Efek Pemberian Koloid Terhadap Pembekuan Darah Pada Anak

Penulis

  • fitri wilujeng indah Akademi Kebidanan medika Wiyata Kediri

DOI:

https://doi.org/10.30651/an-najjari.v1i1.26933

Kata Kunci:

koloid, pembekuan darah, anak

Abstrak

Pemberian koloid khususnya pada neonatus dan anak-anak menimbulkan efek samping, salah satunya adalah faktor-faktor pembekuan darah mengalami penurunan akibat pengenceran, sehingga meningkatkan risiko perdarahan. Efek samping lainnya juga berdampak pada penurunan jumlah dan fungsi trombosit, kurangnya kadar von willebrand factor, serta penurunan kemampuan fibrin untuk dapat berpolimerisasi dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk menelaah bukti-bukti ilmiah terkait pengaruh koloid terhadap proses pembentukan thrombin dan bekuan darah, serta implikasi klinisnya pada praktik anestesi dan perawatan intensif anak. Penelitian ini merupakan penelitian jenis literatur review dengan melakukan telaah pada berbagai sumber (buku, artikel, modul, publikasi lainnya). Hasil literatur menunjukkan bahwa dextran dan HES lambat degradasi paling memengaruhi hemostasis. HES 130 aman dan efektif digunakan untuk fixasi perioperatif. Efek samping yang timbul tergantung dosis yang diberikan kepada anak, sehingga batas harian yang disarankan penting diperhatikan. GEL dan albumin kurang efektif, dengan risiko anafilaksis dan biaya tinggi. Neonatus dan bayi rentan terhadap gangguan hemostasis akibat koloid.

Referensi

Djer, M M., Sekartini, Rini., Handryastuti, RA S., et al. 2014. Current Evidence in Pediatric Practices. Jakarta: Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM.

Fenger-Eriksen, C. et al., 2010. Effects of hydroxyethyl starch on haemostasis: A systematic review. British Journal of Anaesthesia, 104(4), pp.448–456. doi:10.1093/bja/aeq050.

Görlinger, K. et al., 2013. First-line therapy with coagulation factor concentrates and point-of-care coagulation testing. Anesthesia & Analgesia, 115(1), pp.117–127. doi:10.1213/ANE.0b013e3182917fc8.

Hartog, C.S. and Reinhart, K., 2009. Contraindications for HES in septic patients. Critical Care, 13(3), p.121. doi:10.1186/cc7841.

Hasrimayana, Arsyad, A. and Cangara, M.H. 2023. Perbandingan bleeding time dan clotting time pada wanita terhadap golongan darah ABO, Jambura Journal of Health Science and Research, Vol. 5, No. 1, Halaman 391-398. [online] Available at: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jjhsr/index

Kozek-Langenecker, S.A. et al., 2013. Management of severe perioperative bleeding: ESA guidelines. European Journal of Anaesthesiology, 30(6), pp.270–382. doi:10.1097/EJA.0b013e32835f4d5b.

Niebler, R.A. et al., 2011. Coagulation monitoring using thromboelastography in pediatric cardiac surgery. World Journal for Pediatric and Congenital Heart Surgery, 2(4), pp.556–560. doi:10.1177/2150135111419122.

Pudjiadi, A H., Latief, A., Budiwardhana, Novik., 2011. Buku Ajar Pediatri Gawat Darurat. Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Taketomo, C.K., Hodding, J.H. and Kraus, D.M., 2023. Pediatric Dosage Handbook. Lexicomp.

Van der Linden, P., James, M. and Mythen, M., 2003. Safety of modern starches used during surgery. Anesthesia & Analgesia, 96(3), pp.743–752. doi:10.1213/01.ANE.0000049980.58732.1A.

Wiedermann, C.J. and Joannidis, M., 2015. Albumin replacement in critically ill patients: focus on clinical studies. International Journal of Critical Illness and Injury Science, 5(4), pp.213–219. doi:10.4103/2229-5151.170864.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-24

Terbitan

Bagian

Artikel