Reproduksi Realitas: Mimesis dalam Antologi Puisi Lupakan Payung dan Biarkan Hujan Karya Hasan Aspahani

Penulis

  • Zikri Zul Arvi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Riau
  • Martina Nur Avida Universitas Riau
  • Intan Cahyani Universitas Riau
  • Afrila Aleksa Universitas Riau
  • Elmustian Elmustian Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.30651/jses.v4i3.29027

Kata Kunci:

Antologi Puisi, Mimetik, Repesentasi Realitas

Abstrak

Penelitian ini mengkaji representasi realitas dalam antologi puisi "Lupakan Payung dan Biarkan Hujan" karya Hasan Aspahani menggunakan pendekatan mimetik. Tujuannya adalah mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana puisi-puisi tersebut menggambarkan realitas sosial, budaya, dan psikologis masyarakat Indonesia pada tahun 2021. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui teknik studi kepustakaan—yang meliputi pembacaan berulang, identifikasi data, dan analisis makna—penelitian ini mengelompokkan puisi-puisi Hasan Aspahani ke dalam lima pola representasi mimetik: (1) keterikatan identitas pada ruang dan tempat, (2) alienasi dalam kehidupan urban, (3) refleksi batin melalui elemen alam, (4) eksplorasi kreativitas dan kekuatan bahasa, serta (5) luka batin dan proses penyembuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antologi tersebut berfungsi sebagai cermin tajam terhadap kompleksitas kehidupan masyarakat Indonesia kontemporer, sekaligus menegaskan relevansi pendekatan mimetik dalam menganalisis puisi Indonesia modern yang merepresentasikan realitas secara mendalam dari dimensi geografis-kultural, sosial-ekonomi, dan psikologis-eksistensial. Implikasinya mencakup kemajuan ilmu sastra melalui kajian mimetik yang diperkaya pada puisi kontemporer, serta memberikan wawasan bagi bidang sosiologi dan psikologi budaya, dengan menawarkan perspektif baru untuk memahami dinamika masyarakat urban Indonesia melalui lensa sastra.

Referensi

Anak, T., Kemenakan, D. A. N., & Ranah, D. I. (1995). 16306-30854-1-Pb.

Astawa, N., Sustrawan, A. N., & Sukanadi, L. N. (2021). Penyimpangan Struktur Gramatika Bahasa Dalam Karya Sastra. Jurnal Santiaji Pendidikan, Jurnal Satiaji Pendidikan, 11(3), 215-224.

Dian, D., Hefni, A., & Setyawati, M. (2022). Analisis Strata Norma Strata Norma Roman Ingarden Pada Puisi Ibu Pertiwi dan Royan Reformasi Karya Hasan Aspahani. Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies, 3(1), 13–22. https://doi.org/10.30872/adjektiva.v3i1.966

Hasminur, H., Faizah, H., Elmustian, E., & Syafrial, S. (2023). Penerapan Pembelajaran Musikalisasi Puisi Berbasis Calempong terhadap Kemampuan Membaca Puisi. Journal on Education, 5(2), 1877–1886. https://doi.org/10.31004/joe.v5i2.828

Hidayatun, M. I., Prijotomo, J., & Rachmawati, M. (2013). Nilai-nilai Kesetempatan dan Kesestaan dalam Regionalisme Arsitektur di Indonesia. In Seminar Nasional SCAN#4: “Stone, Steel, and Straw” – Building Materials and Sustainable Environment (pp. II.208–II.214). Surabaya, Indonesia: Department of Architecture, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Kasmi, H. (2016). Kajian Ironi dalam Antologi Puisi Negeri di Atas Kabut Karya sulaiman Juned. Jurnal Metaforfosa, IV(2), 1–7. https://ejournal.bbg.ac.id/metamorfosa/article/view/150

Lestari Sri, Munaris, & PrasetyoHeru. (2023). Makna Puisi “Jangan Takut Ibu” Karya W.S. Rendra: Kajian Mimetik. Sastranesia: Jurnal Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, 11(2), 162–173.

Rahmawati, A., Nyoman Diarta, ) I, & Laksmi, A. A. R. (2022). Analisis Pendekatan Mimetik Dalam Novel Trilogi Pingkan Melipat Jarak Karya Sapardi Djoko Damono Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Sastra. Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(1), 13–23.

Rastika, A., Yemima, M., Rahmadhani, P., & Nst, S. M. (2020). Analisis Makna Konotasi Dalam Puisi “Ini Saya Bukan Aku” Karya Alicia Ananda. Asas: Jurnal Sastra, 9(2), 31–39.https://doi.org/10.24114/ajs.v9i2.20464

Siswanto, W. (2018). Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Grasindo.

Sulton, A., & Nugroho, A. A. (2022). Kajian Sastra Pariwisata pada Kumpulan Puisi Lupakan Payung dan Biarkan Hujan Karya Hasan Aspahani. Kode : Jurnal Bahasa, 11(1), 1–12. https://doi.org/10.24114/kjb.v11i1.33486

Sumardjo, J., & Saini, K. M. (1985). Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: PT Gramedia.

Tarigan, H. G. (1984). Prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.

Tussaadah, N., Sobari, T., & Permana, A. (2020). Analisis Puisi “Rahasia Hujan” Karya Heri Isnaini dengan Menggunkana Pendekatan Mimetik. Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia), 3(3), 321-326.https://www.journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/parole/article/view/4250/pdf

Waluyo, J. H. (1991). Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30

Cara Mengutip

Zikri Zul Arvi, Nur Avida, M., Cahyani, I., Aleksa, A., & Elmustian, E. (2025). Reproduksi Realitas: Mimesis dalam Antologi Puisi Lupakan Payung dan Biarkan Hujan Karya Hasan Aspahani. J-SES : Journal of Science, Education and Studies, 4(3). https://doi.org/10.30651/jses.v4i3.29027