Studi Desain Generator Magnet Permanen Fluks Radial pada Pembangkit Listrik Tenaga Angin Kecepatan Putaran Rendah

Adeguna Ridlo Pramurti

Sari

Abstrak—Generator magnet permanen fluks radial adalah mesin yang efektif untuk diaplikasikan pada sistem pembangkit listrik tenaga angin kecepatan rendah. Rugi magnetik akibat celah udara atau torsi denyut adalah salah satu masalah yang dapat menyebabkan penurunan performa tegangan keluaran dan daya keluaran pada generator jenis ini. Pada penelitian ini, topologi yang digunakan adalah stator ganda generator magnet permanen fluks radial. Topologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan fluks listrik yang dihasilkan oleh kumparan-kumparan stator. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan tegangan keluaran dan daya keluaran generator menggunakan metode desain pemasangan lebar gigi-gigi stator. Ada 3 variabel pada metode desain ini. Ketiga variabel desain mampu menurunkan nilai torsi denyut. Namun, ketiganya menyebabkan ketidakstabilan putaran generator. Hal ini disebabkan oleh peningkatan distribusi frekuensi torsi denyut. Ketiga variabel mampu meningkatkan tegangan keluaran generator dan daya keluaran generator masing-masing mencapai 3.94% dan 3.3%. Peningkatan tegangan keluaran dan daya keluaran generator tidak terlalu signifikan disebabkan oleh peningkatan distribusi frekuensi torsi denyut yang mencapai 162%.

Kata kunci: daya keluaran, generator magnet permanen fluks radial, pemasangan lebar gigi-gigi stator, stator ganda, dan tegangan keluaran.

AbstractRadial flux permanent magnet generators are effective for application to low speed wind power generation systems. Magnetic loss due to air gap or called cogging torque is one of the problems that can cause a decrease in the output voltage and output power performance of this type of generator. In this study, the topology used is a dual stator radial flux permanent magnet generator. The topology is expected to increase the electrical flux produced by the stator coils. The purpose of this study is to increase the output voltage and output power of the generator using the stator teeth pairing design method. There are 3 variables in this design method. The three variables have been able to decrease the value of cogging torque. However, the three design variables have made the generator more unstable. This is due to an increase in the cogging torque frequency distribution. The three variables have been able to increase the generator output voltage and the generator output power respectively reached 3.94% and 3.3%. The increase in output voltage and output power of the generator is not too significant due to an increase in the cogging torque frequency distribution which reached 162%, karena itu tuliskan temuan atau kontribusi utama dari naskah sebaik mungkin dengan singkat.

Keywords: cogging torque, dual stator, radial flux permanent magnet generator, output power, and output voltage

Teks Lengkap:

PDF

DOI: http://dx.doi.org/10.30651/cl.v3i1.4302

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.