Pemahaman dan Habituasi untuk Membangun Kompetensi Menulis Praktis dan Ilmiah

Fitri Amilia

Sari

Keterampilan menulis membutuhkan kompetensi dan keterampilan berbahasa yang kompleks. Keterampilan menulis ini setidaknya membutuhkan keterampilan menyimak dan membaca. Karena membutuhkan keterampilan berbahasa yang kompleks, ditemukan banyak kesulitan dalam menulis yang dialami oleh siswa dari kelas rendah sampai kelas tinggi. Di MA Alittihad Alislami, kesulitan menulis juga dirasakan oleh siswa. Kesulitan tersebut berupa kekurangpamahaman konsep-konsep menulis baik kegiatan menulis praktis dan menulis ilmiah. Kegiatan menulis praktis dalam kegiatan ini dibatasi pada menulis komponen di majalah dinding. Untuk itu, kegiatan ini didesain kegiatan untuk bisa memberikan solusi pada permasalahan tersebut. Kegiatan dalam pengabdian pada masyarakat kali ini berupa pelatihan, penugasan, dan umpan balik. Dengan desain kegiatan ini, diharapkan siswa bisa menulis praktis dan ilmiah sesuai dengan tagihan masing-masing. Pada pelatihan, siswa sudah mulai memahami konsep menulis praktis dan ilmiah. Pada penugasan, siswa memperbaiki tulisan (ilmiah dan praktis) yang telah disusun sebelumnya sesuai dengan materi yang diberikan. Pada umpan balik, disampaikan masukan dan koreksi atas produk yang telah ditulis oleh siswa. Kemampuan menulis tidak serta merta akan meningkat dengan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, karena keterampilan menulis membutuhkan pembiasaan. Pembiasaan menulis dengan kaidah yang benar akan menjadikan siswa berkompetensi dalam aneka kegiatan menulis. Oleh sebab itu, peran guru dalam membiasakan kegiatan menulis dibutuhkan dalam setiap pembelajaran.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2016. “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Diunduh dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia” pada 10 September 2017, http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/sites/default/files/PUEBI.pdf.

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. 2015. Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah: Menumbuhkan Budaya Literasi di Sekolah. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Fannies, S. A. 2016. "Analisis Kesulitan Menulis Karya Ilmiah Sederhana Siswa Kelas IX Smpn 3 Singosari". Jurnal Cendekia Vol 10 no 1 , 19-28.

Farris, P. 1993. Language Arts: A Process Approach. Madison: Brown & Bencmark.

Hanum, F. 2005. Diunduh pasa 10 September 2017, staf uny: http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/farida-hanum-msi-dr/cara-praktis-penulisan-karya-ilmiah-2005.pdf

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Kompetensi Dasar SMA/MA. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Nomor 23 Tahun 2015. Diunduh pada 8 Oktober 2017, dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Nomor 23 Tahun 2015: http://jdih.kemdikbud.go.id/asbodoku/media/peruu/Permendikbud_Tahun2015_Nomer023.pdf

Maryam, S. 2007. "Pengembangan Kreativitas Berbahasa dalam Menulis Esai". Jurnal Educasionist , 1 (2), 103 – 115.

Priyatni, E. T., Hamidah, S. C., Supena, A. S., & Triantoro, T. 2008. "Meningkatan Kompetensi Menulis Paragraf dengan Teknik Scaffolding". Bahasa dan Seni , 206 – 219.

Purnyomo. 2013. "Peningkatan Kompetensi Menulis Puisi dengan Teknik Pembelajaran Konstruktivistik pada Siswa Kelas VIII.3 SMP Negeri 1 Grobogan Semester II Tahun Pelajaran 2012/2013". Magistra , 26-39.

Rohmadi, M., Saddhono, K., Wardani, E. N., Anindyarini, A., Hastuti, S., & Waluyo, B. 2008. Teori dan Aplikasi Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret University Press.

Waraulia, A. M. 2016. Pengaruh Strategipembelajaran Kontekstual dan Motivasi Berprestasi Terhadap Kompetensi Menulis Deskripsi Siswa SMP Kelas VII. Jurnal Widya Bastra , 183 -191.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/lf.v2i1.1401

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.