Modul Two-Column Proofs untuk Pembelajaran Matematika pada Mahasiswa PG PAUD Universitas Muhammadiyah Surabaya

Wardah Suweleh, Pramudana Ihsan

Abstract

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan modul pembelajararan dengan menggunakan pendekatan penalaran Two-Column Proofs sebagai media pembelajaran alternatif dalam mengatasi kesulitan belajar mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jenis penelitian ini tergolong penelitian dan pengembangan. Prosedur penelitian dan pengembangan diadaptasi dari model ADDIE yang terdiri dari 5 langkah meliputi analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, lembar observasi dan penilaian, studi dokumentasi dan angket. Modul Two-Column Proofs pada materi geometri menunjukkan tingkat efektivifan yang tinggi. Hal ini ditunjukkan dari tingkat ketuntasan belajar siswa melalui post-test yaitu sebesar 78,8% dengan rata-rata nilai post-test 77,3 dan tingkat keidealan respon sebesar 79,55% dengan rata-rata nilai respon siswa 76,45 yang dikategorikan respon positif.

Keywords

modul; two-columns proofs; geometri; ADDIE

References

AECT. 1986. Definisi Teknologi Pendidikan. Penerjemah: Yusufhadi Miarso, dkk. Jakarta: Rajawali, bekerjasama dengan Pusat Antar Universitas di Universitas Terbuka.

Akker, J.J.H., van den Branch, R., Gustafson, K., Nieveen, N. M., & Plomp, T. (Eds.) (1999). Design Approaches and Tools in Education and Training. Dordrecht: Kluwer Academic Publishers.

Asbani. (2011). Pengembangan Sumber Belajar Matematika Berbantuan Komputer untuk Peserta Didik Sekolah Dasar. Tesis. Yogyakarta: Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta.

Astuti, H. P. (2011). Pengaruh Pemanfaatan Sumber Belajar dan Motivasi dengan Prestasi Belajar Mata Kuliah Askeb II Mahasiswa Prodi DIII Kebidanan Kusuma Husada Surakarta. Disertasi. Surakarta: Universitas Negeri Sebelas Maret.

Boyd, dkk. (2008). Geometry, Concepts, Skills, and Problem Solving. Colombus: McGraw Hill Company Inc.

Bruning, R. H. (1995). Cognitive Psychologi and Instruction. New Jersey: Prentice Hall Inc.

Bhatt, S., dkk. (2014). Geometry Tutorial and Practice Problems. New York: Penguin Group (USA) Inc.

California Department of Education. (2008). California High School Exit Examination (CAHSEE) Mathematics Study Guide. Dapat diakses di http://www.cde.ca.gov/ta/tg/hs/mathguide.asp.

Danoebroto, S.W. (2007). Refleksi Pengajaran Matematika di Sekolah. Media Komunikasi, Edukasi dan Informasi PPPPTK Matematika Yogyakarta. LIMAS. Edisi Nomor 30, November 2012. ISSN 1829-5657. PPPPTK Yogyakarta.

Hernadi, J. (2008). Metoda Penalaran dalam Matematika. Jurnal Pendidikan Matematika, 2(1), 1-13.

Hernadi, J. (2015). Penalaran Dalam Pembelajaran Matematika. Makalah disampaikan pada kuliah umum Program S2 Pendidikan Matematika Unmuh Malang, 22 Februari 2015.

Larson, R., dkk. (2007). Geometry. Evanston, IL: McDougal Littell, a division of Houghton Mifflin Company.

Leff, L. S. (2009). E-Z Geometry. New York: Barron’s Educational Series, Inc.

NCTM Research Committee. (2015). Grand Challenges and Oppprtunities in Mathematics Education Research. Journal for Research in Mathematics Education, 46(2), 134-146.

Nurdalilah. (2013). Perbedaan Kemampuan Penalaran Matematik dan Pemecahan Masalah pada Pembelajaran Berbasis Masalah dan Pembelajaran Konvensional di SMA Negeri 1 Kualuh Selatan. Jurnal Pendidikan Matematika Paradikma, 6(2), 109-119.

Putra. (2011). Pembelajaran Geometri dengan Pendekatan Savi Berbantuan Wingeom Untuk Meningkatkan Kemampuan Analogi Matematis Siswa SMP. Prosiding Seminar Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung, Vol. 1, 1-11.

Riyanto, B. (2011). Meningkatkan Kemampuan Penalaran Dan Prestasi Matematika Dengan Pendekatan Konstruktivisme Pada Siswa Sekolah Menengah Atas. Jurnal Pendidikan Matematika, 5(2), 111-127.

Rosnawati, R. (2013). Kemampuan Penalaran Matematika Siswa SMP Indonesia Pada TIMSS 2011. Prosiding Seminar 2013 Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 18 Mei 2013, M-1 s.d M-6.

Sanjaya, W. (2008). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Shadiq, F. (2012). Pentingnya Pengetahuan Prasyarat Dalam Memecahkan Masalah. Media Komunikasi, Edukasi dan Informasi PPPPTK Matematika Yogyakarta. LIMAS. Edisi Nomor 30, November 2012. ISSN 1829-5657. PPPPTK Yogyakarta.

Serra, M. (2008). Discovering Geometry an Investigative Approach. Emeryville CA: Key Curriculum Press.

Warsita, B. (2008). Teknologi Pembelajarn Landasan dan Aplikasinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Weber. (2015). Student’s Difficult with Proof. New York: Mathematical Association of America.

Wijaya, A. (2015). Desain Penelitian Pengembangan. Modul Diklat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Tanggal 9 sd 18 Maret 2015. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Yurianti, dkk. (2014). Kemampuan Penalaran Matematis Siswa pada Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Kelas X SMA. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 3(6), 1-9.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/must.v3i2.2291

Refbacks

  • There are currently no refbacks.