Implementasi Pola Asuh Autoritatif Dalam Menurunkan Kejadian Stunting

Penulis

  • Hasrul Hasrul INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN SAINS (ITKES MUHAMMADIYAH SIDRAP) PROVINSI SULAWESI SELATAN
  • Wasliaty Sirajuddin INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN SAINS (ITKES MUHAMMADIYAH SIDRAP) PROVINSI SULAWESI SELATAN
  • Pena Melinda INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN SAINS (ITKES MUHAMMADIYAH SIDRAP) PROVINSI SULAWESI SELATAN
  • Wulansari Wulansari INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN SAINS (ITKES MUHAMMADIYAH SIDRAP) PROVINSI SULAWESI SELATAN
  • Mulhaeri Mulhaeri INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN SAINS (ITKES MUHAMMADIYAH SIDRAP) PROVINSI SULAWESI SELATAN
  • Desy Rahmayanti INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN SAINS (ITKES MUHAMMADIYAH SIDRAP) PROVINSI SULAWESI SELATAN
  • Asniar Asniar INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN SAINS (ITKES MUHAMMADIYAH SIDRAP) PROVINSI SULAWESI SELATAN
  • Aslinda Hafid INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN SAINS (ITKES MUHAMMADIYAH SIDRAP) PROVINSI SULAWESI SELATAN

DOI:

https://doi.org/10.30651/jkm.v7i1.12408

Kata Kunci:

Pola Asuh Autoritatif, Stunting

Abstrak

Objective akibat dari kekurangan gizi kronis serta infeksi berulang terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu janin hingga anak berusia 23 bulan.  Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badannya berada dibawah minus dua standar deviasi panjang atau tinggi anak seumurnya (Wati & Sanjaya, 2021). kurang gizi menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental, mengurangi tingkat kecerdasan, kreatifitas dan produktifitas penduduk Rona dalam (Hasrul & Nurdin, 2020). Menurut Kusuma KE & Nuryanto dalam (Ulfa, 2020) menyatakan bahwa Masalah gizi yang dapat memperburuk kualitas hidup anak dalam pencapaian tumbuh kembang yaitu stunting.  Stunting menjadi suatu permasalahan karena dihubungkan dengan peningkatan resiko kesakitan dan kematian, serta menyebabkan terhambatnya pertumbuhan mental dan perkembangan motoric (Ulfa, 2020)

Methods:  Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan desain penelitian case control  untuk mengidentifikasi subjek yang mengalami stunting (kelompok kasus) dan subjek yang tidak mengalami stunting (kelompok control). Penelitian dilakukan dengan cara survei, kuesioner dan wawancara baik variable independent Implementasi Pola Asuh Autoritatif (praktik pemberian makan, praktik kebersihan diri dan praktik pencarian pengobatan) dan variable devendent (Kejadian Stunting).

Results:   Tehnik pengambilan sampel untuk studi control tak berpasangan ditentukan dengan menggunakan rumus perhitungan besar sampel madiyono dalam (Yudianti & Saeni, 2017).  Diperoleh sebanyak 51 sampel dengan perbandingan kasus dan control 1:1, sehingga jumlah kasus sebanyak 51 anak yang stunting dan sebagai control berjumlah 51 anak yang tidak stunting.  Teknik pengambilan sampel secara systematic random sampling.  

Conclusion:  Ada hubungan antara implementasi pola asuh autoritatif (prektik pemberian makan dan kebersihan diri) dengan kejadian Stunting pada balita

Biografi Penulis

Hasrul Hasrul, INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN SAINS (ITKES MUHAMMADIYAH SIDRAP) PROVINSI SULAWESI SELATAN

Ilmu Keperawatan

Wasliaty Sirajuddin, INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN SAINS (ITKES MUHAMMADIYAH SIDRAP) PROVINSI SULAWESI SELATAN

Ilmu Farmasi

Pena Melinda, INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN SAINS (ITKES MUHAMMADIYAH SIDRAP) PROVINSI SULAWESI SELATAN

Ilmu Keperawatan

Wulansari Wulansari, INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN SAINS (ITKES MUHAMMADIYAH SIDRAP) PROVINSI SULAWESI SELATAN

Ilmu Keperawatan

Mulhaeri Mulhaeri, INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN SAINS (ITKES MUHAMMADIYAH SIDRAP) PROVINSI SULAWESI SELATAN

Ilmu Keperawatan

Desy Rahmayanti, INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN SAINS (ITKES MUHAMMADIYAH SIDRAP) PROVINSI SULAWESI SELATAN

Ilmu Keperawatan

Asniar Asniar, INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN SAINS (ITKES MUHAMMADIYAH SIDRAP) PROVINSI SULAWESI SELATAN

Ilmu Keperawatan

Aslinda Hafid, INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN SAINS (ITKES MUHAMMADIYAH SIDRAP) PROVINSI SULAWESI SELATAN

Ilmu Kebidanan

Referensi

Harlistyarintica, Y., & Fauziah, P. Y. (2020). Pola Asuh Autoritatif dan Kebiasaan Makan Harlistyarintica, Y., & Fauziah, P. Y. (2020). Pola Asuh Autoritatif dan Kebiasaan Makan Anak Prasekolah. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 867–878. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.617

Hasanah, U. (2016). Pola asuh orangtua dalam membentuk karakter anak. Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 2(2), 72–82. https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/elementary/article/view/pola-asuh-orangtua-dalam-membentuk-karakter-anak

Hasrul, H., & Nurdin, S. (2020). Pengaruh pengetahuan keluarga terhadap status gizi balita. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan Aisyiyah, 15(2), 147–156. https://doi.org/10.31101/jkk.797

Ulfa, E. H. (2020). No Titleتتتت. SELL Journal, 5(1), 55.

Wati, I. F., & Sanjaya, R. (2021). Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan. Wellness and Healthy Magazine, 3(1), 103–107. https://doi.org/10.30604/well.144312021

Yudianti, Y., & Saeni, R. H. (2017). Pola Asuh Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Kesehatan Manarang, 2(1), 21. https://doi.org/10.33490/jkm.v2i1.9

Unduhan

Diterbitkan

2022-03-22