian Vice Presidential Candidate in the Event “13 Tahun Mata Najwa: Bergerak Bergerak Berdampak.” Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature, 4(001), 164–176. https://doi.org/10.54012/jcell.v4i001.378
Sayant, T. F. P., & Asteria, P. V. (2025). Pengembangan Modul Pembelajaran Digital Tema Wisata Mojokerto Bermuatan Plurikultural Bagi Pemelajar Bipa Level 1. Bapala, 12(1), 254–270. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/66268
Wahyuni, W. (2018). Analisis maksim kesantunan berbahasa indonesia dakwah ustaz nur maulana melalui trans tv. 1–19.
Penulis
Hak Cipta (c) 2025 Talitha Fashohatul Azmi, Choirun Nisa', Cindy Effelina Zakkia Putri, Prima Vidya Asteria

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra by FKIP UMSurabaya diatur lisensinya dibawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
Penulis mempertahankan seluruh haknya atas artikel yang diterbitkan jurnal ini, seperti (namun tidak terbatas pada) hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel tersebut, seperti hak paten; hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karyanya di masa depan, termasuk ceramah dan buku; hak untuk memperbanyak artikel untuk keperluan sendiri, hak untuk mengarsipkan sendiri artikel tersebut; hak untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan artikel (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Lisensi
Setiap karya yang ditulis penulis dilisensi dengan Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional