Implikatur Dalam Komentar Warganet Terhadap Nasib Honorer Guru Yang Dirumahkan: Studi Kasus Di Tik Tok

Dina Tazkiyah (1), Ayu Puspita Indah Sari (2)
(1) Universitas Bina Darma Indonesia, Indonesia,
(2) Universitas Bina Darma Indonesia, Indonesia

Abstrak

Isu penghapusan status tenaga honorer, khususnya guru, menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan di media sosial, salah satunya melalui aplikasi TikTok. Berbagai tanggapan warganet muncul pada kolom komentar yang tidak hanya berisi pendapat secara langsung, tetapi juga mengandung makna tersirat yang mencerminkan ketidakpuasan, harapan, kritik, maupun dukungan terhadap kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis serta fungsi implikatur yang muncul dalam komentar warganet mengenai isu penghapusan tenaga honorer. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tangkapan layar komentar pada akun TikTok Bahri Permana yang membahas isu tenaga honorer. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua jenis implikatur, yaitu implikatur percakapan dan implikatur konvensional. Selain itu, ditemukan tiga fungsi implikatur yang dominan, yakni fungsi direktif, asertif, dan ekspresif, yang digunakan warganet untuk menyampaikan sikap, kritik, serta harapan terhadap kebijakan pemerintah.

Artikel teks lengkap

##article.generated_from_xml##

Referensi

Ananda, S. H., & Sri, P. (2024). Implikatur Percakapan dan Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dalam Novel “Kisah untuk Geri” Karya Erisca Febriani. Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 19(1), 95-108.

Aisyah, S.N., dkk. (2024). Implikatur Pada Acara TV Main Hakim Sendiri Episode Habib Ja’far dan Yono Bakrie. Jurnal Didactique Bahasa Indonesia, 5(2), 142-149.

Istriwati, E., Ery, A. K., & Rini, E. (2023). Implikatur Percakapan dalam Acara Bincang-Bincang Rumah Uya Trans7. Jurnal D’sastra, 5(20, 262-274.

Ismiyatin. L., & Harun. J. (2022). Implikatur Komentar Netizen dalam Cover Majalah Tempo Bergambar Jokowi di Sosial Media. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 90-103.

Kurniawan, N.A., & Saptomo, S. (2024). Penguatan Karakter Kandidat dalam Debat Capres Sesi Ketiga 2024 Melalui Implikatur Percakapan di Media Youtube. Jurnal Onoma, 10(3).

Luhur Sekhuti. (2022). Penghapusan Tenaga Honorer dalam Perspektif Hukum sebagai Sarana Pembaharuan Sosial untuk Mewujudkan ASN Profesional. Jurnal Borneo Administrator, 16(3), 383–400.

Ma’una, S. V, Islamiyah, I. I., & Nurjannah Iqlima, Z. (2021). Faktor-Faktor Penyebab Tingginya Minat Generasi Post-Millenial Indonesia Terhadap Penggunaan Aplikasi Tik-Tok. Jurnal Unesa, 2(1), 40–53.

Purwo, B. K., & Nasanius, Y. (2004). PELBBA 17: Pertemuan Linguistik Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Atma Jaya Ketujuh Belas. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Rittah Riani. (2020). Kesejahteraan Subjektif Guru Honorer Sekolah Dasar Negeri di Gugus 02 Kecamatan Tiga Raksa. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sili Sabon, S. (2023). Permasalahan Pengelolaan Guru Honorer pada Jenjang Pendidikan Dasar. Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, 15(2), 119–134.

Waruwu, M. (2024). Metode Penelitian dan Pengembangan (R&D): Konsep, Jenis, Tahapan dan Kelebihan. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(2), 1220–1230.

Yule, G. (1996). Pragmatics. Oxford University Press

Penulis

Dina Tazkiyah
tazkiyahdina@gmail.com (Kontak utama)
Ayu Puspita Indah Sari
Tazkiyah, D., & Indah Sari, A. P. (2026). Implikatur Dalam Komentar Warganet Terhadap Nasib Honorer Guru Yang Dirumahkan: Studi Kasus Di Tik Tok. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 19(2), 367–374. https://doi.org/10.30651/st.v19i2.27813

Rincian Artikel

No Related Submission Found