Evaluasi Pengaruh Perubahan Konduktor Rod Terhadap Resistansi Pentanahan GITET 500 KV Ungaran

Slamet Muhsinin

Sari

Gangguan fasa ke tanah menyebabkan mengalirnya arus gangguan secara langsung ke tanah, yang menimbulkan gradien tegangan. Hal ini membahayakan keselamatan manusia di area switchyard. Solusinya adalah dibuat sistem pentanahan peralatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai resistansi pentanahan adalah konduktor rod. Penelitian ini membahas tentang evaluasi pengaruh perubahan konduktor rod terhadap resistansi pentanahan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 KV Ungaran. Fokus penelitian dillakukan dengan mengubah jumlah dan panjang konduktor rod dan melihat pengaruhnya terhadap resistansi pentanahan, tegangan sentuh dan tegangan langkah sebenarnya, dan Ground Potential Rise (GPR). Model ditetapkan sebagai sistem pentanahan grid-rod. Parameter yang ditentukan meliputi: luas area, panjang konduktor, resistivitas tanah, kedalaman penanaman konduktor, panjang dan lebar konduktor grid, serta jumlah dan panjang tiap batang rod. Hasil menunjukkan bahwa semakin panjang konduktor rod, maka semakin kecil resistansi pentanahan, tegangan sentuh dan tegangan langkah sebenarnya, serta GPR. Hal ini dibuktikan pada contoh penambahan  jumlah konduktor rod dari semula 221 menjadi 321 buah, nilai resistansi pentanahan yang semula 0,2274 Ω menjadi 0,2272 Ω, tegangan sentuh sebenarnya yang semula 57,94 volt menjadi 56,26 volt, tegangan langkah sebenarnya yang semula 30,96 volt menjadi 30,06 volt, dan GPR yang semula 448,07 volt menjadi 447,67 volt. Begitu pula untuk hasil dari penambahan panjang konduktor rod tiap batang. Hasil terbaik ada pada modifikasi panjang rod tiap batang menjadi 5 meter dari yang semula 3 meter, dengan resistansi pentanahan 0,2271 Ω, tegangan sentuh sebenarnya 55,49 volt, tegangan langkah sebenarnya 29,65 volt, dan GPR 447,48 volt.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

D. Marsudi, Operasi Sistem Tenaga Listrik, 1st ed. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006.

S. Committee, IEEE Guide for Safety in AC Substation Grounding. New York, 2015.

M. A. Latifah, Analisa Pengaruh Perubahan Jarak Antar Konduktor, Kedalaman, Tahanan Jenis Tanah Pada Sistem Pentanahan Grid-Rod Gardu Induk. Semarang: Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 2019.

M. Haddin, Pengaruh Jumlah Konduktro Parallel Terhadap Tegangan Sentuh dan Tegangan Langkah pada Sistem Pentanahan GITET 500 KV. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada, 2002.

A. Pranoto, H. Tumaliang, and G. M. C. Mangindaan, “Analisa Sistem Pentanahan Gardu Induk Teling Dengan Konstruksi Grid ( Kisi-kisi ),” J. Tek. Elektro dan Komput., vol. 7, no. 3, pp. 189–198, 2018.

N. M. Seniari and B. W. D. S., “Pengaruh Panjang Elektroda, Resistivitas Tanah Dan Frekuensi Arus Petir Terhadap Impedansi Pentanahan Elektroda Batang,” Dielektr. [P-ISSN 2086-9487] [E-ISSN 2579-650x], vol. 8, no. 1, pp. 31–35, 2021.

M. A. Latifah and M. Haddin, “Analisa Dampak Perubahan Jarak Antar Konduktor Dan Kedalaman Pada Sistem Pentanahan Grid-Rod Berbasis IEEE Std 80 – 2000,” J. Ilm. Setrum, vol. 8, no. 2, pp. 1–12, 2019.

H. Karuna, Evaluasi Keamanan Pada Sistem Pentanahan Gardu Induk 150 KV Jajar. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Suarakarta, 2014.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/cl.v5i1.10699

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.