HUBUNGAN DURASI LAMA KERJA PADA SUPIR TRUK DENGAN PENYAKIT NYERI LEHER DI KABUPATEN MALANG KECAMATAN GONDANGLEGI
Abstrak
Pendahuluan: Supir truk dapat dikatakan termasuk pekerja yang sering berpindah tempat atau bergerak (mobile population) disebabkan sifat pekerjaannya. Pekerjaan sebagai sopir truk dapat membawa para sopir kepada risiko atau masalah yang sewaktu-waktu dapat terjadi di perjalanan, seperti kecelakaan, kerusakan kendaraan, kemacetan, tuntutan dari tengkulak atau majikan, dan mendapat sanksi tindakan pelanggaran.Namun dampak negative nyeri leher dapat timbul akibat Rutinitas dalam lamanya duduk yang salah cenderung dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan. Salah satu dampak tersebut adalah munculnya keluhan atau gangguan muskuloskeletal. Sistem muskuloskeletal yang rentan mengalami gangguan yaitu pada bagian leher dimana paling banyak diderita oleh para pekerja. Gangguan pergerakan yang terjadi baik pada diskus, ligamen, atau sendi dapat mengakibatkan sensasi nyeri, rasa kurang nyaman di daerah leher bahkan sampai terjadi disabilitas.Nyeri leher yang diakibatkan oleh karena pekerjaan dikenal sebagai Work Related Neck Pain (WRNP). Metode: Metode penelitian dengan pendekatan cross sectional.Sampel berjumlah. 34 peserta dengan instrument berupa wawancara,kuesioner.Analisa data dilakukan dengan uji chi square. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa rata rata pekerja supir truk lebih dari 8 jam sebanyak 100%. dan nyeri leher sebesar 44% untuk skala 60-80% (crippled).Hasil hubungan pola lama duduk supir truk dengan nyeri leher dalam sehari menunjukkan p value 0,000 (p<0,005). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara lama duduk bekerja sebagai supir truk dengan nyeri leher pada supir truk Kabupaten Malang Kecamatan Gondanglegi.
Kata kunci: Supir truk, nyeri leher,durasi lama kerja, pola lama duduk
Artikel teks lengkap
Penulis
Hak Cipta (c) 2026 Kahfi akbar

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis tetap memegang hak atas karyanya dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal ini yang secara simultan karya tersebut dilisensikan di bawah: Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0)