EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN BSH (BAWANG SIUNG HIRANG) SEBAGAI IMUNOMODULATOR PADA IBU-IBU PENGAJIAN AL-HIJRAH BANJARBARU
DOI:
https://doi.org/10.30651/hm.v7i1.31334Kata Kunci:
bawang siung hirang, psikoedukasi, imunomodulator, pelatihanAbstrak
Sistem imun merupakan suatu mekanisme pertahanan tubuh dari serangan zat asing. Tanaman herbal biasa digunakan masyarakat dalam mengobati suatu penyakit. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan edukasi dan pelatihan pembuatan Bawang Siung Hirang (BSH) sebagai imunomodulator. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan melalui leaflet dan pelatihan secara langsung. Total 15 responden dalam pengabdian masyarakat ini adalah ibu-ibu pengajian langgar Al-Hijrah Banjarbaru Selatan Kalimantan Selatan. Hasil yang diperoleh dari pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan tingkat pengetahuan tentang manfaat bawang siung hirang sebagai imunomodulator dan cara pembuatannya yang praktis dan sederhana. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa edukasi dan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan manfaat bawang siung hirang dan keterampilan dalam pembuatan BSH sebagai imunomodulator.
Referensi
Ahmed, T., & Wang, C. (2021). Black garlic and its bioactive compounds on human health diseases: A review. Molecules, 26(5028), 1–38.
Anggraini, Yulida, dan Ana Lestari. (2025). Edukasi media leaflet terhadap pengetahuan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas pada remaja. Jurnal Ragam Pengabdian, 2(2), 353–358.
El-Saadony, M. T., Saad, A. M., Korma, S. A., Salem, H. M., Abd El-Mageed, T. A., Alkafaas, S. S., Elsalahaty, M. I., Elkafas, S. S., Mosa, W. F. A., Ahmed, A. E., Mathew, B. T., Albastaki, N. A., Alkuwaiti, A. A., El-Tarabily, M. K., AbuQamar, S. F., El-Tarabily, K. A., & Ibrahim, S. A. (2024). Garlic bioactive substances and their therapeutic applications for improving human health: A comprehensive review. Frontiers in Immunology, 15, 1277074. https://doi.org/10.3389/fimmu.2024.1277074
Janeway, C. A., Jr., Travers, P., Walport, M., & Shlomchik, M. J. (2001). Immunobiology: The immune system in health and disease (5th ed.). Garland Science. NCBI Bookshelf.
Lestari, S. R., Gofur, A., Maslikah, S. I., Rakhmawati, Y., Annisa, Y., El Baroroh, R., ... & Aisyah, D. N. (2023). Pelatihan pembuatan aged garlic sebagai suplemen herbal dalam upaya pemeliharaan kesehatan masyarakat pada masa Post-Covid. SIINAPMAS, 98–105.
McElhaney, J. E., Effros, R. B., Garneau, H., Pawelec, G., & Weinberger, B. (2009). What does it mean to health outcomes in older adults? The Journals of Gerontology: Series A. PMC.
Müller, L., & Di Benedetto, S. (2025). Immunosenescence and inflammaging: Mechanisms and modulation through diet and lifestyle. Frontiers in Immunology, 16. https://doi.org/10.3389/fimmu.2025.1708280
Wrona, M. V., Ghosh, R., Coll, K., Chun, C., & Yousefzadeh, M. J. (2024). The 3 I’s of immunity and aging: Immunosenescence, inflammaging, and immune resilience. Frontiers in Aging, 5, 1490302. https://doi.org/10.3389/fragi.2024.1490302
Vecchi, V., Sabbioni, G., Altieri, M. T., Breveglieri, G., Costa, S., Marchetti, F., Gugel, I., Vertuani, S., & Borgatti, M. (2025). Black garlic: Evolution of the chemical composition and broad biological activities. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 73(44), 27933–27949. https://doi.org/10.1021/acs.jafc.5c09705
Xu, C., Mathews, A. E., Rodrigues, C., Eudy, B. J., Rowe, C. A., Donoughue, A. O., & Percival, S. S. (2018). Aged garlic extract supplementation modifies inflammation and immunity of adults with obesity: A randomized, double-blind, placebo-controlled clinical trial. Clinical Nutrition ESPEN, 24, 148–155. https://doi.org/10.1016/j.clnesp.2017.11.010
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Irawanto Tukiyat, Fujiati Fujiati

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal perlu menyetujui beberapa persyaratan berikut:
1) Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
2) Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
3) Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.


