PSIKOEDUKASI SEKSUAL PADA REMAJA BUCIN (BUDAK CINTA) BERBASIS NILAI-NILAI ISLAMI DI SMA MUHAMMADIYAH 7 SURABAYA

Isi Artikel Utama

Imtihanatul Ma'isyatuts Tsalisah
Mery Astuti
Afrida Ovianda Wardana
Zainina Ramadhani Hanifah

Abstrak

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh perubahan fisik, emosional, sosial, dan kognitif yang kompleks. Fenomena budak cinta (bucin) yang marak terjadi di kalangan remaja sering kali berdampak negatif terhadap kesehatan mental, ketergantungan emosional, hingga kerentanan iman. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan psikoedukasi seksual berbasis nilai-nilai Islam kepada siswi kelas X SMA Muhammadiyah 7 Surabaya melalui pendekatan Project-Based Learning (PjBL) dengan desain one group pretest-posttest. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk seminar, pemutaran video, diskusi, permainan edukatif, hingga refleksi bersama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program psikoedukasi mampu meningkatkan pemahaman siswi terkait dampak psikologis dan spiritual dari perilaku bucin, mendorong kesadaran dalam mengelola emosi, serta menanamkan pentingnya menjaga keseimbangan antara cinta, identitas diri, dan nilai-nilai agama. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi psikoedukasi dengan pendekatan Islami efektif dalam membantu remaja membangun hubungan yang lebih sehat, seimbang, dan sesuai dengan nilai spiritual yang dianut.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Ma’isyatuts Tsalisah, I., Astuti, M., Ovianda Wardana, A., & Ramadhani Hanifah, Z. (2025). PSIKOEDUKASI SEKSUAL PADA REMAJA BUCIN (BUDAK CINTA) BERBASIS NILAI-NILAI ISLAMI DI SMA MUHAMMADIYAH 7 SURABAYA. Archetype : Jurnal Ilmiah Psikologi Dan Terapan, 7(2), 33–48. https://doi.org/10.30651/arc.v7i2.28357

Referensi

  1. Afriyanstika, V., & Yusuf, Y. (2024). Budak cinta (bucin) dalam berpacaran di kalangan mahasiswa universitas riau (studi di fakultas ilmu sosial dan ilmu politik). Jurnal Sosial Dan Humaniora, 1(4), 385-394.
  2. Dwijayani, N. K. K., & Wilani, N. M. A. (2020). Bucin itu bukan cinta: Mindful dating for flourishing relationship. Widya Cakra: Journal of Psychology and Humanities, 1(1), 1-11.
  3. Nurhafifah, S. (2022). Fenomena Budak Cinta (BUCIN) dalam Relasi Pacaran di Kalangan Mahasiswa (Studi Kasus Fakultas Ushuluddin Dan Filsafat) (Doctoral dissertation, UIN Ar-Raniry).
  4. Nuri, M. M. O., Pritami, I., Rahma, A., Yasmin, S. N., & Situmorang, D. D. B. (2020). Fenomena budak cinta (bucin) di kalangan para mahasiswa.
  5. Putri, E. I., Safitri, A. A., & Willyanti, S. (2022). Fenomena Budak Cinta Dalam Hubungan Pacaran Remaja Di Kampung Edes, Desa Sungai Besar, Kabupaten Lingga. Journal of Comprehensive Science (JCS), 1(3), 206-215.
  6. Sari, N. A., & Widyastuti, F. (2021). Pengaruh Menulis Ekspresif terhadap Kesehatan Mental Remaja. Jurnal Kesehatan Mental Islami, 3(1), 23-34.
  7. Siregar, L. D. (2022). Menulis Ekspresif sebagai Terapi Emosi di Era Digital. PsychologyMagz.
  8. Studi Meta-Analisis Journaling. (2021). PMC – Public Medical Central. (Efektivitas expressive writing terhadap gangguan emosi).
  9. Syafiq, M., & Fitri, A. N. (2025). Implementasi Teori Sadd Zari’ah sebagai Upaya Pencegahan Fenomena Budak Cinta (Bucin) dan Hubungan Toksik pada Remaja di Kalimantan. Prosiding Hukum Keluarga Islam, 332-344.
  10. Tsalitsah, I. M., dkk. (2020). Modul Al-Islam Kemuhammadiyahan 4 Psikologi Islam UMSurabaya. UMSurabaya Publishing.
  11. Tsalitsah, I. M., dkk. (2024). Al-Islam dan Kemuhammadiyahan 4 Psikologi Islam Berbasis SCL dan PjBL. UMSurabaya Publishing.
  12. Tsalitsah, I. M., & Tobroni. (2021). Pendekatan Psikologi Dalam Kajian Pendidikan Agama Islam. Jurnal Tadarus, 10(2), UMSurabaya.
  13. Tsalitsah, I. M. (2025). Buku Ajar Al-Islam Kemuhammadiyahan 4 Islam dan Ilmu Psikologi UMSurabaya. Al Fateh Press.
  14. Yaqeen Institute. (2024). Islamic Spirituality and Mental Well-being.