Analisis Kesulitan Menulis Teks Prosedur Akibat Kekurangan Kosakata dan Minimnya Kebiasaan Membaca pada Siswa Kelas 7 SMP Muhammadiyah 10
Analisis kesulitan menulis pada siswa kelas 7 smp muhammadiyah surabaya
DOI:
https://doi.org/10.30651/jses.v5i2.25154Kata Kunci:
Hasil Belajar, Pembelajaran, Project Based LearningAbstrak
Penulisan teks prosedur merupakan kemampuan penting dalam kurikulum bahasa Indonesia terutama untuk siswa kelas 7. Namun, banyak siswa menghadapi kesulitan yang berasal dari keterbatasan kosakata dan kurangnya kebiasaan membaca. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor tersebut serta memberikan solusi strategis untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan analisis hasil tulisan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan kosakata berdampak pada ketidakmampuan siswa menyusun kalimat efektif dan logis, sedangkan minimnya kebiasaan membaca menghambat pemahaman siswa terhadap struktur teks prosedur. Solusi yang diusulkan meliputi integrasi pembelajaran kosakata dalam konteks, pembiasaan membaca aktif, dan penggunaan media interaktif untuk meningkatkan minat dan keterampilan siswa dalam menulis teks prosedur.
Referensi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 6(2), 145-152. Susanti, A. (2017).
Jurnal Penelitian Pendidikan, 13(3), 112-120.
Koeswanti, D. (2019). Membangun Kebiasaan Membaca untuk Meningkatkan Kemampuan
Menulis Siswa di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Pendidikan, 8(1), 55-64. Kurniawati, N. (2018).
Pengaruh Penguasaan Kosakata terhadap Kemampuan Menulis Teks Prosedur di Kelas XI SMK.
Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Prosedur Melalui Kebiasaan Membaca Siswa di Kelas VII SMP.



