PENCEGAHAN BULLYING DAN PENGUATAN KESEHATAN MENTAL MELALUI ART THERAPY PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH DI DESA KEDUNGPARI

Penulis

  • Prima Nerito Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Moh. Faruq Anas Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Fibrina Zanuba Rachma Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Hilyatul Auliya Sifarani Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Eky Karimatun Nisa Nabilah Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Hidayat Nurrohman Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Fatiyah Zahra Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Rito Bintang Ramadhana Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Adellia Cindy Pratama Putri Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Akbar Azis Julianto Universitas Muhammadiyah Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30651/hm.v7i2.27877

Kata Kunci:

Bullying, Art Therapy, Kesehatan Mental Remaja, Penyuluhan, Siswa SMP

Abstrak

Bullying merupakan salah satu masalah serius yang masih banyak terjadi di lingkungan sekolah, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun psikologis, yang berdampak pada kesehatan mental remaja. Data menunjukkan bahwa perundungan dapat menurunkan prestasi belajar, meningkatkan risiko kecemasan, depresi, bahkan keinginan bunuh diri. Kondisi ini menuntut adanya intervensi yang tidak hanya memberikan pemahaman tentang dampak Bullying, tetapi juga memperkuat ketahanan mental siswa. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan mengenai pencegahan Bullying serta memperkenalkan pendekatan Art Therapy sebagai sarana ekspresi dan pengelolaan emosi bagi siswa SMP di Desa Kedungpari, Jombang. Metode yang digunakan meliputi presentasi materi dan praktik Art Therapy. Peserta adalah 31 siswa SMP Dwi Dharma yang mengikuti dua sesi kegiatan, yaitu penyuluhan mengenai Bullying serta praktik Art Therapy menggunakan media seni sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan hanya 42% siswa yang memahami definisi Bullying dengan benar. Setelah pelaksanaan, siswa mampu mengidentifikasi bentuk perundungan, mengembangkan empati, serta mengekspresikan perasaan melalui karya seni. Refleksi pasca kegiatan menunjukkan siswa merasa senang, lega, dan lebih percaya diri. Kesimpulannya, penyuluhan anti Bullying yang dipadukan dengan Art Therapy terbukti bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman siswa dan memperkuat kesehatan mental mereka. Program ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari Bullying dan sehat bagi kesehatan mental murid.

Referensi

Arista, D. (2015). Pengaruh penggunaan media sosial terhadap perilaku komunikasi remaja. Jurnal Komunikasi, 7(2), 45–56.

Budiman, A., & Asriyadi, F. (2021). Perilaku bullying pada remaja dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jawa Tengah: CV. Pena Persada. https://ojs.dinamikakesehatan.unism.ac.id/index.php/dksm/article/download/768/657

Gopalakrishnan, S., & Sundram, S. (2014). CyberBullying and anxiety among adolescents: A correlation study. International Journal of Child and Adolescent Health, 7(3), 245–252.

Hinduja, S., & Patchin, J. W. (2010). Bullying, cyberBullying, and suicide. Archives of Suicide Research, 14(3), 206–221. https://doi.org/10.1080/13811118.2010.494133

Jernaro, G., et al. (2008). Clinical symptoms among adolescents victims of cyberBullying. Journal of Adolescent Health, 42(2), 98–105.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2023). Profil anak Indonesia 2023. Jakarta: Kemen PPPA RI. https://www.kemenpppa.go.id

Li, Q., Cross, D., & Smith, P. K. (2012). CyberBullying in the global playground: Research from international perspectives. Chichester: Wiley-Blackwell. https://doi.org/10.1002/9781119954484

Littlejohn, S. W. (2009). Theories of human communication (9th ed.). Belmont, CA: Wadsworth. https://www.cengage.com/c/theories-of-human-communication-9e-littlejohn-foss

Sulistyanti, E. (2017). Layanan konseling Art Therapy untuk mengatasi trauma anak korban Bullying di sekolah. Proceedings of the 1st ASEAN School Counselor Conference on Innovation and Creativity in Counseling: Promoting Equity through Guidance and Counseling (pp. 24–30). http://ibks.abkin.org

Soma, YM & Karneli, Y. (2020). Penerapan teknik Art Therapy untuk mengurangi kecemasan sosial terhadap korban cyberBullying. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 5(2), 67–71. https://doi.org/10.23916/08774011

Triantoro, A., & Astrid, F. (2014). Efektivitas Art Therapy untuk menurunkan kecemasan pada remaja korban Bullying. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 3(2), 101–110. https://doi.org/10.5861/ijrsp.2014.829

Zuroida, A., & Grahani, F. O. (2022). Art therapy dalam upaya menurunkan kecenderungan agresi pada remaja awal. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(1), 1212–1218. https://doi.org/10.31004/edukatif.v8i4

Zuraida, D. J., Sulis, K. H., & Fikrianto, M. (2024). Penyuluhan pencegahan dan penanganan Bullying di sekolah melalui teknik eco Art Therapy. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(5), 1722–1730. https://jurnalpengabdianmasyarakatbangsa.com/index.php/jpmba/index

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-30

Terbitan

Bagian

Artikel