PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MEMBACA DI TK AISYIYAH KREMBANGAN SURABAYA
DOI:
https://doi.org/10.30651/hm.v6i3.23833Kata Kunci:
alat permainan edukatif, kreatif guru, metode bermain, perkembangan anakAbstrak
Salah satu permasalahan Pendidikan adalah minimnya media sarana dan / atau prasarana sehingga guru dituntut kreatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran kelas. Memasuki usia TK anak-anak akan diajarkan dengan berbagai metode pembelajaran seperti, metode proyek atau diberikan sebuah tugas, metode bercerita, metode bermain, metode bernyanyi dan lain sebagainya. Dalam metode bermain, anak-anak akan diajarkan berbagai permainan guna menunjang perkembangan anak. Melalui metode bermain, anak memperoleh pelajaran yang mencakup aspek perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan fisik. Bermain merupakan pengalaman belajar yang sangat bermanfaat bagi anak. Karena bermain merupakan sumber pengalaman dan trial and error, maka bermain juga merupakan sarana untuk menumbuhkan kreativitas dan pengembangan kognitif. Dari sudut pandang pendidikan, bermain adalah suatu kegiatan permainan dengan menggunakan alat dan alat permainan edukatif yang dapat merangsang perkembangan kemampuan kognitif anak, aspek sosial, emosional dan fisik. Jadi dari sudut pandang pendidikan, permainan sangat membutuhkan alat permainan yang mendidik. Alat permainan edukatif tersebut dinamakan Alat Permainan Edukatif (APE)
Referensi
Ariyanti, T. (2016). Pentingnya pendidikan anak usia dini bagi tumbuh kembang anak. Dinamika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 7(1), 50–58.
Chabib, M., Hakkun, R. Y., Nadzifah, A., Ulinnuha, L., & Miftahussurur, H. (2017). Efektivitas pengembangan media permainan ular tangga sebagai sarana belajar tematik SD. Jurnal Pendidikan, 7(2), 910–918.
Daryanto, & Karim, S. (2017). Pembelajaran abad 21. Gava Media.
Dhieni, N., Fridani, L., Muis, A., & Yarmi, G. (2020). Panduan penilaian satuan pendidikan anak usia dini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Fitria, P., Yulianti, D., & Fauziah, P. Y. (2022). Pedoman umum penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini.
Noviani, T. (2020). Pengembangan alat permainan edukatif ular tangga. Jurnal Pendidikan, 2020, 681–688.
Putri, C. N. (2019). Kemampuan mengenal bilangan dan lambangnya pada anak kelompok A di TK Gugus Sembadra Kecamatan Gondokusuman. E-Jurnal Mahasiswa PG PAUD, 8(3), 260–268.
Rachman, S. A. (2021). Strategi pembelajaran pendidikan anak usia dini dalam mendukung pembelajaran masa pandemi Covid-19. Jurnal Ilmiah Global Education, 2(1), 104–108.
Rekysika, N. S., & Haryanto. (2019). Media pembelajaran ular tangga bilangan untuk pendidikan anak usia dini. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(1), 56–61.
Setiawati, F. A., & Suyadi. (2021). Penerapan strategi pembelajaran melalui permainan ular tangga. Buah Hati: Jurnal Pendidikan Anak, 8(1), 49–61.
Sumardi, Rohmat, M., & Wahyudin, D. (2017). Peningkatan kemampuan anak usia dini mengenal lambang bilangan melalui media playdough. Jurnal PAUD Agapedia, 1(2), 190–202.
Suparno, P. (2006). Perkembangan kognitif Jean Piaget (Cet. I). Kanisius.
Suyanto, S. (2005). Dasar-dasar pendidikan anak usia dini. Departemen Pendidikan Nasional.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rukhul Amin

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal perlu menyetujui beberapa persyaratan berikut:
1) Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
2) Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
3) Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.


