PERBEDAAN PENGARUH PENAMBAHAN PELVIC TILTING PADA KNEE TO CHEST TERHADAP FLEKSIBILITAS OTOT LUMBAL PADA PENDERITA NYERI PUNGGUNG BAWAH
Abstrak
Latar Belakang: Nyeri punggung bawah atau Low Back Pain (LBP) merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering dialami oleh individu, terutama pada populasi dewasa dan lanjut usia. Kondisi ini memengaruhi fleksibilitas lumbal yang penting untuk aktivitas sehari-hari. Penurunan fleksibilitas dapat membatasi gerakan dan menurunkan kualitas hidup penderita LBP. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan pengaruh penambahan latihan Pelvic Tilting pada Knee to Chest terhadap fleksibilitas lumbal pada penderita LBP. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental. Responden dibagi menjadi dua kelompok: kelompok kontrol yang hanya menerima latihan Knee to Chest dan kelompok eksperimen yang menerima kombinasi latihan Knee to Chest dan Pelvic Tilting. Fleksibilitas lumbal diukur menggunakan Modified Schober Test (MST) sebelum dan sesudah intervensi. Untuk menilai efektivitas masing-masing pendekatan, uji paired t-test digunakan untuk membandingkan hasil pre dan post intervensi dalam setiap kelompok. Selain itu, ANOVA dua arah digunakan untuk menentukan intervensi yang lebih efektif dengan menganalisis interaksi antara jenis intervensi dan waktu. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan fleksibilitas lumbal. Namun, kelompok yang menerima kombinasi latihan Knee to Chest dan Pelvic Tilting menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan dibandingkan kelompok yang hanya menerima Knee to Chest (rata-rata peningkatan 2,8 cm vs 1,2 cm, p < 0,05). Kesimpulan: Kombinasi latihan Knee to Chest dan Pelvic Tilting lebih efektif dalam meningkatkan fleksibilitas lumbal dibandingkan hanya latihan Knee to Chest, dengan potensi penerapan dalam praktik fisioterapi.
Kata kunci : Low Back Pain, Fleksibilitas Otot Lumbal, Knee to Chest, Pelvic Tilting.
Artikel teks lengkap
Penulis
Hak Cipta (c) 2026 Annisa Ramadhani, Rizky Wulandari, Lailatuz Zaidah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis tetap memegang hak atas karyanya dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal ini yang secara simultan karya tersebut dilisensikan di bawah: Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0)