UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF UNTUK MENINGKATKAN KEPEDULIAN KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI AKTIVITAS FISIK, CEK KESEHATAN, EDUKASI, DAN PEMBERDAYAAN
DOI:
https://doi.org/10.30651/hm.v7i2.33551Kata Kunci:
Prolanis, skrining kesehatan, antibiotik, tanaman obat, pemberdayaan masyarakatAbstrak
Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Rumah Sakit UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memerlukan pemantauan kesehatan secara berkala serta penguatan pemahaman mengenai pengelolaan penyakit kronis dan penggunaan antibiotik secara rasional. Sementara itu, warga binaan di Sentra Handayani memerlukan keterampilan praktis dalam pemanfaatan tanaman obat yang tersedia sebagai bahan produk kesehatan sederhana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung pengelolaan kesehatan peserta Prolanis melalui aktivitas fisik, skrining kesehatan, dan edukasi penggunaan antibiotik serta meningkatkan keterampilan warga binaan dalam pemanfaatan tanaman obat. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Sakit UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 5 Juli 2026 dan Sentra Handayani Jakarta pada 28 Juli 2026 dengan pendekatan partisipatif-edukatif. Kegiatan pada peserta Prolanis meliputi senam bersama, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu, serta edukasi pengelolaan penyakit kronis dan penggunaan antibiotik secara rasional menggunakan leaflet ABC 4T. Kegiatan pada warga binaan meliputi edukasi dan praktik pembuatan hand sanitizer berbahan daun sirih (Piper betle L.) dan jeruk nipis (Citrus aurantiifolia). Sebanyak 43 peserta mengikuti skrining kesehatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan masih terdapat peserta dengan tekanan darah dan kadar gula darah sewaktu di atas nilai normal sehingga diperlukan pemantauan kesehatan secara berkala. Seluruh kegiatan berlangsung dengan partisipasi aktif peserta. Kegiatan ini memberikan pengalaman dan informasi mengenai pemantauan kesehatan, penggunaan antibiotik secara rasional, serta pemanfaatan tanaman obat melalui praktik pembuatan produk kesehatan sederhana.
Referensi
Anisaningrum, S., Tilarso, D. P., & Putri, A. E. (2023). Formulasi dan aktivitas gel handsanitizer ekstrak daun sirih terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. PHARMASIPHA: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy, 7(1), 68–79. https://doi.org/10.21111/pharmasipha.v5i1.5073
Anwar, C., Lestari, S., & Iqbal, C. (2022). Upaya promotif dan preventif pencegahan hipertensi pada masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Kesehatan), 4(2), 133–137.
Badi. (2024). Efektifitas edukasi kesehatan dengan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan PUS tentang pemeriksaan IVA. [Nama Jurnal Belum Diverifikasi], 3(3), 518–532.
BPOM RI. (2023). Punya antibiotik kedaluwarsa atau sisa pengobatan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.
Deswiaqsa, K., Nuriana, Dayang, & Nadia. (2025). Pemanfaatan tanaman daun sirih dan jeruk nipis sebagai antiseptik dalam formulasi hand sanitizer. [Nama Jurnal Belum Diverifikasi], 113–119.
Febriyanti, R. M., Irawan, A. A., Anggriani, N., & Andriyana, Y. (2025). Challenges in implementing Indonesia's community-based chronic disease management program (Prolanis): A scoping review. AIMS Public Health, 12(September), 890–915. https://doi.org/10.3934/publichealth.2025045
Handoyo, I. P. (2023). Gambaran hasil pemeriksaan tekanan darah antara peserta Prolanis yang memperoleh dengan tidak memperoleh pelayanan kontak tidak langsung. [Nama Jurnal Belum Diverifikasi], 3(1), 15–29.
Jubaedi, A., & Ekasari, M. F. (2026). Effectiveness and implementation of Prolanis for hypertension in Indonesia: A systematic review with RE-AIM synthesis. [Nama Jurnal Belum Diverifikasi], 16–23.
Machfudin, A. A. A., Kysara, A. A. D., Ardiansyah, D. P., Ananda, R., & Juwariyah, S. (2025). Langkah preventif melawan hipertensi: Kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). [Nama Jurnal Belum Diverifikasi], 7, 139–144.
Meilina, R., Atsrina, S. Y., Kaffah, S., Ningsih, Y. W., Rosdiana, E., & Maksum, A. (2026). Sanitizer alami berbasis daun sirih (Piper betle L.) dan jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) di SMA Kartika Banda Aceh. [Nama Jurnal Belum Diverifikasi], 8(1), 65–71.
Ningrum, I. S., Lismayanti, L., & Kep, M. (2025). Penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi: Literature review. [Nama Jurnal Belum Diverifikasi], 2(6), 1163–1170.
Noveriera, A. A., Nurmiftsa, N., Nurwasilah, Wanda, A., Sucipto, & Sahadewa, S. (2026). Peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai diabetes melitus dan hipertensi melalui edukasi Prolanis di Puskesmas Pacet Kabupaten Mojokerto. Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia, 7(1), 27–37. https://doi.org/10.33096/g7tteq18
Nurhuda Akbar, & Arizki, A. Y. (2025). Promotif dan preventive dari program Prolanis sebagai tindak lanjut deteksi dini penyakit kronis bagi masyarakat. [Nama Jurnal Belum Diverifikasi], 3(2), 1117–1123.
Safira, M., Putri, R., & Arham, N. (2026). Peran senam Prolanis dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. [Nama Jurnal Belum Diverifikasi], 5(April).
Susanti, R., Putri, V. N., Yunita, S. P., & Azzahra, R. N. (2025). Prolanis members: Gerakan edukasi mencegah hipertensi dan diabetes (GEMES) pada anggota Prolanis. [Nama Jurnal Belum Diverifikasi], 5(November), 218–226.
Triyani, M. A., Pengestuti, D., Khotijah, S. L., & Fajarwati, D. (2021). Aktivitas antibakteri hand sanitizer berbahan ekstrak daun sirih dan ekstrak jeruk nipis. Nectar: Jurnal Pendidikan Biologi, 2(1), 16–23.
Wiritanaya, K., Zara, N., & Sidrah, C. (2025). The influence of health promotion media on nutritional knowledge among hypertensive patients participating in the Prolanis Program at Banda Sakti Health Center, Lhokseumawe City. [Nama Jurnal Belum Diverifikasi], 8(2), 810–826.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Daffa Ismail, Dimas Trisopyana putra, Nurfatimah Nauli juri, Elisabeth Trimelsi Timoisan, Muhammad Nabil, Firman Gustaman

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal perlu menyetujui beberapa persyaratan berikut:
1) Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
2) Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
3) Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.


