OPTIMALISASI EDUKASI MP-ASI DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI WARGA DALAM MENDUKUNG PENCEGAHAN STUNTING DI DESA TANJUNG PADEMAWU PAMEKASAN

Penulis

  • Pipit Festi Wiliyanarti Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Zakiyah Yasin Universitas Wiraraja
  • Mochamad Zaed Yuliadi Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Yuanita Wulandari Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Vika Ramadhana Fitriyani Universitas Muhammadiyah Surabaya, Research Center for Community Health and Artificial Intelligence (RECHAI)
  • Nur Aini Universitas Muhammadiyah Surabaya, Research Center for Community Health and Artificial Intelligence (RECHAI)
  • Muhammad Fausi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Research Center for Community Health and Artificial Intelligence (RECHAI)

DOI:

https://doi.org/10.30651/hm.v7i2.33673

Kata Kunci:

Stunting, MP-ASI, Pemberdayaan Ekonomi, Gizi Masyarakat

Abstrak

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang erat kaitannya dengan rendahnya literasi gizi dan keterbatasan ekonomi keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis efektivitas edukasi Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) serta program pemberdayaan ekonomi warga sebagai upaya pencegahan stunting yang terintegrasi di Desa Tanjung, Kabupaten Pamekasan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan pendampingan, penyuluhan gizi, pelatihan produksi MP-ASI berbasis bahan pangan lokal, dan pelatihan wirausaha skala rumah tangga. Evaluasi efektivitas diukur melalui kuesioner pre-test dan post-test pada kelompok sasaran yang terdiri dari ibu balita, ibu hamil, dan kader posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta sebesar 63,3% terkait praktik pemberian MP-ASI yang tepat serta peningkatan keterampilan olah pangan berbasis bahan lokal hingga 77,5%. Di sektor ekonomi, pendampingan berhasil membentuk unit usaha mandiri warga yang memproduksi produk olahan lokal, sehingga mendukung peningkatan daya beli keluarga terhadap makanan bergizi. Sinergi antara edukasi gizi dan penguatan ekonomi terbukti efektif menciptakan kemandirian pangan dan berpotensi menurunkan risiko stunting secara berkelanjutan di Desa Tanjung.

Referensi

Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., de Onis, M., Ezzati, M., Grantham-McGregor, S., Katz, J., Martorell, R., & Uauy, R. (2021). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries: Progress and challenges. The Lancet, 397(10282), 1375–1390. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(21)00123-2

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2021). Rencana aksi nasional percepatan penurunan angka stunting Indonesia 2021–2024. Kementerian PPN/Bappenas.

Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan. (2025). Laporan capaian angka prevalensi stunting dan kesehatan balita Kabupaten Pamekasan. Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

Hardinsyah, H., & Supariasa, I. D. N. (2022). Ilmu gizi: Teori dan aplikasi (Ed. 2). Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023: Profil stunting dan gizi balita nasional. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kemenkes RI.

Lestari, P., Astuti, D., & Handayani, S. (2022). Pengaruh edukasi gizi partisipatif terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian MP-ASI padat gizi di wilayah pesisir. Jurnal Gizi dan Kuliner Indonesia, 11(2), 85–94. https://doi.org/10.22146/jgki.71234

Mahmud, M. K., Hermana, H., Zulfianto, N. A., & Apriyantono, R. (2021). Tabel komposisi pangan Indonesia (TKPI). PT Elex Media Komputindo.

Nugroho, A. S., Rahmawati, E., & Utami, T. (2023). Inovasi olahan daun kelor (Moringa oleifera) dan ikan laut sebagai formula MP-ASI pencegah stunting pada balita. Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan, 15(1), 45–53.

Nurhayati, R., Widjaja, S., & Kurniawan, A. (2022). Pemberdayaan ekonomi keluarga melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB) berbasis pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(3), 210–218.

Pratiwi, R. D., Wibowo, A., & Triana, N. (2024). Analisis faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 6–24 bulan di kawasan pesisir Jawa Timur. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 9(1), 32–41. https://doi.org/10.14710/jekk.v9i1.18920

Peraturan Presiden Republik Indonesia. (2021). Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 172.

Suryani, L., Fitriani, A., & Hasanah, U. (2023). Sinergi intervensi gizi spesifik dan sensitif dalam penanganan stunting di tingkat desa. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 12(4), 195–204.

World Health Organization. (2021). Complementary feeding: Family foods for breastfed children. World Health Organization Guidelines Approved by the Guidelines Review Committee.

Yuliarti, E., Handayani, D., & Kusuma, C. (2022). Hubungan tingkat pendapatan, daya beli pangan, dan pola asuh gizi dengan kejadian stunting pada rumah tangga nelayan. Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia, 10(2), 112–121.

Zubair, M., Rahayu, S., & Prasetyo, B. (2024). Pemanfaatan tepung daun kelor (Moringa oleifera) sebagai fortifikan mikronutrien dalam biskuit balita. Jurnal Riset Teknologi Pengolahan Pangan, 6(1), 14–22.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-30

Terbitan

Bagian

Artikel