Analisis Makrostruktur dan Mikrostruktur Kamus Pelajar Eka Bahasa: Kajian terhadap Kamus Bahasa Indonesia untuk Pelajar, Cambridge School Dictionary, dan Mu‘Jam Al-Muhīṭ

Mafatihatul Maqhfiroh (1), Umi Kulsum (2), Ali Hasan (3), Titi Farhanah (4), Subaidah Arifin (5), Nahdlia Ilmiyah (6)
(1) Bahasa dan Sastra Arab, UIN Syarif Hidayatullah, Indonesia,
(2) Bahasa dan Sastra Arab, UIN Syarif Hidayatullah, Indonesia,
(3) Bahasa dan Sastra Arab, UIN Syarif Hidayatullah, Indonesia,
(4) Bahasa dan Sastra Arab, UIN Syarif Hidayatullah, Indonesia,
(5) Universitas Al-Azhar, Indonesia,
(6) Bahasa dan Sastra Arab, UIN Maulana Malik Ibrahim, Indonesia

Abstrak

ABSTRAK


Penelitian ini menganalisis makrostruktur dan mikrostruktur dari tiga kamus pelajar ekabahasa, yaitu Kamus Bahasa Indonesia untuk Pelajar, Cambridge School Dictionary, dan Mu’Jam Al-Muḥiid. Efektivitas kamus tidak hanya ditentukan oleh entri leksikal, tetapi juga kejelasan dan kelengkapan desain strukturnya. Makrostruktur mencakup organisasi keseluruhan entri, seperti urutan alfabetis, sistem pengindeksan, jenis lema, dan unsur lainnya. Sementara itu, mikrostruktur meliputi informasi detail setiap entri, seperti pelafalan, kelas kata, definisi, contoh kalimat, etimologi, sinonim, antonim, dan label gaya bahasa. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi persamaan dan perbedaan struktur kamus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cambridge School Dictionary memiliki fitur makro dan mikro yang sistematis dan komprehensif sehingga efektif untuk pembelajar bahasa Inggris. Kamus Bahasa Indonesia untuk Pelajar cukup membantu, namun terbatas ketiadaan sinonim dan antonim. Mu’Jam Al-Muḥiid sebagai kamus klasik bahasa Arab unggul kedalaman makna dan kekayaan etimologi, tetapi belum memiliki fitur modern yang ramah pengguna, seperti label sosial dan contoh penggunaan kontekstual.


 


ABSTRACT


This study analyzes the macrostructure and microstructure of three monolingual student dictionaries: the Indonesian Dictionary for Students, the Cambridge School Dictionary, and Mu’Jam Al-Muḥiid. The effectiveness of a dictionary is determined not only by its lexical entries but also by the clarity and completeness of its structural design. Macrostructure encompasses the overall organization of entries, such as alphabetical order, indexing system, types of entries, and other elements. Meanwhile, microstructure encompasses detailed information about each entry, such as pronunciation, word class, definition, example sentences, etymology, synonyms, antonyms, and stylistic labels. Using a descriptive qualitative approach, this study identifies similarities and differences in dictionary structure. The results show that the Cambridge School Dictionary has systematic and comprehensive macro and micro features, making it effective for English learners. The Indonesian Dictionary for Students is quite helpful, but is limited by the lack of synonyms and antonyms. Mu’Jam Al-Muḥiid, as a classical Arabic dictionary, excels in its depth of meaning and richness of etymology, but lacks modern, user-friendly features, such as social labels and contextual usage examples.

Artikel teks lengkap

##article.generated_from_xml##

Referensi

Abdussamad. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. CV. Syakir Media Press.

Achmadi, M. (1998). Materi Dasar Pengajaran Komposisi Bahasa Indonesia. Depdikbud.

Bejoint, H. (2000). Modern Lexicography: An Introduction. Oxford University Press.

Cambridge school dictionary with CD-ROM. (2008). Cambridge University Press.

Durkin, P. (2009). The Oxford Guide to Etymology. Oxford University Press.

Ferdiansyah, I., Wagiati, W., & Wahya, W. (2024). Morfofonemik Bahasa Indonesia pada Kata Serapan Bahasa Inggris yang Berawalan Fonem Voiceless: Kajian Teori Optimalitas. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 17(2), 197–216. https://doi.org/10.30651/st.v17i2.22890

KAMUS | KBBI Daring. (n.d.). Retrieved January 2, 2026, from KAMUS | KBBI Daring

Khalfani, K. (2023). Representasi Kritik Sosial dalam Lagu Iwan Fals dan Iksan Skuter (Analisis Semiotik Multimodal). Universitas Indonesia. http://repository.upi.edu/id/eprint/96774

Kushartanti. (2009). Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik. Gramedia Pustaka Utama.

Mahsusi, J. (2024). Analisis Wacana Kritis Sara Mills pada Lirik Lagu Wanita Karya Upiak Isil. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 17(2), 321–330. https://doi.org/10.30651/st.v17i2.22923

Nazir, M. (2005). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Metode Penelitian :Moh. Nazir Ph. D / Moh. Nazir, Ph. D

Setiawan, T. (2009). Analisis Struktur Kamus Monolingual Bahasa Indonesia.LITERA. https://doi.org/10.21831/ltr.v8i2.1213

Setiawati, S. (2024). Penggunaan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dalam Pembelajaran Kosakata Baku dan Tidak Baku pada Siswa Kelas IV SD. Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2(1), 44–51. https://doi.org/10.22202/jg.2016.v2i1.1408

Singh, P. (2003). “Anusilana,” Research Journal of Indian Cultural & Social Philosophical Stream, Vol. XXIV. Manvi Seva Samiti.

Sterkenburg. (2003). Onomasiological Specifications and Concise History Onomasiological Dictionary. https://doi.org/10.1075/tlrp.6

Suhaimi, M. S. (2017). Struktur Mega, Makro, dan Mikro dalam Penerbitan Bidang Leksikografi. Dewan Bahasa.

Penulis

Mafatihatul Maqhfiroh
mafahallo@gmail.com (Kontak utama)
Umi Kulsum
Ali Hasan
Titi Farhanah
Subaidah Arifin
Nahdlia Ilmiyah
Maqhfiroh, M., Kulsum, U., Hasan, A., Farhanah, T., Arifin, S., & Ilmiyah, N. (2026). Analisis Makrostruktur dan Mikrostruktur Kamus Pelajar Eka Bahasa: Kajian terhadap Kamus Bahasa Indonesia untuk Pelajar, Cambridge School Dictionary, dan Mu‘Jam Al-Muhīṭ. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 19(1), 33–48. https://doi.org/10.30651/st.v19i1.28396

Rincian Artikel

No Related Submission Found