Profil Siswa Retardasi dalam Membaca Puisi (Studi Kasus)

Eni Nurhayati, Budhi Rahayu Sri Wulan, Satria Wahyu Ramadhan

Sari

The Profil of Retardated Students in Reading Poetry (Case Study)

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan memaparkan profil siswa retardasi dalam membaca puisi. Siswa retardasi memiliki kesulitan tersendiri dalam membaca. Dalam hal ini khusus pada keterampilan membaca puisi. Siswa retardasi memiliki kesulitan membaca namun tidak sampai tahap disleksia. Fokus pada penelitian ini ialah tentang aktivitas pemerolehan vokal, diftong, konsonan, dan pemerolehan kata. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif jenis studi kasus. Subyek penelitian ini adalah (VK) seorang siswa kelas 5 SD. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tiga kriteria yang diamati yaitu, Vokal, Diftong, dan Konsonan yang terdapat pada fona. Vokal, Diftong, dan Konsonan, anak hanya dapat membaca dengan vokal rendah sampai sedang saja. Yang kedua, anak dapat membaca diftong /ai/dan /au/ dengan benar, namun hanya pada dua suku kata saja, berbeda dengan yang mempunyai beberapa suku kata, anak tidak dapat membacanya dengan benar. Dan memenuhi beberapa kriteria dalam kata. anak dapat membaca vokal /au/, /ai/, dan huruf /ng/ dengan benar, namun hanya pada dua suku kata saja, berbeda dengan kata yang mempunyai 4 suku kata atau lebih, anak masih salah dalam membaca huruf- huruf tersebut. Pada saat anak membaca huruf /ny/ juga anak belum mampu dalam membacanya dengan benar, walau hanya dua suku kata. Dan pada membaca yang mempunyai pola seperti (KVK), (VKK), dan (KVKK), anak juga belum mampu membacanya dengan benar.

Kata kunci: Retardasi, vokal, konsonan, diftong, kata


ABSTRACT

This study aims to describe the profiles of retarded students in reading poetry. Retarded students have their own difficulties in reading. In this case specifically on poetry reading skills. Retarded students have reading difficulties but are not at the dyslexic stage. The focus of this research is on the activity of acquiring vowels, diphthongs, consonants, and word acquisition. This research is qualitative case study type research. The subject of this study was (VK) a 5th grade elementary student. Collecting data using observation, interview, and documentation techniques. Three criteria are observed, namely, Vowels, Diphthongs, and Consonants which contained in phone. Vowels, Diphthongs, and Consonants, children can only read low to moderate vowels. Second, children can read diphthongs /ai/ and /au/ correctly, but only in two syllables, unlike those with several syllables, children cannot read them correctly. Moreover, it meets several criteria in the word. Children can read vowels /au/, /ai/, and letters /ng/ correctly, but only in two syllables, in contrast to words that have 4 or more syllables, the child is still mistaken in reading the letters. When the child reads the letter /ny/, the child is not able to read it correctly, even though only two syllables. And in reading that has patterns such as (KVK), (VKK), and (KVKK), children are also not able to read them correctly.

KeywordsRetardation, vowels, consonants, diphthongs, words

Kata Kunci

linguistik, pendidikan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Abdurrahman, Mulyono. (2009). Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Akhmad Sudrajat. (2008). Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik dan Model Pembelajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Alwasilah, A. Chaedar. (1985). Sosiologi Bahasa. Bandung: Angkasa.

Alwi, Hasan. (1988). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Aminuddin. (2003). Semantik Pengantar Studi Tentang Makna. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Chaer, Abdul. (2008). Linguistik Umum. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Creswell, J. W. (2016). Research design: pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Yogjakarta: PT Pustaka Pelajar.

Dardjowidjojo, Soedjono. (2003). Psikolinguistik: Pemahaman Bahasa Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Das, J.P. (2009). Reading Difficulties And Dyslexia. New Delhi: Chaman Enterprises.

Departemen Pendidikan Nasional. (2015). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Derek Wood, dkk. (2007). Kiat Mengatasi Gangguan Belajar. Jogjakarta: Kata Hati.

Djajasusarma T. Fatimah. (1993). Semantik1 Pengantar Ke Arah Ilmu Makna. Bandung: Pteresco.

Hornby, A.S. Sixth edition. (2003). Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English. Oxford: Oxford University Press.

Jamaris, Martini. (2014). Kesulitan Belajar: Perspektif, Asesmen, dan Penanggulangannya. Bogor: Ghalia Indonesia.

Keraf, Gorys. (1980). Tata Bahasa Indonesia. Jakarta: Nusantara

Kridalaksana Harimuri. (1992). Pembentuk Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kridalaksana, Harimurti. (2015). Introduction to Word Formation and Word Classes in Indonesian. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor.

Lumbantobing SM. (1997). Anak dengan mental terbelakang. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Michail, Konstantina. (2010). The Experiences of University Students with Dyslexia. Disertasi tidak diterbitkan. Brimingham: University of Brimingham.

Mustofa, I. (2004). Identifikasi Letak Kesalahan Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Operasi Hitung Bilangan Pecahan Siswa Kelas V SD Negeri II Sumberagung. Surabaya: Unesa.

Mulyadi. (2015). Diagnosis Kesulitan Belajar & Bimbingan terhadap Kesulitan Belajar. Yogyakarta: Nuha Litera.

Moleong, Lexy J. (2009). Metode Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nurhadi. (2005). Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca?. Bandung: Sinar Baru Alennsindo.

Nurhayati, Eni (2020). Analisis Kemampuan Berbahasa Mahasiswa Disleksia Sebagai Calon Guru Sekolah Dasar Studi Kasus (Na). Kudus:Universitas Muria Kudus

Payne JS. (1981). Mental retardation. Columbus: Bell & Howell Company.

Prasadio T. (1976). Gangguan psikiatrik pada anak-anak dengan retardasi mental. Disertasi. Surabaya: Universitas Airlangga.

Rahmad Jalaluddin. (2008). Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja Rosda

Razak, Abdul. (2000). Membaca Pemahaman Teori dan Aplikasi Pengajaran. Pekanbaru: Autografika.

Ritawati. (2005). Modul Belajar Mandiri Program D II PGSD. Jakarta: Pustekom Depdiknas.

Ridwan Idris. (2009). Mengatasi Kesulitan Belajar Dengan Pendekatan Psikologi Kognitif. Bandung: Lentera Pendidikan.

Sahriah, S. (2010). Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Operasi Pecahan Bentuk Aljabar Kelas VII SMP Negeri 2 Malang.

Samsuri. (1994). Analisis Bahasa. Jakarta: Erlangga.

Santoso Puji, dkk. (2007). Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Sugiyono (2015). Metodem Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.

Tarigan, Henry Guntur. (1986). Pengajaran Semantik. Bandung: Angkasa.

Verhaar, J.W.M. (1984). Pengantar Linguistik.Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Yin, R.K. (1995). Studi Kasus Desain dan Metode. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Zuchdi, Darmiyati dan Budiasih. (1996). Penddiikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah. Jakarta: Depdikbud.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/st.v14i1.6425
DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.30651/st.v14i1.6425.g3549

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.