HUBUNGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS KENJERAN SURABAYA
DOI:
https://doi.org/10.30651/ps.v1i2.18447Abstrak
Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan prevalensi stunting yang tinggi. Intervensi penanganan stunting harus dimulai semenjak janin dalam kandungan hingga anak berumur dua tahun. Pemeriksaan antropometri dilakukan sebagai upaya untuk menetukan status gizi anak balita Indonesia dengan mengukur berat badan dan panjang badan. Mengetahui hubungan status gizi anak balita dengan kejadian stunting di Puskesmas Kenjeran Surabaya. jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analitik observasional desain cross-sectional. Sebanyak 92 sampel diperoleh menggunakan total sampling dengan melakukan pemeriksaan antropometri selanjutnya dianalisis menggunakan kurva WHO yang memenuhi kriteria inkulsi dan eksklusi kemudian menggunakan uji korelasi Spearman. Dari 92 subjek, Interpretasi status gizi anak balita dengan gizi baik (80,4%) gizi kurang (6,5%) gizi buruk (4.3%) dan gizi lebih (4,3%) risiko gizi lebih (3,3%) sedangkan obesitas (1.1%). Interpretasi Stunting adalah normal (70,7%) pendek (stunted) (17,4%) sedangkan sangat pendek (severely stunted) (8,7%) dan tinggi (3,3%). Hasil analisis uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan status gizi anak balita dengan kejadian stunting dengan tingkat signifikansi 0.005 <alpha (0.05). Terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan status gizi anak balita dengan kejadian stunting.
Kata Kunci : Status gizi, balita,stunting
Referensi
IDAI. Panduan Praktik Klinis Ikatan Dokter Anak Indonesia: Perawakan
Pendek pada Anak dan Remaja di Indonesia. Ikat Dr Anak Indones. 2017;1–4.
UNICEF. Status Anak Dunia 2019 UNICEF Indonesia [Internet]. UNICEF
Indonesia for every child. 2019. p. 2019–21. Available from:
https://www.unicef.org/indonesia/id/status-anak-dunia-2019
UNICEF, WHO WBG. Joint Child Malnutrition Estimates. Who [Internet].
;24(2):51–78. Available from:
https://www.who.int/publications/i/item/9789240025257
Lestari,Endang Dwi. Hasanah,Faraissa. Nugroho NA. Paediatrica Indonesiana.
;51(4):207–12.
Dinas Kesehatan Jawa Timur. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur. In: Profil
Kesehatan Provinsi Jawa Timur. 2019. p. 25–6.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2019. Profil Kesehatan Indonesia
Tahun 2018. In: Kurniawan R, yudianto, Hardhana B, Siswanti T, editors.
Jakarta; 2018. p. 556.
Kemenkes. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kementeri Kesehat RI
[Internet]. 2019;1(1):1. Available from:
https://www.kemkes.go.id/article/view/19093000001/penyakit-jantung-
penyebab-kematian-terbanyak-ke-2-di-indonesia.html
Addawiyah. Hasanah dan Deli. Gambaran Kejadian Stunting Dan Wasting
Pada Bayi Dan Balita Di Tenayan Raya Pekanbaru. 2020;9(3):222–7.
Marini Setia Dewi. Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Diare. J Obs Sci.
;6(2):280–91.
Nurhasanah. Naskah Publikasi Hubungan Status Gizi Balita Dengan Kejadian
Stunting(Tubuh Pendek) Di Wilayah Kerja Puskesmas Langensari II Kota
Banjar Tahun 2019. 2019;
Wicaksono RA, Arto KS, Mutiara E, Lubis M, Deliana M. Faktor Risiko
Kejadian Stunting pada Anak Berusia 1 - 60 Bulan dengan Menggunakan
Kurva Pertumbuhan Anak Indonesia. 2020;108.
Laprise C, Cole K, Sridhar VS, Crimi C, West L, Foster BJ. WHO : World
Health Organization. 2019. p. 1–32.



